Menurut kartikahadi (2019) terdapat isu dan tantangan pelaporan keuangan dalam era globalisasi dan perkembangan teknologi dan informasi saat ini yaitu:

  1. semakin luasnya  geografis wilayah pelaporan keuangan mendorong heterogenitas pemangku kepentingan yang akan menerima dan menggunakan laporan keuangan yang semakin kompleks.
  2. Dari segi dimensi waktu, perkembangan teknologi informasi, komunikasi dan transportasi membuat jarak waktu semakin pendek dan kritis; tempo pergerakan transaksi dan kejadian keuangan semakin dinamis.
  3. keadaan dunia bisnis semakin dan dinamis menuntut jenis serta mutu informasi yang dibutuhkan semakin meningkat tajam.
  4. Fluktuasi moneter mengakibatkan laporan keuangan yang disusun dengan asumsi nilai uang yang stabil menjadi diragukan kegunaannya.
  5. Konvergensi IAS/IFRS mengharuskan standar akuntansi dan pelaporan keuangan nasional harus mengikuti perkembangan global.
  6. Penyusunan standar akuntansi keuangan kadang-kadang mendapatkan tekanan kepentingan politik tertentu.
  7. Perkembangan ekonomi, moneter dan bisnis yang sangat dinamis telah menimbulkan banyak tantangan atas beberapa asumsi dan konsep dasar yang mendasari penyusunan standar akuntasi keuangan.
  8. Otoritas yang berwenang menyusun standar akuntansi keuangan  telah menjadi isu yang hangat dan penting. Pihak brokrat akan mencampuri penyusunan standar profesi jika terjadi skandal laporan keuangan pada negara yang badan penyusun standar akuntansi keuangan dilakukan oleh badan profesi. sebaliknya pada negara yang birokratnya sejak awal sangat mendominasi dalam menentukan standar akuntansi dan pelaporan akan menuntut peran yang lebih aktif dari organisasi profesi atau badan independen.
  9. Perkembangan IFRS yang semakin dekat dengan standar akuntansi yang berlaku di negara industri maju menimbulkan masalah dan tantang tersendiri bagi badan penyusun standar akuntansi di negara berkembang.

 

Daftar Pustaka

Kartikahadi dkk. 2019. Akuntansi Keuangan: Berdasarkan SAK berbasis IFRS Edisi Ketiga Buku 1. Jakarta: Ikatan Akuntansi Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *