Salah satu asumsi tentang gejala dalam penelitian kuantitatif adalah bahwa gejala dari suatu obyek itu sifatnya tunggal dan parsial. Dengan demikian berdasarkan gejala tersebut penelti kuantitatif dapat menentukan variabel – variabel yang akan diteliti. Dalam pandangan penelitian kualitatif, gejala itu bersifat holistik (menyeluruh, tidak dapat dipisahkan), sehingga peneliti kualitatif tidak akan menetapkan penelitiannya hanya berdasarkan variabel penelitian tetapi keseluruhan situasi social yang diteliti yang meliputi aspek tempat (place), pelaku (actor), dan aktivitas (activity) yang berinteraksi secara sinergis. Situsai social ini dalam konteks bisnis misalnya tempat penjualan, orang-orang yang ada dalam tempat penjualan tersebut dan aktivitasnya.

Karena terlalu luas masalah, maka dalam penelitian kuantitatif, peneliti akan membatasi penelitian dalam datu atau lebih variabel. Dengan demikian dalam penelitian kuantitatif ada yang disebut batasan masalah. Batasan masalah dalam penelitian kualitatif disebut dengan fokus, yang berisi pokok masalah yang masih bersifat umum. Batasan masalah dan fokus dapat digambarkan seperti gambar berikut:

Pembatasan dalam penelitian kuantitatif lebih didasarkan pada tingkat kepentingan, urgensi dan fisibilitas masalah yang akan dipecahkan, selain juga faktor keterbatasan tenaga, dana dan waktu. Suatu masalah dikatakan penting apabila masalah tersebut tidak dipecahkan melalui penelitian, maka akan menimbulkan masalah baru. Masalah dikatakan urgen (mendesak) apabila masalah tersebut tidak segera dipecahkan melalui penelitian, maka akan semakin kehilangan berbagai kesempatan untuk mengatasi. Masalah dikatakan feasible apabila terdapat berbagai sumber daya untuk memecahkan masalah tersebut. Untuk menilai masalah tersebut penting, urgen dan feasible, maka perlu dilakukan melalui analisis masalah.

Dalam penelitian kualitatif, penentuan fokus lebih diarahkan pada tingkat kebaruan informasi yang akan diperoleh dari situasi social (lapangan). Kebaruan informasi ini dapat berupa upaya untuk memahami secara lebih luas dan mendalam tentang situasi sosial dalam konteks bisnis yang rumit dan berupa keinginan untuk menghasilkan hipotesis atau ilmu baru dari situasi sosial yang diteliti.

Fokus yang sebenarnya dalam peneltian kualitatif diperoleh setelah peneliti melakukan grand tour observation dan grand toor question atau yang disebut Penjelajahan Umum. Dari gambaran umum ini peneliti memperoleh gambaran umum menyeluruh yang masih pada tahap permukaan mengenai situasi sosial. Untuk mendalami secara lebih luas dan mendalam, maka membutuhkan pemilihan fokus penelitian.

Spradley (1988) mengemukakan 4 alternatif untuk menetapkan fokus penelitian yaitu:

1.       Menetapkan fokus pada permasalahan yang disarankan oleh informan.

Informan dalam lembaga bisnis tersebut yaitu: manajer, supervisor, pelayan toko, pembeli, pakar ekonomi, tokoh masyarakat dan sebagainya.

2.       Menetapkan fokus berdasarkan domain-domain tertentu Organizing Domain.

Domain dalam bisnis bisa berupa: keuangan, modal, barang, jasa, proses produksi, bahan mentah dan sejenisnya.

3.       Menetapkan fokus yang memiliki nilai temuan untuk pengembangan iptek

Temuan tersebut dapat diartikan belum pernah ada misalnya menemukan metode penjualan baru yang lebih mudah, lebih menarik pelanggan dan lebih hemat.

4.       Menetapkan fokus berdasarkan permasalahan yang terkait dengan teori-teori yang telah ada.

Penelitian ini bersifat pengembangan yang berarti ingin melengkapi dan memperluas teori yang sudah ada.

Dalam penelitian kualitatif, rumusan masalah yang merupakan fokus penelitian masih bersifat sementara dan akan berkembang setelah peneliti masuk lapangan atau berdasarkan situasi tertentu. Dengan demikian pertanyaan penelitian kualitatif dirumuskan memiliki tujuan untuk lebih memahami gejala yang masih remang-remang, tidak teramati, dinamis dan komplek pada tahap awal peneltiannya dan kemudian peneliti akan mengembangkan fokus penelitian disertai dengan pengumpulan data. Adapun proses seperti ini disebut “emergent design” (Lincoln dan Guba, 1985:102).

 

DAFTAR PUSTAKA

Lincoln, Yvonna S & Egon G. Guba. 1985. Naturalistic Inquiry. California: Sage.

Spradley, James. 1988. Participant Observation. Holt. Rinehart and Winston.

Sugiyono. 2018. Metode Peneltian Bisnis: Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, Kombinasi dan R&D. Eighth Edition.            Bandung: Alfabeta, CV.

 

DISCLAIMER

Tulisan ini adalah pendapat pribadi dan tidak mencerminkan kebijakan institusi di mana penulis bekerja. Jika ada materi di dalam blog ini yang mungkin ada unsur duplikasi baik berupa teks maupun gambar tanpa memuat sumber/referensi, maka silakan hubungi kami. Kami tidak bertanggungjawab atas kerugian yang dialami mendasarkan pada materi publikasi ini secara langsung maupun tidak langsung, baik yang disebabkan oleh kelalaian atau hal lainnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.