Pengertian Oligopoli

Oligopoli merupakan pasar barang yang terdiri dari beberapa perusahaan yang mempunyai ukuran dan modal relatif besar, barang yang dihasilkan berbeda corak atau barang serupa (Sukirno, 2005:324).
Oligopoli yang terdiri dari dua perusahaan disebut dengan duopoli. Ciri-ciri oligopoli antara lain (Sukirno, 2005:315):
  • Terdiri dari beberapa perusahaan dengan ukuran yang relatif besar.
  • Menghasilkan barang standar maupun barang yang berbeda corak. Industri oligopoli yang menghasilkan bahan mentah seperti produsen bensin, baja, aluminium, semen dan bahan bangunan. Industri oligopoli juga menghasilkan barang yang berbeda corak yang biasa merupakan barang akhir seperti industri mobil, truk, rokok, sabun cuci dan sabun mandi.
  • Kekuasaan menentukan harga adakalanya lemah dan adakalanya sangat tangguh.Perusahaan perlu melakukan promosi secara iklan.
Ciri Perkaitan Diantara Perusahaan-Perusahaan
Perusahaan oligopoli memiliki sifat saling mempengaruhi (mutual interdependence),artinya dalam perusahaan oligopoli jika ada penurunan harga dari suatu perusahaan berkecenderungan akan menyebabkan perusahaan-perusahaan lain juga melakukan penurunan harga agar mereka tidak kehilangan pelanggan (Sukirno, 2005:316).
Pemaksimumkan Keuntungan
a.   Kurva Permintaan

Dimisalkan pada permulaannya harga yang berlaku di pasar adalah P0. Maka jumlah permintaan sebanyak Q0. Ketika perusahaan menurunkan harga ke P1, maka permintaan akan bertambah sebesar C1 dengan catatan perusahaan lain tidak turut menurunkan harga. Pertambahan yang besar disebabkan karena konsumen mengganti/menambah konsumsi keatas barang yang mengalami penurunan harga.
Apabila perusahaan mengikuti menurunkan harga, permintaan hanya bertambah sampai ke titik C dimana pertambahan permintaan relatif sedikit. Hal ini juga berlaku apabila harga turun lebih lanjut P2. Tanpa adanya reaksi dari perusahaan-perusahaan lain permintaan akan bertambah ke tingkat yang ditunjukkan oleh titik B1. Sedangkan kalau perusahaan lain turun menurunkan harga maka pertambahan permintaan hanya mencapai tingkat yang ditunjukkan B.
Ketika perusahaan menaikkan harga ke P3, perusahaan lain tidak mengubah harga dan tetap menjual pada harga P0 maka perusahaan yang menaikkan harga akan kehilangan pelanggan banyak. Pada harga P3 jumlah barang yang diminta menjadi A1. Akan tetapi jika perusahaan lain juga menaikkan harga, perusahaan yang memulai menaikkan harga tidak akan kehilangan langganan dan oleh sebab itu dapat menjual barang sampai ke titik A2.
b.    Kurva MR dalam Oligopoli
Apabila suatu perusahaan oligopoli mengubah harga maka reaksi perusahaan-perusahaan lain antara lain:
  • Mereka akan turut menurunkan harga apabila perusahaan lain menurunkan harga supaya tidak kehilangan pelanggan.
  • Mereka tidak akan menaikkan harga apabila perusahaan lain menaikkan harga, karena apabila harga tidak berubah mereka akan mendapat tambahan pelanggan.

Sifat keterkaitan perusahaan lain membuat sifat permintaan oligopoli adalah suatu kurva terpatah. Kurva MR1 adalah kurva hasil penjualan marjinal apabila kurva permintaan D1D1 dan kurva MR2  adalah hasil penjualan marjinal apabila kurva permintaan adalah kurva terpatah D1ED2, maka hasil penjualan marjinal MR1 yang ditebalkan dan kurva MR2 yang ditebalkan.

c.    Keseimbangan perusahaan dalam Oligopoli

Misalnya pada mulanya MC0, untuk memaksimumkan keuntungan MC0 harus sama dengan MR, keuntungan maksimum dicapai apabila harga sama dengan P0 dan jumlah produksi Q0.
Misalkan biaya produksi  mengalami kenaikan sehingga menyebabkan kurva biaya marjinal ditunjukkan MC2. Keuntungan maksimum masih akan tetap dicapai ketika harga adalah P0 dan jumlah barang yang di produksi Q0. Hanya setelah kurva biaya marjinal berada diatas MC2 keseimbangan untuk memaksimumkan keuntungan akan mengalami perubahan.
Selama perubahan biaya produksi tidak menyebabkan kurva biaya marjinal berada diatas MC2 atau dibawah MC1. Keseimbangan pemaksimuman keuntungan yang dinyatakan diatas tidak mengalami perubahan. Selama kurva biaya marjinal memotong MR diantara A1 dan A2, harga dan jumlah produksi perusahaan tidak akan mengalami perubahan.

Bentuk-Bentuk Hambatan Kemasukan Oligopoli

Faktor-faktor penting yang menyebabkan kesukaran memasuki pasar oligopli antara lain (Sukirno, 2005:320-322):
1.  Skala ekonomi, apabila suatu perusahaan dapat menikmati skala ekonomi ke tingkat produksi yang besar, maka semakin rendah biaya produksi per unit. Hal ini akan menyukarkan masuknya produsen baru.
2. Biaya produksi yang berbeda, biaya produksi perusahaan baru lebih tinggi dari pada perusahaan lama, hal ini disebabkan karena:
  • Perusahaan lama dapat menurunkan biaya produksi sebagai akibat pengetahuan yang mendalam mengenai kegiatan produksi yang dikumpulkann dari pengalaman masa lalu.
  • Para pekerja sudah berpengalaman sehingga menaikkan produktivitas pekerja.
  • Perusahaan lama sudah lebih dikenal bank, penyedia bahan mentah sehingga dapat memperoleh kredit yang lebih baik dan harga bahan mentah yang lebih murah.
3. Keistimewaan hasil produksi, keistimewaan ini bisa disebabkan karena barang sudah terkenal, kepercayaan masyarakat dan penghargaan yang tinggi. Perusahaan dapat memproduksi berbagai barang yang sejenis.
Kelebihan dan Kekurangan Oligopoli
Kelebihan pasar oligopoli antara lain (Sukirno, 2005:322-323) yaitu operasi perusahaan dapat mencapai efisiensi yang tinggi karena tingkat produksi yang besar dan perusahaan akan selalu melakukan perkembangan teknologi dan inovasi. Sedangkan kelemahan oligopoli adalah distribusi pendapatan akan semakin tidak merata.
Daftar Pustaka
Sukirno, S. (2005). Mikro Ekonomi Teori Pengantar (Edisi ketiga). Jakarta: PT. Rajagrafindo Persada.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.