Berikut ciri-ciri internal control yang baik untuk perkiraan piutang:

  1. Adanya pemisahan tugas dan tanggung jawab antara yang melakukan penjualan, mengirimkan barang, melakukan penagihan, memberikan otorisasi atas penjualan kredit, membuat faktur penjualan dan pencatatan.
  2. Digunakan formulir-formulir yang bernomor urut tercetak (prenumbered), misalnya sales order, invoice, surat jalan, credit memo, kuitansi.
  3. Digunakannya price list (daftar harga jual) dan setiap penyimpangan dari price list  atau setiap diskon yang diberikan harus mendapat persetujuan dari manajer keuangan/manajer pemasaran atau pihak yang berwenang.
  4. Diadakannya sub buku besar piutang atau kartu piutang (account receivable subledger card) dan selalu di update
  5. Setiap akhir bulan dibuat aging schedule piutang
  6. Setiap akhir bulan jumlah saldo piutang dari masing-masing pelanggan dibandingkan (direconcile) dengan jumlah saldo piutang menurut buku besar.
  7. Uang kas, check atau giro yang diterima dari pelanggan harus disetor dalam jumlah seutuhnya (intact) paling lambat keesokan harinya.
  8. Retur penjualan dan penghapusan piutang wajib diotorisasi pejabat yang berwenang
  9. Setiap pinjaman  yang diberikan kepada pegawai, direksi, pemegang saham dan perusahaan afiliasi harus diotorisasi pejabat yang berwenang.

Daftar Pustaka
Agoes, S.  2018. Auditing-Petunjuk Praktis Pemeriksaan Akuntan oleh Kantor Akuntan Publik (Buku 1 ed. 5). Jakarta: Salemba Empat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.