Definisi Biaya, Beban dan Kerugian

Akuntansi Biaya adalah suatu sistem informasi akuntansi yang bertujuan untuk menyediakan informasi tentang biaya organisasi kepada manajemen organisasi yang dapat digunakan untuk berbagai tujuan yang berbeda (Dunia, dkk., 2019:18).

Biaya (cost) adalah pengeluaran-pengeluaran atau nilai pengorbanan yang dilakukan untuk memperoleh barang atau jasa yang berguna dimasa yang akan datang, atau memiliki manfaat yang lebih dari satu periode akuntansi tahunan (Dunia, dkk., 2019:18).

Beban (expense) adalah biaya yang telah memberikan manfaat berupa penurunan dalam aset atau kenaikan dalam liabilitas sehubungan dengan penyerahan barangdan jasa serta dalam rangka memperoleh pendapatan, serta pengeluaran-pengeluaran yang hanya memberi manfaat untuk satu periode akuntansi saja. Jika manfaat dari barang atau jasa itu telah diterima, maka biaya menjadi beban atau dengan kata lain biaya yang sudah habis masa manfaatnya merupakan beban, sedangkan biaya yang manfaatnya masih akan diterima digolongkan sebagai aset (Dunia, dkk., 2019:18).

Contoh: Sewa dibayar dimuka merupakan sebuah biaya dan disajikan dalam aset lancar dalam laporan posisi keuangan. Apabila manfaat dari sewa dibayar dimuka telah diterima atau habis karena berlalunya waktu maka akan menjadi beban sewa dan disajikan dalam laporan laba rugi (Dunia, dkk., 2019:18).

Kerugian adalah biaya yang timbul ketika barang atau jasa yang diperoleh pada dasarnya  tidak mempunyai nilai sama sekali atau tidak lagi memiliki manfaat karena kondisi-kondisi tertentu . contohnya: rugi atas penjualan aset tetap, rugi selisih kurs (Dunia, dkk., 2019:18).

Klasifikasi Akuntansi Biaya

Biaya diklasifikasikan berdasarkan:

  • Objek Biaya

Objek biaya (cost object) adalah suatu dasar yang digunakan untuk melakukan perhitungan biaya. Berikut yang dapat dijadikan objek biaya:

    • Produk
      Biaya produksi (production cost/manufacturing cost) adalah biaya untuk mengubah bahan baku menjadi barang jadi. Biaya berdasarkan manufaktur dibagi menjadi 3 yaitu:

      • Biaya bahan baku langsung, yaitu biaya perolehan dari bahan baku langsung.
      • Biaya tenaga kerja langsung, yaitu biaya gaji atau upah untuk pekerja yang terlibat langsung dalam kegiatan produksi.
      • Biaya overhead pabrik, yaitu biaya selain biaya bahan baku langsung dan tenaga kerja langsung. Biaya overhead pabri dikelompokkan menjadi 3 yaitu:

        • Bahan baku tidak langsung
        • Tenaga kerja tidak langsung
        • Biaya produksi tidak langsung (ex: penyusutan, pemeliharaan dsb)
    • Departemen
      Biaya berdasarkan departemen  dikelompokkan berdasarkan unit-unit perusahaan yang lebih kecil dari perusahaan/pabrik tempat biaya itu terjadi. Dalam perusahaan manufatkru terdapat 2 departemen:

      • Departemen produksi, merupakan unit dalam perusahaan yang memproduksi barang dan jasa. Biaya yang terjadi dalam departemen ini seluruhnya dibebankan secara langsung kepada barang dan jasa yang diproduksi.
      • Departemen pendukung, merupakan unit dalam perusahaan yang memberikan pelayanan ke departemen-departemen lainnya. Biaya yang terjadi dalam departemen ini dimasukkan ke dalam biaya overhead.
  • Perilaku Biaya

Biaya berdasarkan perilaku terhadap perubahan dalam tingkat kegiatan/volume produksi dapat dibedakan menjadi 3 jenis yaitu: biaya variabel, biaya biaya tetap, dan biaya semi variabel.

  • Periode Akuntansi

    Biaya berdasarkan periode akuntansi dibedakan berdasarkan waktu atau kapan biaya-biaya tersebut dibebankan terhadap pendapatan. Biaya berdasarkan periode akuntansi dibedakan menjadi 2 yaitu biaya produk dan biaya periode.

  • Fungsi Manajemen

Biaya berdasarkan fungsi manajemen/ jenis kegiatan fungsional biaya dibedakan menjadi:

    1. Biaya produksi
    2. Beban penjualan

 

DAFTAR PUSTAKA

Dunia, Firdaus A., Abdullah, Wasila., & Sasongko, Catur. 2019. Akuntansi Biaya (Edisi 5). Jakarta: Salemba Empat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *