Ketika kita pergi ke pusat perbelanjaan kita sering melihat barang-barang diskon (discount). Harga produk yang awalnya mahal menjadi relatif murah sehingga yang sebelumnya kita tidak mampu membeli kita bisa mampu untuk membeli begitu juga yang awalnya kita tidak ingin membeli tiba-tiba kita membeli barang tersebut. sehingga toko-toko yang berlomba-lomba memberikan diskon untuk menarik pembeli. Perbedaan diskon yang tejadi di pusat perbelanjaan (mall, toko atau pasar) dengan diskon terhadap aset keuangan yaitu pada pusat perbelanjaan diskon dihitung tanpa disertakan jangka waktu sedangkan pada aset keuangan perhitungan diskon melibatkan jangka waktu.

Tingkat diskon digunakan untuk menghitung bunga wesel atau bunga pinjaman yang dipotong dimuka. Potongan dimuka ini menyebabkan tingkat bunga efektif yang dikenakan menjadi lebih tinggi jika dibandingkan dengan pembayar bunga yang dilakukan pada akhir periode.

Diskon dan Tingkat Diskon

Diskon (bunga dipotong dimuka) merupakan pengurangan jumlah dari yang seharusnya dibayarkan, yang dilakukan di muka.

Contohnya saat kita pinjam ke Bank, kita akan dikenakan bunga bank dan bunga bank tersebut dikenakan di depan atau dipotong di awal (bunga dibayar dimuka) dari jumlah pinjaman yang dikenal dengan diskon bank (bank discount).

Tingkat bunga yang digunakan dalam menghitung diskon dinamakan tingkat diskon. Konsep diskon dan tingkat diskon digunakan untuk produk pasar uang, seperti: wesel (promissory notes), NCD (Nonnegotiable Certificate of Deposit), dan lain-lain.

 

 

Diskon Sederhana

Diskon sederhana disimbolkan dengan D yang dapat diartikan yaitu selisih dari nilai akhir (S) dan nilai pokok (P)  maka;

 D= S-P

Contoh soal 1:

Berapa Besarnya diskon dari Rp 9.000.000 selama 3 bulan pada tingkat bunga 10% p.a?

Diketahui:

S =  Rp 9.000.000

r =  10 % = 0,1

t = 3/12 = 0,25 (disetahunkan)

Ditanya: besarnya diskon (D)?
Jawaban:

Kita akan mencari nilai pokok terlebih dahuludengan menggunakan persamaan pada bunga sederhana.

 

Setelah diketahui Nilai Pokok maka kita akan mencari diskon menjadi:

D = S – P
            D = 9.000.000 – 8.780.488
            D = 219.512,20

Jadi besarnya diskon adalah Rp 219.512,20

contoh diatas merupakan soal mencaru besarnya diskon (D) yang  menggunakan tingkat bunga (r), jika menggunakan tingkat diskon (d) maka:

D= S d t

dimana:

S = Jumlah nominal akhir
d = Tingkat diskon
t  = waktu dalam tahun

Contoh 2

Bapak Tri meminjam uang sebesar Rp 50.000.000 selama enam bulan dari sebuah bank yang mengenakan tingkat diskon 12%. Berapakah besarnya diskon dan berapa uang yang diterima Bapak Tri?

Diketahui:

S = 50.000.000
t  = 6/12 = 0,5
d = 12% = 0,12

Ditanya:

Jawaban:

Manipulasi 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.