Pengertian Manajemen

Secara etimologi manajemen berasal dari bahasa Perancis kuno menagement yang memiliki arti “seni melaksanakan dan mengatur. Mungkin juga dari bahasa Italia (1561) maneggiare yang berarti “mengendalikan,” terutama dalam konteks mengendalikan kuda, yang berasal dari bahasa latin manus yang berarti “tangan”. Bahasa Prancis lalu mengadopsi kata ini dari bahasa Inggris menjadi ménagement, yang memiliki arti seni melaksanakan dan mengatur (Wikipedia).

Pengertian Manajemen menurut para ahli
  • Stoner J.A., R.E. Freeman dan D.R. Gilbert Jr. 1995, manajemen adalah proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengawasan terhadap usaha-usaha para anggota organisasi dan penggunaan sumber-sumber daya organisasi lainnya agar mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan. Proses ini berkaitan dengan kegiatan-kegiatan yang saling berkaitan untuk mencapai tujuan yang diinginakan (Wijayanto, 2012:1).
  • Mary Parker Follet (1997), manajemen is the art of getting things done through people. Artinya manajemen adalah seni dalam menyelesaikan pekerjaan melalui orang lain (Wijayanto, 2012:1). 
  • John D. Millett mendefinisikan manajemen is the process of directing and facilitating the work of people organized in formal groups to achieve desired goals. Manajemen adalah suatu proses pengarahan dan pemberian fasilitas kerja kepada orang yang diorganisasikan dalam kelompok formal untuk mencapai tujuan (Siswanto, 2018:1).
  • Luther Gulick (1965) mendefinisikan manajemen sebagai suatu bidang ilmu pengetahuan (science) yang berusaha secara sistematis untuk memahami mengapa dan bagaimana manusia bekerja bersama untuk mencapai tujuan dan membuat sistem kerjasama ini lebih bermanfaat bagi kemanusiaan.
Mengapa Manajemen dibutuhkan?
Manajemen dibutuhkan untuk semua tipe kegiatan yang organisasi dan semua tipe organisasi atau dalam artian manajemen dibutuhkan semua orang yang bekerja bersama (organisasi) untuk mencapai tujuan bersama (Handoko, 2009:3).
Tiga alasan utama diperlukannya manajemen (Handoko, 2009:6):
  • Untuk mencapai tujuan
  • Untuk menjaga keseimbangan di antara tujuan-tujuan yang saling bertentangan.
  • Untuk mencapai efisiensi dan efektivitas.
Dua konsep utama mengukur prestasi kerja (performance) manajemen adalah efisiensi dan efektivitas. Efisiensi adalah kemampuan untuk menyelesaikan pekerjaan dengan benar. Manajer yang efisien adalah seseorang yang mencapai keluaran yang lebih tinggi (hasil, produktivitas, performance) dibanding masukan-masukan (tenaga kerja, bahan, uang, mesin dan waktu) yang digunakan (Handoko, 2009:7).
Efektivitas merupakan kemampuan untuk memilih tujuan yang tepat atau peralatan yang tepat untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Manajer yang efektif dapat memilih pekerjaan yang harus dilakukan atau metode (cara) yang tepat untuk mencapai tujuan (Handoko, 2009:7).
Menurut ahli manajemen Peter Drucker efektivitas adalah melakukan pekerjaan yang benar (doing the right things), sedangkan efisiensi melakukan bekerjaan dengan benar (doing things right)(Handoko, 2009:7).
Sumber Daya Organisasi
Sumber daya oganisasi dibagi menjadi 2 kategori (Solihin, 2009:11):

Klasifikasi sumber daya organisasi jika dihubungkan dengan fungsi organisasi antara lain:

  • Sumber daya manusia (Man/Human Resources)
  • Keuangan (Money/capital)
  • Bahan baku produksi (materials)
  • Mesin-mesin dan Peralatan (Machineries and Equipments)
  • Teknologi (Technology)
  • Pasar (Market)
  • Informasi (information)
Tujuan Pengelolaan Sumber Daya Organisasi
Tujuan pengelolaan sumber daya organisai menurut Peter Drucker (1968:83) antara lain (Solihin, 2009:15):
  • Market Standing, dikenal dengan market share atau pangsa pasar. Manajer akan berupaya mengelola sumber daya organisasi perusahaan sedemikian rupa sehingga produk yang mereka hasilkan dapat memuaskan kebutuhan dan keingingan pelanggan. Apabila produk dapat memenuhi ekspektasi pelanggan maka produk perusahaan akan memiliki pangsa pasar yang besar sehingga akan menjamin aliran pendapatan penjualan dan laba dalam jangka panjang.
  • Innovation, Inovasi merupakan kemampuan yang dimiliki sumber daya manusia perusahaan untuk menjadikan ide usaha yang mereka miliki menjadi sebuah kenyataan.
  • Physical and financial resources, salah satu sumber keunggulan bersaing perusahaan adalah kepemimpinan biaya. Perusahaan akan mencapai kepemimpinan biaya dengan memperoleh biaya lebih rendah dibandingkan pesaing.
  • Profitability, Perusahaan melakukan pengelolaan sumber daya organisasi dengan tujuan agar perusahaan memperoleh keuntungan (profit).
  • Manager performance and development, untuk mengelola perusahaan dengan baik maka manajer perlu memiliki kemampuan (skills) dan keahlian (expertise) yang berkaitan dengan profesinya sehingga perlu adanya pelatihan (training) dan pengembangan (development).
  • Worker performance and attitude, selain kinerja karyawan, sikap karyawan terhadap pekerjaan dan perusahaan sangat penting. Sehingga perusahaan perlu melakukan pemeliharaan dan pengembangan karyawan.
  • Public responsibility, pengelolaan sumber daya organisasi dalam rangka pelaksanaan usaha, harus memiliki tanggung jawab sosial seperti memajukan kesejahteraan masyarakat, mencegah polusi, menciptakan lapangan kerja.
Manajemen sebagai Ilmu dan Seni
Manajemen merupakan ilmu dan seni dalam melaksanakan fungsi-fungsi manajemen untuk memanfaatkan atau mengelola sumber daya yang dimiliki organisasi yang bersifat terbatas agar guna mencapai efisiensi dan efektivitas dalam mencapai tujuan perusahaan.
Menurut Luther Gulick manajemen sebagai suatu bidang ilmu pengetahuan (science)yang berusaha secara sistematis untuk memahami mengapa dan bagaimana manusia bekerja sama untuk mencapai tujuan dan membuat sistem kerjasama ini lebih bermanfaat bagi kemanusiaan. Manajemen telah memenuhi persyaratan untuk disebut sebagai bidang ilmu pengetahuan karena telah dipelajari untuk waktu yang lama dan telah diorganisasi menjadi rangkaian teori. Manajemen juga memerlukan disiplin ilmu-ilmu pengetahuan lain dalam hal penerapannya seperti ilmu ekonomi, akuntansi, statistik dsb (Handoko, 2009: 11).
Manajemen sebagai seni merupakan keahlian, kemahiran, kemampuan, serta keterampilan dalam menerapkan prinsip, metode dan teknik dalam menggunakan sumber daya manusia dan sumber daya alam  secara efektif dan efisien untuk mencapai tujuan (Siswanto, 2018:9).
Manajemen sebagai Profesi
Kriteria-kriteria untuk menentukan sebagai profesi menurut Prof. Edgar H. Schein (Handoko, 2009: 14):
  • Para profesional membuat keputusan atas dasar prinsip-prinsip umum. Adanya pendidikan, kursus-kursus dan program-program latihan formal menunjukkan bahwa ada prinsip-prinsip manajemen tertentu yang dapat diandalkan.
  • Para profesional mendapatkan status mereka karena mencapai standar prestasi kerja tertentu, bukan karena favoritism atau karena suku bangsa atau agamanya dan kriteria politik atau sosial lainnya.
  • Para profesional harus ditentukan oleh suatu kode etik yang kuat, dengan disiplin untuk mereka yang menjadi kliennya.
Perbedaan Manajemen dengan Kewiraswastaan dan Supervisi
Wiraswasta (entrepreneurship) adalah memahami, mendapatkan sumber daya-sumber daya, mengorganisasikan dan menjalankan perusahaan (bisnis). Wiraswasta cenderung menjadi pengambil risiko yang didorong oleh motif keuntungan.  Manajemen, terlibat dalam pengorganisasian dan memimpin perusahaan (bisnis) dan organisasi lainnya, tetapi tidak mencakup kepemilikan. Supervisi adalah pengarahan dan pengendalian karyawan-karyawan tingkat bawah dalam suatu organisasi. Seperti mandor, kepala tukang (foreman) dan penyelia lini pertama (first line supervisor). Supervisi merupakan bagian dari manajemen (Handoko, 2009: 14-15).
 Aplikasi-aplikasi yang berbeda dari Istilah Manajemen
Ada paling sedikit empat aplikasi yang berbeda dari istilah manajemen. Istilah manajemen dapat digunakan untuk hal-hal yang berhubungan dengan:
  • Pengelompokkan pekerjaan. Manajemen dapat berarti suatu kelompok orang yang melaksanakan tugas-tugas atau fungsi-fungsi manajerial. Ini digunakan untuk menyebut seluruh individu dalam kelompok tersebut secara kolektif.
  • Seroang individu. Individu yang melaksanakan fungsi-fungsi manajerial atau bagian dari kelompok secara keseluruhan dapat disebut bagian manajemen.
  • Suatu disiplin akademik. Manajemen adalah suatu bidang spesialis akademik, atau suatu bidang studi.
  • Suatu proses. Manajemen juga merupakan proses karena mancakup pelaksanaan suatu rangkaian tipe-tipe khusus kegiatan atau fungsi.
  • Hubungan Manajemen, Manajer dan Kepemimpinan
Manajemen adalah seni dan ilmu dalam perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, pemotivasian, dan pengendalian terhadap orang dan mekanisme kerja untuk mencapai tujuan.
Manajer adalah seorang yang bertindak sebagai perencana, pengorganisasi, pengarah, pemotivasi, serta pengendali orang dan mekanisme kerja untuk mencapai tujuan.
Kepemimpinan adalah sikap dan perilaku untuk memengaruhi para bawahan agar mereka mampu bekerja sama untuk sehingga dapat bekerja secara lebih efisien dan efektif.
Manajer untuk mengelola organisasinya agar efisien dan efektif harus memiliki jiwa, sifat, perilaku dan karakter kepemimpinan.
 
Fungsi Manajemen
Tugas penting manajer menurut Peter Drucker (1974) adalah menetapkan arah tujuan perusahaan, memberikan kepemimpinan untuk mencapai tujuan tersebut serta membuat keputusan mengenai bagaimana menggunakan sumber daya organisasi untuk mencapai tujuan-tujuan yang ditetapkan (Solihin, 2009:3).
Fungsi-fungsi manajemen menurut Henry Fayol (1916) antara lain:
1.  Planning (perencanaan)
2.  Organizing (pengorganisasian)
3.  Commanding (pemberian komando)
4.  Coordinating (pengkoordinasian)
5.  Controlling (pengendalian)
Konsep fungsi-fungsi manajemen di populerkan oleh Koontz (1950) antara lain (Solihin, 2009:3):
1.  Perencanaan (Planning)
2.  Pengorganisasian (Organizing)
3.  Pengisian Staf (Staffing)
4.  Memimpin (Leading)
5.  Pengendalian (Controlling)
Fungsi-fungsi manajemen Robbin dan Coulter (2003) antara lain (Solihin, 2009:4):
1.  Planning (perencanaan)
2.  Organizing (pengorganisasian)
3.  Leading/directing (kememimpinan)
4.  Controlling (pengendalian)
Koontz dan Weihrich (1993) fungsi manajemen dikelompokkan ke dalam lima fungsi, antara lain (Solihin, 2009:4):

1.  Planning (perencanaan)
     Perencanaan yaitu suatu proses mengembangkan tujuan-tujuan perusahaan serta memilih serangkaian tindakan (strategi) untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut. Perencanaan mencakup:
    • Menetapkan tujuan
    • Mengembangkan berbagai premis mengenai lingkungan perusahaan dimana tujuan-tujuan perusahaan hendak dicapai.
    • Memilih arah tindakan (courses of actions) untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut
    • Merumuskan berbagai aktivitas yang diperlukan untuk menerjemahkan rencana menjadi aksi,
    • Melakukan perencanaan ulang untuk mengoreksi berbagai kekurangan dalam perencanaan terdahulu.
2.  Organizing (pengorganisasian)
Pengorganisasian adalah suatu proses dimana karyawan dan pekerjaannya saling dihubungkan untuk mencapai tujuan perusahaan. pengorganisasian mencakup antara lain:
  • Pembagian kerja diantara kelompok dan individu.
  • Pengorganisasian aktivitas individu dan kelompok.
  • Penetapan kewenangan manajerial.
  • Pengorganisasian penggunaan berbagai sumber daya non manusia, seperti uang, material, peralatan mesin, dsb.
3.  Staffing (pengisian staf)
Pengisian staf adalah suatu proses untuk memastikan bahwa karyawan yang kompeten dapat dipilih, dikembangkan dan diberi imbalan untuk mencapai tujuan perusahaan.
4.  Leading (memimpin)
Leading adalah suatu proses  memotivasi individu atau kelompok dalam suatu aktivitas hubungan kerja (task related activities) agar mereka dapat bekerja dengan sukarela (voluntarily) dan harmonis dalam mencapai tujuan.
5.  Controlling (pengendalian)
Pengendalian adalah suatu proses untuk memastikan adanya kinerja yang efisien dalam mencapai tujuan perusahaan. pengendalian mencakup:
  • Menetapkan berbagai tujuan dan standar.
  • Membandingkan kinerja sesungguhnya (yang diukur) dengan tujuan dan standar yang telah ditetapkan.
  • Mendorong keberhasilan dan mengoreksi berbagai kelemahan.

Peran-peran Manajerial (Managerial Roles)

Tiga kelompok peran manajer menurut Mintzberg (1988) (Solihin, 2009:6):
  • Interpersonal rules, yang mencakup dari figurehead role, leader role dan liaison role. Figurehead role dapat dicontohkan ketika manajer memberikan sambutan pada acara penghargaan terhadap karyawan yang berprestasi.
  • Informational roles, yang mencakup di dalamnya monitor role, disseminator role dan spokesman role.
  • Decisional roles, mencakup entrepreneurial role, disturbance handler role, resource allocator role dan negotiator role.
 Keahlian manajerial (Managerial Skill)
Studi awal Robert L. Kartz pada tahun 1970an, menunjukkan bahwa manajer yang efektif harus memiliki tiga keahlian (skills) (Katz, 1974:98-102) dalam Solihin (2009:7):
1.   Technical skills, yaitu keahlian dan pengetahuan para manajer yang berkaitan dengan suatu bidang pekerjaan atau ilmu. Misalnya seorang insinyur teknik sipil dikatakan memiliki keahlian teknis apabila dia dapat melakukan pembangunan jalan, jembatan atau bangunan. Seorang akuntan dikatakan memiliki keahlian teknis apabila mereka dapat menyusun laporan keuangan, melakukan analisis laporan keuangan atau melakukan audit.
2.   Human skills, yaitu kemampuan yang dimiliki oleh para manajer untuk dapat bekerja dengan baik bersama orang lain, baik sebagai perorangan maupun kelompok.
3.   Conceptual skills, yaitu kemampuan yang harus dimiliki oleh manajer untuk mengkonseptualisasikan situasi yang abstrak dan kompleks. Manajer harus dapat memandang organisasi secara keseluruhan dan memahami hubungan di antara unit-unit organisasi.
Keahlian manajer menurut Clark Wilson (Kreitner, 2007:15) (Solihin, 2009:10) terdapat 3 kategori keahlian yang dibutuhkan manajer, yaitu:
1.   Technical skills, menerapkan pendidikan, pelatihan dan pengalaman anda untuk secara efektif mengorganisasikan pekerjaan atau proyek.
  • Kepakaran teknis (technical expertise), kemampuan yang adan peroleh melalui pendidikan dan pengalaman serta keahlian untuk memahami dan mengomunikasikan rincian teknis yang penting.
  • Menjelaskan berbagai tujuan, kemampuan yang anda miliki untuk mengorganisasikan dan menjadwalkan pekerjaan dari unit anda sehingga dapat mencapai apa yang diharapkan serta dapat memenuhi standar yang telah ditetapkan.
  • Memecahkan masalah, kemampuan yang anda miliki untuk memecahkan berbagai persoalan yang dihadapi setiap hari serta kemampuan yang anda miliki untuk mengembangkan kolaborasi kelompok untuk menghadapi masalah tersebut.
  • Imajinasi dan kreativitas, kemampuan untuk melahirkan berbagai ide, melakukan koreksi dan mengembangkan berbagai cara untuk meningkatkan produktivitas.
2.   Team building skills, mendengarkan dengan cermat dan mengomunikasikan dengan jelas untuk mengembangkan dan melakukan koordinasi kelompok atua tim secara efektif.
  • Mendengarkan untuk memperoleh kejelasan, senantiasa memahamii berbagai aktivitas yang dilakukan oleh kelompok yang anda pimpin atau atas kegiatan yang dilakukan berbagai unit yang berhubungan dengan anda.
  • Mengarahkan dan memberikan pelatihan, mencapai tujuan dan standar dengan cara menjaga agar tim yang anda pimpin senantiasa memiliki keahlian yang dibutuhkan untuk mencapai sasaran tertentu.
  • Memecahkan masalah sebagai sebuah tim. Peran manajer yang penting adalah membantu tim agar tim tersebut dapat memberikan kontribusi berbagai ide yang akan meningkatkan kinerja mereka.
  • Koordinasi dan kooperasi. Menunjukkan keinginan untuk bekerja sama dengan orang lain, kelompok anda, berbagai individu serta berbagai unit yang berhubungan dengan anda.
3. Drive skills, mendengarkan dengan cermat dan mengkomunikasikan dengan jelas untuk mengembangkan dan melakukan koordinasi kelompok atau tim secara efektif.
  • Standar kerja, upaya yang anda lakukan untuk menjaga agar roda organisasi tetap berjalan, serta keinginan anda untuk mengarahkan organisasi kea rah pencapaian yang lebih tinggi.
  • Pengendalian rincian kerja, mengamati kinerja seteliti mungkin untuk memastikan bahwa kinerja tersebut dapat memenuhi tujuan dan standar kinerja yang telah ditentukan.
  • Energi, menunjukkan kepada tim dan kolega anda kesiapan dan keinginan untuk bekerja sama dan anda mengharapkan kerja sama dari mereka.
  • Menghindarkan tekanan, meminta orang lain untuk dapat unjuk kinerja dengan cara membentuk aktivitas anda agar dipersepsi sebagai bagian dari kerjasama dan bukan sebagai dominasi atas orang lain.
Daftar Pustaka
Handoko, T. Hani. (2009). Manajemen. Yogyakarta: BPFE
Luther Gulick, “Manajement is a Science”, Academy of Management Journal, Vol. 8, No. 1. Maret 1965.
Siswanto. (2018). Pengantar Manajemen. Bumi Aksara.
Solihin, Ismalil. (2009). Pengantar Manajemen. Jakarta: Erlangga.
Wijayanto, D. (2012). Pengantar Manajemen. Jakarta: PT. Media Pustaka

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.