Pendahuluan

Terdapat 2 jenis pembiayaan:

1.      1. Pembiayaan Tidak langsung (indirect financing)

Ketika suatu perusahaan meminjam uang ke Bank karena memerlukan sebuah uang untuk kebutuhan jangka panjang misalkan untuk pembangunan gedung dan pembelian mesin baru. Uang yang diberikan Bank tersebut bukan miliknya sendiri melainkan milik dari para penabung dan deposan. Jadi Bank berperan sebagai perantara dimana pihak yang kekurangan uang (kas defisit) dapat menggunakan dana dari pihak yang kelebihan uang (kas surplus). Pembiayaan seperti ini disebut Pembiayaan Tidak langsung (indirect financing).


Bank mendapatkan spread atau net interest margin sebesar 6 % (12%-6%) sebagai jasa perantara keuangan. Negara yang sistem keuangannya didominasi pembiayaan seperti ini disebut negara dengan sistem berbasis bank atau bank – based seperti di Indonesia dan jepang.

1.      2. Pembiayaan langsung (direct financing)

Seiring dengan berkembangnya zaman dimana peminjam berusaha meminimumkan biaya bunga yang dibayarkan dan mereka yang memiliki uang pun berusaha untuk mendapatkan bunga yang lebih tinggi untuk uangnya. Kedua keinginan tersebut dapat disatukan jika peranan Bank sebagai perantara keuangan dihilangkan sehingga pihak yang kelebihan uang dapat berhubungan langsung dengan pihak yang membutuhkan uang.

Peminjam (emiten) mengeluarkan surat utang sebagai bukti utang yang disebut obligasi untuk diberikan kepada pemberi pinjaman atau investor. Jadi pembiayaan tanpa melalui perantara seperti ini disebut  Pembiayaan langsung (direct financing).

Kedua pihak lebih diuntungkan karena peminjam lebih suka membayar 10% daripada 12% dan investor lebih suka menerima 10% daripada 6%.  Negara yang sistem keuangannya lebih mengandalkan pembiayaan seperti ini disebut negara dengan sistem keuangan berbasis pasar atau marked based seperti Amerika serikat dan Inggris.

Dari uraian diatas dapat kita simpulkan, Obligasi (Bond) sebagai surat utang jangka panjang yang dikeluarkan peminjam (emiten) kepada pemberi pinjaman (investor). (Frensidy, 2016:303)

Ø  Contoh obligasi misalnya: Surat Utang Negara (SUN) yang dikeluarkan pemerintah Indonesia, ORI (Obligasi Negara Ritel) dan Sukri (Sukuk Ritel)

Ø  Emiten dapat berupa: Sebuah perusahaan / korporat, Pemerintah setempat atau Pemerintah asing.

Ø  Investor obligasi umumnya adalah perusahaan asuransi, dana pensiun dan perusahaan lain atau investor pribadi.

OBLIGASI BERBUNGA (Coupon bond)

Merupakan obligasi yang memberikan bunga secara periodik kepada pemegangnya. (Frensidy, 2016:305)

Obligasi berbunga berisi:

1.       Nilai nominal

         Yaitu besarnya utang yang akan dilunasi pada saat jatuh tempo

2.       Tanggal jatuh tempo

        Yaitu tanggal pelunasan utang obligasi

3.       Tingkat bunga obligasi atau kupon  

        Biasanya  dalam persentase dan dinyatakan per tahun (p.a.)

4.       Tanggal pembayaran bunga

        Yang menjelaskan apakah bunga obligasi dibayar setahun sekali atau setahun dua kali.


Harga Obligasi yang diperdagangkan biasanya dinyatakan dengan angka presentase (tanpa %). Misalkan jika harga penutupan sebuah obligasi 105 berarti obligasi itu diperdagangkan pada 105% dari harga nominal.


PENENTUAN HARGA WAJAR

Harga wajar obligasi adalah jumlah nilai sekarang (present value) dari anuitas (cicilan) bunga yang dibayarkan dan nilai sekarang dari nilai nominalnya.

Atau

Harga wajar obligasi adalah selisih antara bunga (yield) yang diharapkan dan kupon yang dibayarkan. Kemudian menghitung nilai sekarang dari anuitas (cicilan) selisih bunga ini ditambah dengan nilai nominalnya.

Dimana:

F              = nilai nominal atau nilai pari obligasi

c              = tingkat bunga (kupon) obligasi per periode

C             = pembayaran bunga per periode

n             = jumlah  periode

P             = harga wajar obligasi

I               = Yield per periode

               Yield adalah tingkat pengembalian investasi bagi seorang investor yang dinyatakan dalam persentase

contoh 1


OBLIGASI TAK BERBUNGA (Zero Coupon bond)

Yaitu obligasi yang tidak membayar bunga secara periodik dan hanya membayar nilai nominal saat jatuh tempo. Obligasi ini dinyatakan dengan persamaan:

Dimana:

F              = nilai nominal atau nilai pari obligasi

n             = jumlah  periode

P             = harga wajar obligasi

i               = Yield per periode



contoh 2



OBLIGASI  Dapat Ditebus (Callable bond)

Yaitu obligasi yang yang dapat ditebus sebelum jatuh tempo. Hak untuk menebus obligasi yang dilakukan emiten digunakan jika menguntungkan misalnya keadaan tingkat bunga pasar sudah turun dan lebih rendah daripada tingkat bunga obligasi.


contoh 3


 

contoh 4


Daftar Pustaka

Frensidy, Budi. 2019. Matematika Keuangan, Edisi keempat, Jakarta: Salemba Empat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.