Pengertian Populasi dan Sampel

Populasi menurut Supranto (2008:22) adalah kumpulan seluruh elemen yang sejenis tetapi dapat dibedakan satu sama lain karena karakteristiknya. Perbedaan-perbedaan itu disebabkan karena adanya nilai karakteristik yang berlainan. Misalnya seluruh karyawan perusahaan merupakan suatu populasi. Disini elemennya berupa orang yaitu karyawan perusahaan. Walaupun jenisnya sama, namun karakteristiknya secara keseluruhan akan berlainan, misalnya umur, pendidikan, masa kerja, jumlah anak, gaji pokok dsb. Populasi bisa seluruh penduduk Indonesia, seluruh perusahaan industri di Indonesia, seluruh petani dijawa tengah dsb. Sampel adalah sebagian dari populasi. Istilah lain dari sampel adalah contoh.

Populasi menurut Kustituanto (1994) adalah seluruh obyek yang ingin diketahui besaran karakteristiknya. Sampel adalah sebagian obyek populasi yang memiliki karakteristik sama dengan karakteristik populasinya, yang ingin diketahui besaran karakteristiknya.

Populasi menurut Suharyadi & Purwanto (2009) adalah Sebuah kumpulan dari semua kemungkinan orang-orang, benda-benda dan ukuran lain dari objek yang menjadi perhatian. Sampel adalah suatu bagian dari populasi tertentu yang menjadi perhatian.

Manfaat penelitian menggunakan sampel dibandikan dengan popuasi antara lain:

             1.         Memerlukan waktu yang lebih cepat

Penelitian dengan populasi akan memerlukan waktu yang lebih lama dibandingkan menggunakan sampel. Hal ini dikarenakan elemen/dokumen  yang diteliti jumlahnya jauh lebih banyak.

            2.         Memerlukan tenaga tidak terlalu banyak 

Penelitian menggunakan sampel memerlukan tenaga yang lebih sedikit dibandingkan menggunakan populasi. Hal ini dikarenakan elemen/dokumen yang diteliti tidak sebanyak menggunakan populasi sehingga dapat menghemat tenaga.

            3.         Dapat menghemat biaya

Penelitian dengan sampel akan menghemat biaya jika dibandingkan dengan menggunakan populasi. Penelitian sampel memerlukan waktu yang lebih singkat, tenaga lebih sedikit sehingga akan  mengurangi biaya yang dibutuhkan.  

            4.         Mengurangi tingkat kesalahan jika cakupan penelitiannya luas

Penelitian yang luas akan membuat peneliti jenuh, bosan dan lelah. Kondisi ini akan membuat peneliti kurang fokus, hati-hati bahkan ngawur.

Untuk lebih jelas lagi mengenai gambaran populasi dan sampel dapat kita lihat ilustrasikan sederhana berikut ini:

Ketika kita pergi ke restoran untuk membeli satu loyang pizza besar. Kemudian pizza tersebut dipotong menjadi 6 bagian dan kita mengambil satu potong dan memakannya. Selanjutnya kita bisa merasakan pizza itu enak atau kurang enak. Hubungan antara pizza dengan materi ini yaitu potongan pizza tersebut dapat kita ibaratkan sampel penelitian dan satu loyang pizza kita ibaratkan populasi. Proses kita makan menunjukkan kita sedang melakukan penelitian. Kita bisa menyimpulkan rasa keseluruhan pizza cukup dengan memakan  satu potong pizza (bagian terkecil pizza) tersebut. Sama halnya ketika kita meneliti menggunakan sampel, sampel yang kita teliti dapat mewakili karakteristik populasi.

Teknik Sampling

     Sampling adalah cara pengumpulan data apabila yang diselidiki adalah elemen sampel dari populasi (Supranto, 2008:23). Teknik sampling adalah teknik pengambilan sampel (Sujarweni, 2019:76).

Untuk menentukan jumlah sampel yang akan digunakan dalam penelitian, kita dapat menggunakan beberapa cara atau teknik sampling. Teknik sampling dibedakan menjadi dua jenis yaitu probability sampling dan non probability sampling. Berikut penjelasan masing-masing teknik:

1.         Probability Sampling / Random Sampling (Sampel Acak)

Sampling acak (random or probability sampling) adalah sampling yang pemilihan elemen-elemen populasinya dilakukan secara acak (random). Pemilihannya dengan menggunakan lotere, undian atau tabel bilangan acak (table of random number) (Supranto, 2008:24).Sedangkan Probability sampling menurut Sujarweni (2019:77) adalah sampling yang memberikan peluang sama bagi setiap unsur(anggota) populasi untuk dipilih menjadi anggota sampel. Teknik ini terdiri dari:

a.     Simple random sampling (Sampel Acak Sederhana)

Simple random sampling adalah sampling dimana pemilihan elemen populasi dilakukan sedemikian rupa sehingga setiap elemen tersebut mempunyai kesempatan yang sama untuk terpilih (Supranto, 2008:24).

Pengambilan sampel dan populasi dengan Simpel random sampling dilakukan secara acak tanpa memperhatikan strata yang ada dalam populasi itu (Sujarweni, 2019:77). Teknik sampling ini simple atau (sederhana) karena pengambilan sampel anggota populasi dilakukan secara acak tanpa memperhatikan strata yang ada dalam populasi itu.

Simple random sampling adalah teknik pengambilan sampel dari anggota populasi yang dilakukan secara acak tanpa memperhatikan strata yang ada dalam populasi itu (Sugiyono, 2001:57). Cara pengambilan sampel dengan simple random sampling dapat dilakukan dengan metode undian, kalkulator, tabel bilangan random atau dengan acak sistematis. Teknik ini digunakan jika elemen populasi bersifat homogen, sehingga elemen manapun yang terpilih menjadi sampel dapat mewakili populasi.

Salah satu teknik pengambilan sampel ini menggunakan undian/lotere. Cara undian dapat dilakukan pada elemen populasi yang jumlahnya relatif sedikit (100 atau kurang). Ilustrasi sebagai berikut:

Misalkan peneliti ingin mengetahui Efektivitas Pembelajaran Daring Menggunakan Media Online Selama Pandemi Covid-19 Pada Mata Pelajaran Statistika Ekonomi. Populasi penelitian yakni seluruh mahasiswa IAIN Jember yang menempuh mata kuliah Statistika Ekonomi secara daring. Sampel yang menjadi responden penelitian ini yakni sebanyak 50 peserta yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling dengan mempertimbangkan homogenitas populasi.  Instrumen pengumpulan data menggunakan kuesioner yang berisi jenis pertanyaan tertutup, semi tertutup, dan terbuka yang dibagikan menggunakan google form.

b.     Stratified random sampling (Sampel Acak Berlapis)

c.     Multistage random sampling

d.     Cluster random sampling

e.    Systematic random sampling

2.         Nonprobability Sampling

Adalah sampling yang tidak memberikan peluang atau kesempatan yang sama besarnya bagi setiap anggota populasi untuk dipilih menjadi anggota sampel.

a.      Sampling sistematis

Adalah teknik pengambilan sampel bedasarkan urutan dari anggota populasi yang telah diberi nomor urut.

Contoh: sampel diambil yang memiliki no ganjil saja.

b.      Sampling kuota

Adalah teknik menentukan sampel dari populasi yang mempunyai ciri-ciri tertentu sampai jumlah kuota yang diinginkan.

Contoh:

Penelitian mengenai pendapat masyarakat dalam urusan ijin mendirikan bangunan. Jumlah sampel yang diperlukan 500 sampel, jika pengumpulan data dilakukan secera kelompok yang terdiri dari 5 orang. Maka 5 orang tersebut harus dapat mencari data sampai 500 anggota sampel.

c.       Sampling insidental

Adalah Teknik penentuan sampel berdasarkan kebetulan.

d.      Purposive Sampling

Adalah teknik penentuan sampel dengan pertimbangan atau kriteria tertentu.

e.      Sampling jenuh

Adalah teknik penentuan sampel bila semua anggota populasi digunakan sebagai sampel. Istilah lain sampel jenuh adalah sensus, dimana semua anggota populasi dijadikan sampel.

f.        Snowball sampling

Adalah teknik penentuan sampel yang mula-mula jumlahnya kecil kemudian membesar.

Menentukan ukuran sampel.

Daftar Pustaka

Yusi, Syahirman dan Idris, Umiyati. 2020. Statistika untuk Ekonomi, Bisnis, & Sosial.  Yogyakarta: Penerbit Andi

Kustituanto, Bambang dan Badrudin, Rudy. 1994. Statistika untuk Ekonomi, Bisnis, & Sosial.  Jakarta: Gunadarma

Hamzah, Lies Maria dkk. 2016. Pengantar Statistika Ekonomi. Bandar Lampung: CV. Anugrah Utama Raharja (AURA)

Sujarweni, V. Wiratna. 2019. Statistik untuk Bsnis dan Ekonomi. Yogyakarta: Pustaka Baru Press.

Supranto, J. 2008. Statistik: Teori dan Aplikasi (Edisi ketujuh jilid 1). Jakarta: Erlangga

Ghozali, Imam. 2016. Aplikasi Analisis Multivariete dengan Program IBM SPSS 23 (edisi kedelapan). Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro.

Sujarweni, V. Wiratna. 2016. Kupas tuntas Penelitian akuntansi dengan SPSS. Yogyakarta: Pustaka Baru Press.

Indriantoro, Nur dan Supomo,  Bambang. 2016. Metodologi Penelitian Bisnis untuk Akuntansi dan Manajemen. Yogyakarta: Fakultas Ekonomi dan Bisnis UGM.

Suharyadi & Purwanto.(2009). Statistika Untuk Ekonomi Dan Keuangan Modern. Jakarta: Salemba Empat.

https://coreaccountingindonesia.blogspot.com

http://samplingkuliah.blogspot.com/2017/01/simple-random-sampling.html

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.