Pengertian Sistem Informasi Manajemen

Sistem adalah suatu kumpulan kesatuan dan perangkat hubungan satu sama lain.  Suatu sistem terdiri dari unsur-unsur antara lain; masukan (input), pengolahan (proses) dan keluaran (output). Sistem menurut Jogiyanto adalah gabungan dari berbagai elemen yang berhubungan dan berinteraksi untuk menyelesaikan tujuan.
Informasi adalah data yang telah diolah sehingga memiliki arti dan manfaat yang berguna. Informasi menurut Raymond Mc. Leod adalah data yang telah diolah menjadi bentuk yang memiliki arti bagi si penerima dan bermanfaat bagi pengambilan keputusan saat ini atau mendatang. Informasi merupakan salah satu jenis sumber daya yang paling utama yang dimiliki oleh suatu organisasi apapun jenis organisasi tersebut Bentuk dan kemampuan perusahaan mengelola informasi selain akan mempengaruhi kualitas informasi yang dihasilkan didalam organisasi tersebut juga akan mempengaruhi kualitas hubungan atau integrasi diantara pelaku organisasi (Susanto, 2017:2).
Kualitas suatu informasi tergantung dari 3 (tiga) hal yaitu:
  • Akurat, informasi harus bebas dari kesalahan-kesalahan dan tidak bias atau menyesatkan.
  • Tepat waktu, Informasi yang datang pada si penerima tidak boleh terlambat.
  • Relevan, informasi harus mempunyai manfaat untuk pemakainya. Relevansi informasi untuk orang satu dengan orang yang lain berbeda, misalnya informasi sebab musabab kerusakan mesin produksi relevan bila ditujukan kepada ahli teknik perusahaan bukan kepada accounting.
Data adalah representasi dunia nyata yang mewakili suatu objek seperti manusia (pegawai, mahasiwa, pembeli, pelanggan), barang (hewan, peristiwa, konsep, keadaan, dan lain-lain) yang direkam dalam bentuk angka, huruf, simbol, teks, gambar bunyi atau kombinasinya.
Manajemen adalah kegiatan yang dilakukan untuk menyelesaikan suatu pekerjaan secara bersama-sama dan melibatkan orang lain demi mencapai tujuan. Menurut Mary Parker Follet management is the art of getting things done through people. Manajemen adalah seni menyelesaikan pekerjaan melalui orang lain.
Sistem informasi manajemen (SIM) menurut Faisal (2008:171-172) adalah jaringan prosedur data yang dikembangkan dalam suatu sistem secara terpadu dengan maksud memberikan informasi baik intern dan ekstern kepada manajemen, sebagai dasar pengambilan keputusan.
  • Sistem Informasi Manajemen menurut Gordon B. Davis
Sistem Informasi Manajemen adalah suatu sistem manusia, mesin, yang terintegrasi dalam menyediakan informasi untuk mendukung kegiatan-kegiatan operasional, manajemen dan pengambilan keputusan suatu organisasi.
  • Sistem Informasi Manajemen menurut Raymond McLeod Jr. (1995)
Sistem Informasi Manajemen adalah suatu sistem berbasis komputer yang menyediakan informasi bagi beberapa pemakai yang mempunyai kebutuhan yang serupa. Informasi menjelaskan perusahaan atau salah satu sistem utamanya mengenai apa yang telah terjadi di masa lalu, apa yang sedang terjadi sekarang dan apa yang mungkin terjadi di masa depan.

Komponen Sistem Informasi Manajemen

Komponen SIM menurut Faisal (2008:172-173) terdiri dari:
  • Perangkat keras, terdiri dari unit komputer, unit penyimpan, unit pencetak, unit scan, unit modem, unit wifi, unit router, unit hub/switch hub.
  • Perangkat lunak
    • Sistem perangkat lunak umum, sistem operasional dan sistem manajemen data.
    • Aplikasi perangkat lunak umum, contoh model analisis dan sistem pendukung keputusan.
    • Aplikasi perangkat lunak yang terdiri dari program khusus dibuat untuk aplikasi.
  • Database, berupa file yang berisi program dan sub program sebagai media penyimpan, manipulasi, editing dan sebagainya. Contoh oracle, SQL Server, MYSQL, Postgre, Ms. Access dll.
  • Prosedur, berupa panduan, intruksi, tata tertib.
  • Petugas, orang yang berkecimpung di dalam SIM. Seperti programmer, analis system, operator komputer, manajer SIM.

Struktur Sistem Informasi Manajemen

Struktur SIM terdiri dari sub sistem – sub sistem yang masing-masing dibagi menjadi (Faisal, 2008:173):
1.         Proses pengolahan transaksi
2.        Dukungan Operasi sistem informasi
3.        Dukungan pengendalian manajerial dalam informasi
4.        Dukungan perencanaan strategis sistem informasi

Fungsi Sistem Informasi Manajemen

Fungsi utama yang diterapkan oleh sistem infomasi manajemen di dalam sebuah organisasi ialah sebagai berikut:
  1. Memudahkan pihak manajemen dalam hal melakukan sebuah perencanaan, pengawasan, pengarahan serta pendelegasian kerja terhadap seluruh departemen yang memiliki ikatan komando atau koordinasi dengannya.
  2. Untuk meningkatkan suatu efisiensi serta efektifitas data yang tersaji akurat dan juga tepat waktu.
  3. Untuk meningkatkan sebuah produktifitas serta penghematan biaya dalam sebuah organisasi.
  4. Untuk meningkatkan kualitas dari sumber daya manusia, sebab unit sistem kerja yang terkoordinir dan juga sistematis.

Tujuan Sistem Informasi Manajemen

Tujuan Sistem Informasi Manajemen:
  1. Untuk menyediakan suatu informasi dalam pengambilan suatu keputusan.
  2. Untuk menyediakan suatu informasi yang digunakan didalam suatu perencanaan, pengendalian, pengevaluasian dan juga perbaikan berkelanjutan.
  3. Untuk menyediakan suatu informasi yang dipergunakan di dalam suatu perhitungan harga pokok produk, jasa dan tujuan lainnya yang diinginkan oleh manajemen.

Manfaat Sistem Informasi Manajemen bagi Perusahaan

Manfaat sistem informasi manajemen bagi perusahaan antara lain:
  1. Meningkatkan efisiensi operasional karena adanya otomatisasi, adanya standarisasi laporan, adanya pusatan data.
  2. Informasi lebih akurat
  3. Mempermudah pihak manajemen dalam pengambilan keputusan manajerial (baik dalam perencanaan, pengawasan, pengarahan, serta pendelegasian kerja terhadap seluruh departemen yang mempunyai ikatan atau koordinasi).
  4. Meningkatkan produktivitas di dalam organisasi.

Klasifikasi Sistem Informasi Manajemen

SIM merupakan kumpulan dari berbagai macam dari sistem informasi, oleh sebab itu SIM terdiri dari beberap sistem seperti yang ada di bawah ini:
  • Sistem informasi personalia (personal information systems)
  • Sistem informasi akuntansi (accounting information systems)
  • Sistem informasi pemasaran (marketing information systems)
  • Sistem informasi persediaan (inventory management information systems
  • Sistem informasi distribusi (distribution information systems)
  • Sistem informasi pembelian (purchasing information systems)
  • Sistem informasi kekayaan (treasury information systems)
  • SI penelitian dan pengembangan (research and development information systems).
  • Sistem informasi analisis kredit (credit analysis information systems)
  • Sistem informasi teknik (engineering information systems)

Pengguna Sistem Informasi Manajemen

Informasi digunakan baik oleh perorangan maupun organisasi/perusahaan. Perorangan seperti Pendidikan, kesehatan, pariwisata dsb. Organisasi perusahaan misalnya manajer untuk mengetahui terkait dengan harga bahan baku, harga produk, daerah pemasaran, administrator, programmer dsb. Manajer mengelola lima jenis sumber daya, antara lain:
  • Manusia (sumber daya fisik)
  • Material (sumber daya fisik)
  • Mesin (sumber daya fisik)
  • Uang (sumber daya fisik)
  • Data dan Informasi (sumber daya konseptual)
Kebutuhan sistem informasi dalam kegiatan manajemen dapat dibagi menjadi tiga tingkatan manajemen yaitu (Arisandi dkk., 2017:18):
  1. Tingkat perencanaan strategis, seperti direktur dan para wakil direktur.
  2. Tingkat pengendalian manajemen/management control seperti manajemen tingkat menengah  yang mencakup manajer wilayah, direktur produk dan kepala divisi.
  3. Tingkat pengendalian operasional yakni manajer tingkat bawah mencakup kepala departemen, penyelia, dan pimpinan proyek yang bertanggung jawab pada pelaksanaan rencana-rencana tingkat yang lebih tinggi.

Sistem Informasi Manajemen dan Keunggulan Bersaing

Menggunakan teknologi informasi dalam dunia bisnis untuk menghadapi globalisasi sering menghasilkan sistem informasi yang dapat membantu perusahaan unggul dalam bersaing di pasar.Permasalahan yang dihadapi oleh perusahaan bukan hanya harus berhadapan dengan pesaing akan tetapi perusahaan juga dihadapkan kepada permasalahan yang berkaitan dengan pelanggan, pemasok, investor potensial yang akan berinventasi untuk produk yang sama dengan yang dihasilkan perusahaan, dan perusahaan yang memberikan produk serta layanan yang bisa menjadi alternatif pengganti bagi produk yang dihasilkannya. Sistem informasi dengan teknologi informasi yang digunakannya dapat berperan sangat besar dalam menerapkan berbagai macam strategi seperti (Susanto, 2017:10):
  • Strategi biaya, dengan menggunakan teknologi informasi perusahaan dapat memproduksi dengan biaya lebih murah, menurunkan biaya yang dikeluarkan oleh pelanggan saat mau membeli produk dan menurunkan biaya yang harus dikeluarkan oleh pemasok saat menjual barang.
  • Strategi diferensiasi (membuat produk yang unik), membangun cara bagaimana menggunakan teknologi informasi untuk mendiferensiasi produk dan jasa dari produk dan jasa yang dihasilkan oleh pesaing sehingga konsumen akan mempersepsikan bahwa produk dan jasa yang dihasilkan memiliki bentuk dan keuntungan tersendiri. Misalnya memberikan layanan kepada konsumen dengan cepat dan lengkap melalui situs di internet.
  • Strategi inovasi, memperkenalkan produk dan jasa yang unik atau belum ada sebelumnya dengan melibatkan unsur teknologi informasi. Misalkan menggunakan teknologi informasi untuk merubah secara radikal proses bisnis sehingga terjadi perubahan mendasar dalam cara berbisnis. Misalkan konsumen mendesain sendiri produk yang dipesannya melalui internet.
Agar dapat bersaing, perusahaan harus menghasilkan produk berkualitas. Adapun dimensi kualitas produk meliputi: kinerja, penampilan, Keandalan, kesesuaian,daya tahan,mudah dipakai, keindahan, persepsi terhadap kualitas. Adapun dimensi kualitas jasa adalah: berwujud, keandalan, jaminan kepastian,emphaty

Sistem Informasi Manajemen dan Sistem Informasi Akuntansi

Didalam sistem informasi manajemen ada sub sistem informasi yang memiliki tugas mengolah data keuangan menjadi informa si keuangan, sistem informasi ini disebut sebagai sistem informasi akuntansi. Fokus sistem informasi akuntansi adalah pada manajemen tingkat bawah atau operasional. Informasi-informasi yang dihasilkan pada manajemen tingkat bawah selanjutnya diproses lagi bersama dengan informasi lainnya untuk menghasilkan informasi baru yang diperlukan baik oleh tingkat manajemen yang lebih tinggi atau oleh manajemen pada fungsi bisnis yang lain. Informasi yang dihasilkan oleh manajemen dengan tingkatan yang lebih tinggi bentuknya lebih ringkas. Tingkat keringkasan informasi ini sesuai dengan tingkatan manajemen semakin tinggi akan semakin ringkas (Susanto, 2017:9).

Perkembangan Sistem Informasi Manajemen

Pengembangan sistem dapat berarti menyusun suatu sistem yang baru untuk menggantikan sistem yang lama secara keseluruhan atau memperbaiki sistem yang telah ada. Dengan telah dikembangkannya sistem yang baru, maka diharapkan akan terjadi peningkatan-peningkatan di sistem yang baru seperti: perbaikan kinerja, kualitas informasi, lebih ekonomis, sistem pengendalian, efisiensi, dan pelayanan.
Robert H. Blismer (1985), dalam bukunya “Computer Annual, An Introduction to Information Systems” mendefinisikan tahapan siklus hidup sistem sebagai berikut:
1. Memahami sistem yang ada (understanding the existing system).
  • Mengumpulkan informasi (collecting information).
  • Menganalisis sistem yang ada (analyzing the existing system).
2. Mendefinisikan kebutuhan sistem yang baru (defining new system requirement).
  • Pertimbangan-pertimbangan perencanaan (planning considerations).
  • Kebutuhan keluaran, masukan, simpanan, dan pengolahan (output, input, storage, and processing requirement).
  • Mengidentifikasi kriteria penilaian (identify evaluation criteria).
3. Proses desain sistem (the system design process).
  • Desain keluaran (output design).
  • Desain masukan (input design).
  • Desain file (file design).
  • Desain pengolahan sistem (system processing design).
  • Pengendalian sistem (system control).
  • Dokumentasi rinci (detail documentation).
4. Pengembangan dan implementasi sistem (system development and implementation).
  • Menilai perangkat lunak paket (evaluating packaged software).
  • Pengembangan perangkat lunak (software development).
  • Dokumentasi sistem dan pelatihan (system documentation and training).
  • Pengetesan sistem (system testing).
  • Implementasi sistem (system implementation).
Siklus hidup sistem (system life cycle) adalah proses evolusioner yang diikuti dalam menerapkan sistem atau subsistem informasi berbasis komputer, yang terdiri dari serangkaian tugas yang erat mengikuti langkah-langkah pendekatan sistem. Tahapan ini terdiri dari; perencanaan, analisis, rancangan, penerapan dan penggunaan (Faisal, 2008:178).
Metodologi pengembangan sistem adalah prosedur yang digunakan dalam mengembangkan sistem informasi. Prosedur pemecahan masalah dikenal dengan algoritma.  Metodologi diklasifikasikan menjadi tiga bagian, yaitu (Faisal, 2008:184-185):
  1. Data Oriented Methodology, metodologi ini menekankan pada karakteristik dari data yang akan diproses.
  2. Functional Decomposition Methodology, metodologi ini menekankan pada pemecahan dari sistem ke dalam subsitem-subsistem yang lebih kecil.
  3. Prescriptive Methodology, menggunakan aturan-aturan tertentu yang didefinisikan (misalnya dengan aliran kerja (workflow)).
Tahapan membangun SIM antara lain:
1. Tahap Observasi
Tahap observasi terdiri dari studi awal dan studi kelayakan. Dalam observasi sistem yang paling berperan adalah bagian analyst sistem. Langkah-langkah analyst sistem antara lain:
  • Menyiapkan rancangan sistem secara detail
  • Mengidentifikasi alternatif konfigurasi sistem
  • Mengevaluasi alternatif konfigurasi sistem
  • Memilih konfigurasi terbaik
  • Menyiapkan usulan penerapan
2. Tahap analisis sistem
  • Menentukan kebutuhan sistem
  • Membuat rencana rancangan sistem
  • Pembahasan sistem berjalan
3. Tahap perancangan sistem
  • Perancangan sistem
  • Spesifikasi teknis
  • Pembuatan program
  • Testing program
  • Pelatihan pemakai sistem
4. Tahap implementasi sistem
  • Instalasi dan peralihan sistem lama ke sistem baru
  • Melakukan testing sistem
  • Running program
  • Laporan hasil running program
5. Tahap maintenance sistem
  • Pengendalian dan perawatan sistem pada waktu running program dalam periode tertentu.
  • Perbaikan subsistem yang bermasalah
  • Penjaminan keberlangsungan sistem dalam periode tertentu.
Daftar Pustaka
Arisandy, dkk. 2017. Sistem Informasi Manajemen (Teori dan Implementasi dalam Bisnis). Yogyakarta. Pustaka Pelajar  
Faisal, M. 2008. Sistem Informasi Manajemen Jaringan. Malang. UIN Malang Press.
Winarno, W. W. 2006. Sistem Informasi Manajemen. Yogyakarta. UPP STIM YKPN.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.