Definisi Penelitian Pustaka

Perpustakaan menurut Undang-undang No. 43 Tahun 2007 adalah institusi pengelola koleksi karya tulis, karya cetak, dan/atau karya rekam secara profesional dengan sistem yang baku guna memenuhi kebutuhan pendidikan, penelitian, pelestarian, informasi, dan rekreasi para pemustaka.

Penelitian adalah suatu proses pengumpulan dan analisis data yang dilakukan secara sistematis dan logis untuk mencapai, tujuan-tujuan tertentu. Pengumpulan dan analisis data yang dimaksud adalah dengan menggunakan metode-metode ilmiah, baik yang bersifat kuantatif maupun kualitatif, eksperimental atau noneksperimental, interaktif atau noninteraktif, tergantung tujuan penelitian dan hasil yang ingin diketahui sehingga berpengaruh pula pada paradigm yang menyelimutinya. Penelitian merupakan upaya untuk mengembangkan pengetahuan, serta mengembangkan dan menguji teori (Suyitno, 2018:1-2).

Riset kepustakaan (Zed, 2008:3) adalah serangkaian kegiatan yang berkenaan dengan metode pengumpulan data pustaka, membaca dan mencatat serta mengolah bahan penelitian.

 Ciri Utama Studi Kepustakaan

Ciri-ciri studi kepustakaan antara lain (Zed, 2008:4-5):

  1. Peneliti berhadapan langsung dengan teks (nash) atau data angka dan bukan dengan pengetahuan langsung dari lapangan atau saksi-mata (eyewitness) berupa kejadian, orang atau benda-benda lainnya.
  2. Data pustaka bersifat “siap pakai” (ready made). Artinya peneliti tidak pergi kemana-mana, kecuali hanya berhadapan langsung dengan bahan sumber yang sudah tersedia di perpustakaan.
  3. Data pustaka umumnya sumber sekunder, dalam arti peneliti memperoleh bahan dari tangan kedua dan bukan data orisinil dari tangan pertama dilapangan. Jika mengenai sudut metode sejarah, Data pustaka bisa bersumber primer, dalam artian data itu ditulis oleh tangan pertama atau oleh pelaku sejarah itu sendiri.
  4. Kondisi data pustaka tidak dibatasi oleh ruang dan waktu. Peneliti berhadapan dengan informasi statik, tetap. Artinya kapan pun dia datang dan pergi, data tersebut tidak akan pernah berubah karena ia sudah merupaka data “mati” yang tersimpan dalam rekaman tertulis (teks, angka, gambar, rekaman tape atau film).

 Jenis-jenis Penelitian Kepustakaan

Penelitian kepustakaan dikelompokkan menjadi empat jenis menurut Hamzah (2019:33):

a.    Studi teks kewahyuan

Bidang kewahyuan adalah penelitian terhadap teks-teks Al-Qur’an atau kitab lain yang membahas masalah tertentu, misalnya tentang prinsip-prinsip hukum dalam Al-Qur’an, atau masalah lainnya misalnya pendidikan, politik, ekonomi, sosial dsb.

b.    Kajian pemikiran tokoh

Kajian ini merupakan usaha menggali pemikiran tokoh-tokoh tertentu yang memiliki karya-karya fenomenal. Karya-karya tersebut bisa berupa buku, surat, pesan atau dokumen lain. Peneliti harus memberikan alasan-alasan akademik pentingnya mengkaji pemikiran tokoh yang dimaksud.

c.    Analisis buku teks

Analisis buku teks adalah buku-buku pelajaran dari sekolah dasar sampai perguruan tinggi. Analisis buku teks pelajaran di sekolah biasanya bersifat evaluasi untuk mengukur relevansi materi buku dengan perkembangan sosial budaya masyarakat serta perkembangan teknologi mutakhir. Khusus untuk perguruan tinggi lebih bersifat pengembangan atau implementasi teori yang telah ada, dan relevansinya dengan perkembangan sosial budaya masyarakat.

d.    Kajian sejarah

Hampir seluruh penelitian sejarah menggunakan metode penelitian kepustakaan dengan teknik pengumpulan data dokumenter. Data-data yang diteliti tidak hanya buku-buku teks, melainkan juga benda-benda peninggalan yang memiliki hubungan dengan tema penelitian. Penelitian sejarah tidak sebatas membaca peristiwa di masa lampau, namun yang terpenting adalah analisis untuk mengungkap peristiwa-peristiwa di balik bukti-bukti sejarah yang ada.

Desain Penelitian Kepustakaan

Langkah-langkah dalam penelitian kepustakaan antara lain (Hamzah, 2019:77):

a.    Identifikasi permasalahan

Pertama menetapkan fokus penelitian yang berangkat dari permasalahan yang akan dipecahkan. Selanjutnya mengembangkan pembenaran (justifikasi) teoritik praktik. Terakhir mengemukakan pentingnya dilakukan penelitian.

b.      Landasan teori

Landasan teori yang digunakan untuk menjelaskan kerangka berpikir filosofis/paradigm penelitian, yang berfungsi memberikan keterangan sementara mengenai peristiwa-peristiwa dan hubungan-hubungan yang diamati. Dengan cara menunjukkan bentuk-bentuk hubungan paradigmatik. Biasanya tercermin dalam judul penelitian yang sudah ditetapkan.

c.      Penetapan maksud penelitian

Penelitian kepustakaan mengacu pada kerangka filosofis atau paradigma yaitu:

1)   Paradigma pos-positivisme, bertujuan menemukan teori-teori baru atau merumuskan hipotes-hipotes untuk memproduksi pengetahuan baru atau terbarukan.

2)  Paradigma kontruksi sosial, bekerja mengontruksi makna untuk menciptakan atau mengembangkan teori-teori baru atau pola makna.

3)  Paradigma kerangka transformatif, bertujuan memuat agenda aksi demi perubahan yang dapat mengubah kehidupan individu, masyarakat, dan bahkan kehidupan para peneliti sendiri.

4)  Teori feminis, bertujuan melindungi pengetahuan dan interaksionalitas yang ada dalam realitas masyarakat.

5)   Teori kritis, berfokus pada tujuan pemberdayaan manusia untuk mengatasi belenggu yang disebabkan oleh ras, kelas dan gender.

6)  Teori ras kritis, bertujuan menghilangkan isu-isu SARA.

7)   Teori queer, bertujuan mengeksplorasi beragam gagasan dan identitas serta bagaimana identitas itu berproduksi dan tampil dalam forum sosial.

8)  Teori disabilitas, bertujuan menumbuhkan kesadaran pada masyarakat tentang fakta sosial disabilitas untuk mendapatkan hak-hak mereka sama seperti warga masyarakat lain.

d.      Pengumpulan data

Pengumpulan data adalah upaya yang dilakukan untuk menghimpun informasi yang relevan dengan topik atau masalah yang sedang diteliti. Informasi dapat diperoleh dari buku-buku ilmiah, laporan penelitian, karangan ilmiah, tesis, disertasi, peraturan, dan lain-lain.

e.       Analisis dan interpretasi data kepustakaan

Pengambilan data penelitian kepustakaan dilakukan dengan:

1)      analisis Teks

Menurut Luxemburg (1989) teks adalah ungkapan bahasa yang menurut isi, sintaksis dan pragmatik merupakan satu kesatuan.[pltMenurut kridalaksa (2011) te ks adalah satuan bahasa yang lengkap bersifat abstrak; deretan kalimat, kata, dan sebagainya yang membentuk ujaran; ujaran  yang dihasilkan dalam interaksi manusia.

Menurut Fairclough (1995:4) teks merupakan bagian dari bahasa tertulis yang secara keseluruhan “bekerja” seperti puisi dan novel, atau bagian yang relatif diskrit pekerjaan seperti sebuah bab.

Menurut Hamzah (2019:88) teks adalah suatu kesatuan bahasa yang memiliki isi dan bentuk, baik lisan maupun tulisan yang disampaikan oleh seorang pengirim kepada penerima untuk menyampaikan pesan tertentu.

2)     Analisis wacana

Wacana terdiri dari unsur verbal (lingusitik) dan nonverbal (nonlinguistik). Secara verbal, struktur wacana merupakan satuan lingual tertinggi dalam hirarki kebahasaan sedangkan unsur nonverbal mengandung pengetahuan dan informasi tak terbatas.

Menurut Tarigan (1993: 25) wacana adalah satuan bahasa; terlengkap, terbesar dan tertinggi; diatas kalimat/klausa; teratur; berkesinambungan baik lisan maupun tulisandan mempunyai awal dan akhir yang nyata. 

Menurut Hamzah (2019:89) wacana merupakan peristiwa kebahasaan yang utuh, baik lisan maupun tulisan yang berupa rentetan kalimat yang saling berkaitan dan membentuk satu kesatuan makna.

 

Metode Analisis teks dan wacana (Kepustakaan)

Dalam buku Metode Analisis Teks dan Wacana terdapat 12 Metode analisis. (Titscer, Stefan, dkk, penerjemah Gasali, dkk, 2009) yaitu:

1.         Metode Analisis Isi

Adalah metode analisis teks yang digunakan untuk mengumpulkan dan menganalisis muatan sebuah teks, dapat berupa kata-kata, makna gambar, simbol, gagasan, tema dan bermacam pesan yang dapat dikomunikasikan.

Metode analisis isi berusaha melihat konsistensi makna dalam sebuah teks yang dijabarkan dalam pola – pola terstruktur dan dapat diberlakukan pada semua penelitian sosial.

Menurut Lasswell (1946) Analisis Isi dapat dipergunakan jika mempunyai syarat:

a)   Data yang tersedia sebagian besar terdiri dari bahan yang terdokumentasikan (buku, surat kabar, naskah)

b)   Ada keterangan pelengkap atau kerangka teori tertentu yang menerangkan dan sebagai metode pendekatan terhadap data.

c)    Peneliti yang mempunyai kemampuan teknis mengolah data.

Menurut Neuman (2000;296-298) langkah-langkah kerja metode analisis Isi adalah

a)   Menentukan unit analisis

b)   Menentukan sampling

c)    Menentukan Variabel

d)   Menyusun kategori pengkodean

e)   Menarik kesimpulan

2.        Metode Grounded Theory (metode Pemecahan masalah)

Adalah penekanan analisis pada tindakan dan situasi yang problematik.

Prosedur kerja Grounded Theory (dalam Tiysche, dkk. 2009:126-132) yaitu:

a)   Pengumpulan data

b)   Penentuan konsep dan indikator

c)    Penentuan prosedur koding

d)   Analisis dan penyimpulan

3.        Metode Etnografi

Adalah kajian hubungan bahasa dengan budaya. Tujuan metode etnografi dalam analisis wacana adalah menginterpretasi teks berdasarkan latar belakang struktur budaya atau teks sebagai alat untuk mengkonstruksi budaya.

4.        Metode Analisis MCD Etnometodologis

Metode yang berakar pada pandangan filsafat fenomenologi Hussel dan Wittgenstein yang mengkaji hubungan bahasa tutur dengan pandangan hidup. Analisis ini dikembangkan untuk menganalisis situasi, percakapan, interaksi komunikasi sehari-hari.

5.        Metode Analisis Percakapan Etnometodologis

Tujuan metode analisis ini adalah berusaha menemukan prosedur dan prinsip generatif yang digunakan oleh partisipan untuk menghasilkan struktur karakteristik dan tatanan dari sebuah situasi komunikatif(dalam Titsher, dkk., 2009:177)

Analisis percakapan ini memiliki kaidah sebagai berikut:

a)   Tujuan penelitian hendaknya dirumuskan sejelas-jelasnya dan hipotesis hendknya diuji.

b)   Semua jenis informasi yang penting bagi percakapan hendaknya dibuat eksplisit

c)    Catatan pengumpulan data harus cermat

6.        Metode Semiotik

Merupakan Metode yang  asumsi dasar teorinya berpangkal pemahaman semiotik terhadap komunikasi dimana komunikasi terdiri atas proses semiotik, yaitu hubungan antara tanda (sign) dan petanda (signfield) melalui makna.

7.        Metode SYMLOG

Merupakan akronim System for the Multiple Level Observation of Group. Metode ini didasari atas teori kognisi sosial, interaksionisme simbolik, teori pertukaran sosial, dan pendekatan terapi keluarga. Metode ini memiliki tujuan mengkaji kelompok sosial dan bagaimana hubungannya dalam kelompok.

8.       Metode Analisis Wacana Kritis (CDA)

Dimaknai sebagai pernyataan-pernyataan yang tidak hanya mencerminkan, mempresentasikan, mengkonstruksi dan membentuk entitas dan relasi sosial. Konsep ini dipertegas oleh Fairclough dan Wodak yang melihat praktik wacana bisa jadi menampilkan efek ideologis yang berarti dapat memproduksi hubungan kekuasaan yang tidak imbang antara kelas sosial, laki-laki dan wanita, kelompok mayoritas dan minoritas sehingga perbedaan itu direpresentasikan dalam praktik sosial.

9.        Metode Pragmatik Fungsional

Adalah metode yang memandang sebagai sebuah reaksi terhadap proses tambahan dari kompetensi kehilangan dalam linguistik yang termanifestasi dalam penciptaan istilah-istilah seperti pragmalinguistik, atau psikolinguistik, sosiolinguistik.

10.    Metode Teori Perbedaan

Adalah komunikasi sebagai proses penyeleksian komponen informasi, ujaran dan pemahaman. Terdapat 4 fase dalam metode teori perbedaan yaitu:

a)   Analisis atas pembedaan-pembedaan yang eksplisit

b)   Analisis atas pembedaan-pembedaan yang implisit

c)    Membandingkan pembedaan-pembedaan yang eksplisit dengan implisit

d)   Merangkum

11.     Metode Hermeneutik Objektif

Adalah metode analisis untuk mengungkapkan atau menafsirkan pikiran-pikiran seseorang dalam kata-kata yang tertuang dalam teks yang telah disusunnya.

12.    Metode Framing

Adalah bagian dari analisis isi yang melakukan penilaian tentang wacana persaingan antar kelompok yang muncul atau tampak di media.

 Pemeriksaan Keabsahan data

pemeriksaan keabsahan data dilakukan setalah melakukan analisis dan interpretasi data yang mempunyai tujuan untuk memastikan hasil dapat dipercaya dan temuan penelitian sudah akurat.

Menurut Guba (1985) terdapat kriteria dalam validasi temuan yaitu:

1.       Credibility

Digunakan untuk mengatasi kompleksitas data yang tidak mudah untuk dijelaskan oleh sumber data dengan cara di latar penelitian sepanjang waktu, melakukan observasi yang cermat dan melakukan diskusi dengan sejawat selama proses penelitian berlangsung.

2.      Transferability

Adalah validitas yang menyatakan bahwa kebergantungan untuk menunjukkan stabilitas data dengan memeriksa data dari beberapa metode yang digunakan sehingga tidak terjadi perbedaan antara data satu dengan yang lain.

3.      Confirmabilty (kepastian)

        Untuk menunjukkan netralitas dan objektivitas data, dengan menggunakan jurnal guna             melakukan refleksi terhadap data yang dikumpulkan.

Daftar Pustaka

Hamzah, A. 2019. Metode Penelitian Kepustakaan. Malang: Literasi Nusantara.

Suyitno. 2018. Metode Penelitian Kualitatif Konsep, Prinsip Dan Operasionalnya. Tulungagung: Akademia Pustaka.

Zed, M. 2008. Metode Penelitian Kepustakaan. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.