Auditing memiliki sifat analitis, karena akuntan publik memulai pemeriksaannya dari angka-angka dalam laporan keuangan, lalu dicocokkan dengan neraca saldo (trial balance), buku besar (general ledger), buku harian (special journals), bukti-bukti pembukuan (documents) dan sub buku besar (sub ledger).
Akuntansi memiliki sifat konstruktif, karena disusun mulai dari bukti-bukti pembukuan, buku harian, buku besar dan sub buku besar, neraca saldo sampai laporan keuangan.
Akuntansi dilakukan oleh pegawai perusahaan dengan pedoman SAK atau ETAP atau IFRS sedangkan auditing dilakukan oleh akuntan publik yang berpedoman pada SPAP, Kode Etik Profesi Akuntan Publik dan Standar Pengendalian Mutu.
Daftar Pustaka
Agoes, S.  2018. Auditing-Petunjuk Praktis Pemeriksaan Akuntan oleh Kantor Akuntan Publik. Jakarta: Salemba Empat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.