Pengertian sistem akuntansi
Sistem akuntansi (accounting system) adalah metode dan prosedur untuk mengumpulkan, mengelompokkan, merangkum serta melaporkan informasi keuangan dan operasi perusahaan (Warrren et al, 2017:230).
Perubahan sistem akuntansi terdiri dari 3 tahapan (Warrren et al, 2017:230):
1.         Menganalisis kebutuhan pihak-pihak yang menggunakan informasi.
2.        Sistem dirancang untuk dapat memenuhi kebutuhan penggunanya.
3.        Sistem ini kemudian diterapkan dan digunakan.
Rancangan sistem akuntansi terdiri atas (Warrren et al, 2017:230):
  1. Pengendalian internal, merupakan kebijakan dan prosedur yang melindungi aset dari penyalahgunaan memastikan keakuratan informasi bisnis, serta memastikan hukum dan peraturan yang berlaku telah diikuti.
  2. Metode pengolahan informasi, merupakan alat yang digunakan sistem untuk mengumpulkan, merangkum dan melaporkan informasi akuntansi. Metode pengolahan dalam merancang sistem akuntansi  dapat dilakukan secara manual atau terkomputerisasi.

Sistem Akuntasi Manual

1.         Buku besar pembantu (subsidiary ledger)
Buku besar (ledger) adalah kelompok akun untuk suatu perusahaan. Buku besar pembantu adalah buku besar yang berisi akun-akun individu dengan karakteristik yang sama. Buku besar umum (general ledger) adalah buku besar utama saat digunakan dalam hubungannya dengan buku besar pembantu, berisi seluruh akun laporan posisi keuangan dan laporan laba rugi. Akun pengendali (controlling account) adalah akun dalam buku besar umum yang merangkum saldo akun dalam buku besar pembantu (Warrren et al, 2017).
 Buku besar pembantu adalah catatan tambahan yang berisi rincian dari suatu akun pada buku besar. Dua buku besar pembantu yang paling umum adalah:
1)        Buku besar pembantu piutang (accounts receivable subsidiary ledger)
Buku besar pembantu piutang usaha atau buku besar pelanggan adalah buku besar pembantu yang berisi daftar pelanggan berdasarkan urutan abjad. Akun pengendali yang terkait dalam buku besar adalah piutang usaha (Warrren et al, 2017:231).
Buku besar pembantu piutang usaha adalah yang berisi catatan piutang kepada masing-masing debitur (Jusup, 2011:483).
2)       Buku besar pembantu utang usaha (accounts payable subsidiary ledger)
Buku besar pembantu utang usaha adalah yang berisi catatan utang kepada masing-masing kreditur (Jusup. 2011:483).
Buku besar pembantu utang usaha atau buku besar kreditor adalah buku besar yang mendaftar kreditor berdasarkan urutan abjad. Akun pengendali yang terkait dalam buku besar adalah utang usaha.
  
Hubungan antara buku besar dengan buku pembantu dapat dilihat pada gambar berikut:

Kebaikan pemakaian buku pembantu (Jusup, 2011:486):

  • Dapat menunjukkan informasi yang mutahir tentang saldo setiap akun yang terdapat dalam buku pembantu.
  • Akun di buku besar tidak perlu memuat informasi yang terlalu detail, sehingga neraca saldo tidak akan memuat terlalu banyak saldo akun.
  • Dapat membantu dalam mengurangi kesalahan pada suatu akun tertentu, karena jumlah akun menjadi tidak terlalu banyak berkat adanya akun kontrol.
  • Memungkinkan terjadi pembagian tugas di bagian pembukuan. Misalnya satu orang buku besar dan orang lainnya bertugas buku besar pembantu.
2.        Jurnal Khusus
Jurnal khusus (special journal) adalah jurnal yang dirancang untuk digunakan mencatat transaksi satu jenis transaksi yang terjadi berulang kali. Jurnal umum atau jurnal (general journal) adalah jurnal yang digunakan untuk ayat jurnal yang tidak sesuai dalam jurnal khusus apapun. Contoh yang dicatat pada jurnal umum adalah ayat jurnal penyesuaian dan penutup (Warrren et al, 2017:232).
Jurnal khusus terdiri dari (Jusup, 2011:488-504):
1)        Jurnal penjualan
Jurnal penjualan adalah jurnal yang khusus digunakan untuk mencatat transaksi-transaksi penjualan yang dilakukan secara kredit.
Contoh bentuk jurnal penjualan:
Keterangan:
TP: tanda pembukuan yang menunjukkan bahwa ayat jurnal telah dibukukan ke dalam buku besar pembantu piutang yang sesuai.
Dari jurnal penjualan diatas di bukukan ke dalam buku pembantu piutang dan dilakukan setiap hari. Contoh buku pembantu piutang dari jurnal diatas:
Keterangan:
JR merupakan singkatan dari jurnal yang menunjukkan dari jurnal mana dan halaman berapa suatu angka berasal. Pada contoh diatas berarti J3 adalah jurnal halaman 3. Mengingat perusahaan memiliki berbagai jurnal maka untuk tiap jurnal diberi singkatan tertentu, misalnya:
Ø  J untuk jurnal penjualan
Ø  B untuk jurnal pembelian
Ø  T untuk jurnal penerimaan kas
Ø  K untuk jurnal pengeluaran kas
Ø  U untuk jurnal umum
Pada akhir periode, jurnal khusus di jumlah dan saldo akhir di masukkan kedalam buku besar dengan menjurnal buku besar piutang usaha dan penjualan. Metode pembukuan berpasangan hanya diterapkan pada akun-akun di buku besar. Contoh sebagai berikut:
2)        Jurnal penerimaan kas
Jurnal penerimaan kas adalah jurnal yang disediakan khusus untuk mencatat transaksi penerimaan kas. Contoh penerimaan kas pada perusahaan dikelompokkan menjadi 3 golongan yaitu:
  • Penerimaan dari penjualan tunai, penerimaan kas biasanya dilakukan oleh kasir menggunakan kas register.
  • Penerimaan dari debitur atas pelunasan kredit.
  • Penerimaan dari sumber lain, misalnya pinjaman dari bank atau penjualan aset yang sudah tidak digunakan lagi.  Penerimaan ini ditulis Lain-lain.
Contoh bentuk jurnal penerimaan kas:
Pada kolom referensi terdapat tanda (-) untuk menunjukkan bahwa ayat jurnal tersebut tidak perlu dibukukan ke dalam buku pembantu tertentu. Pada lain-lain kode referensi menunjukkan kode akun yang di kredit di buku besar. Jumlah-jumlah pada kolom piutang usaha dibukukan kedalam buku pembantu piutang usaha yang dilakukan tiap hari. Sehingga buku pembantu piutang akan selalu update untuk saldo-saldo akunnya. Contohnya sebagai berikut:
Jumlah kolom-kolom (Kas, Potongan, Penjualan, Piutang usaha dan lain-lain) dibukukan ke dalam buku besar (posting). Sebelum posting ke buku besar kita perlu melakukan penjumlahan angka-angka  total kolom-kolom debet dan kredit.
Berikut dapat dibuat sebagai berikut:
3)        Jurnal pembelian
Jurnal pembelian adalah jurnal yang khusus digunakan untuk mencatat pembelian secara kredit.
Contoh bentuk jurnal pembelian:
Keterangan:
Ø  Jurnal pembelian boleh dirancang seperti jurnal penjualan.
Ø  PP adalah penunjuk pembukuan
Ø  Tgl faktur dan termin digunakan untuk menentukan kapan utang harus dibayar.
Ø  Utang usaha dibukukan secara harian pada buku pembantu utang.
Ø  Pada akhir bulan saldo di bukukan ke dalam buku besar yang terdiri dari pembelian:
4)        Jurnal pengeluaran kas
Jurnal pengeluaran kas adalah jurnal yang khusus disediakan untuk mencatat transaksi-transaksi pengeluaran kas. Berikut contoh jurnal pengeluaran kas:



Utang usaha dibukukan secara harian pada buku pembantu utang. Pada akhir bulan saldo di bukukan ke dalam buku besar yang terdiri dari:

Daftar Pustaka

Jusup, A. H. (2011). Dasar-dasar Akuntansi. Yogyakarta: STIE YKPN
Reeve, james M. Warren, Carl S. Duchac, Jonathan E. Wahyuni, Ersa Tri. Jusuf, Amir Abadi. (2017). Pengantar Akuntansi 1 Adaptasi Indonesia Edisi Keempat. Jakarta: Salemba Empat. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.