Auditor dimulai pada era Kristen, catatan-catatan menunjukkan audit telah dilakukan sekitar 3000 SM. Audit merupakan pendengar, yaitu mendengarkan pembayar pajak seperti petani. Petani harus memberikan pernyataan publik terkait aktivitas bisnis dan beban pajak yang harus dibayarkan.
Pada pemerintahan dinasti Zhao di Tiongkok (1046-221 SM) terdapat penyusunan anggaran dan audit di seluruh pemerintahan.
Pada era dinasti di mesir (3000 SM), dimana pada saat itu raja menggunakan jasa auditor untuk menghitung barang-barang kerajaan. Setiap ruang penyimpanan terdapat 2 auditor. satu auditor untuk menghitung barang-barang yang tiba diruang pintu penyimpanan, sementara auditor lainnya menghitung barang-barang setelah barang disimpan. Pengawas akan memeriksa kedua catatan, apabila terdapat perbedaan maka auditor akan dihukum mati.
Permintaan atas pengauditan pada kasus diatas khusunya pada dinasti di Mesir disebabkan karena keinginan raja-raja Mesir agar laporan atas barang-barang yang dimiliki kerajaan disajikan secara akurat. Sehingga peranan auditor pada kasus ini adalah meningkatkan kualitas dan kredibilitas laporan.
Daftar Pustaka
Hayes, R., Wallage, P., dan Gortemaker, H. (2017). Prinsip-prinsip Pengauditan International Standards on Auditing (edisi ketiga). Jakarta: Salemba Empat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.