Informasi yang disajikan dalam laporan keuangan dapat dikatakan andal (Reliable) jika bebas dari pengertian yang menyesatkan, kesalahan material dan dapat diandalkan pemakainya sebagai penyajian yang tulus atau jujur tentang sesuatu yang seharusnya disajikan. Agar suatu informasi dapat diandalkan perlu memenuhi beberapa persyaratan sebagai berikut:

1.   Penyajian jujur (faithful representation)

Dalam pengambilan keputusan suatu informasi harus menggambarkan kejujuran dalam transaksi, kejadian atau keadaan yang apa adanya sesuai dengan prinsip atau pengertian yang berlaku umum.

2.   Substansi Mengungguli Bentuk (Subtance Over Form)

Substansi dan realita ekonomi suatu transaksi atay kejadian tidak selalu sejalan dengan bentuk hukumnya namun dalam hal ini yang harus diutamakan adalah substansinya daripada bentuk hukumnya. Misalnya: transaksi sewa guna usaha, apakah harus dibukukan dan dilaporkan sebagai sewa pembiyaan atau operasi ? maka harus dilihat terlebih dahulu substansi ekonominya yaitu apakah telah terjadi pemindahan risiko dan manfaat yang melekat daripada dilihat dari bentuk formalnya perjanjiannya.

3.   Netralitas (Neutrality)

Informasi untuk kebutuhan umum pemakai dan tidak dapat disusun untuk menguntungkan pihak tertentu dan merugikan pihak lain yang mempunyai kepentingan yang berlawanan.

4.  Pertimbangan bijak (Prudence)

Penyusunan laporan keuangan seringkali menghadapi ketidapastian peristiwa atau keadaan tertentu, maka dari itu diperlukan pertimbangan bijak dengan penuh kehati-hatian dalam pemilihan metode, menghitung dan melaporkannya.

5.  Kelengkapan (Completensess)

Informasi yang disajikan harus secara lengkap dalam batasan relevan dan biaya yang dapat dipertanggungjawabkan.

Daftar Pustaka

Kartikahadi dkk. 2019. Akuntansi Keuangan: Berdasarkan SAK berbasis IFRS Edisi Ketiga Buku 1. Jakarta: Ikatan Akuntansi Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *