Pengertian Monopoli

Monopoli adalah suatu bentuk pasar dimana hanya terdapat satu perusahaan saja. Perusahaan ini menghasilkan barang yang tidak mempunyai barang pengganti yang sangat dekat (Sukirno, 2005:266).
Pasar monopoli merupakan pasar untuk produk-produk perusahaan monopoli, dimana hanya ada satu produsen di pasar dan produknya bersifat unik dan tidak mempunyai substitusi dekat dengan produk yang dihasilkan perusahaan lain (Amalia dan Murni, 2017:246).
Karakteristik Pasar Monopoli
 Ciri-ciri pasar monopoli (Sukirno, 2005:267) antara lain:
1.         Pasar monopoli adalah industri satu perusahaan
2.        Tidak mempunyai barang pengganti yang mirip
3.        Tidak terdapat kemungkinan untuk ke dalam industri
4.        Dapat mempengaruhi penentuan harga (price setter)
5.        Promosi iklan kurang diperlukan
Faktor-faktor Yang Menimbulkan Monopoli
Terdapat tiga faktor yang menyebabkan wujudnya pasar monopoli (Nuraini, 2016:108):
  1. Penguasaan bahan mentah, misalnya Perusahaan Listrik Negara (PLN) dan PJKA.
  2. Adanya penguasaan teknik produksi tertentu, misalnya penguasaan foto dulu hanya Kodak, perusahaan IBM sehingga menyebut komputer dengan IBM.
  3. Hak paten untuk produk tertentu (unsur yuridis). Hak paten adalah suatu hak yang diberikan kepada perusahaan untuk secara ekslusif memproduksikan sesuatu barang yang diciptakannya dan tidak boleh diproduksikan oleh perusahaan-perusahaan lain (Sukirno, 2005:292).
  4. Lisensi, hal ini bisa terjadi karena diperoleh secara institusional. Misalnya monopoli yang dipegang oleh PT Astra Internasional yaitu monopoli untuk perakitan dan penjualan mobil baru merk Toyota.
  5. Hak monopoli secara alamiah, misalnya karena faktor luas pasar yang tidak terlalu besar sehingga tidak memungkinkan untuk dilayani lebih dari satu penjual.

Pemaksimumam Keuntungan Dalam Monopoli

Hubungan produksi, harga dan penjualan pada perusahaan monopoli adalah sebagai berikut: “ketika harga barang mejadi semakin menurun pada waktu jumlah produksi semakin meningkat maka: hasil penjualan total akan mengalami pertambahan tetapi pertambahan itu semakin berkurang apabila produksi bertambah banyak. Setelah mencapai satu tingkat produksi tertentu pertambahannya akan menjadi negatif. Selanjutnya hasil penjualan marjinal nilainya adalah lebih rendah dari pada harga. Hanya pada waktu produksi mencapai satu unit hasil penjualan marjinal (Sukirno, 2005:272). 
Pemaksimuman keuntungan dilakukan dengan 3 cara yaitu (Sukirno, 2005:270-277):
1.         Pendekatan Hasil penjualan dengan biaya total
2.     Pendekatan Hasil penjualan marjinal dengan biaya marjinal
3.        Pendekatan menggunakan Grafik
 
Monopoli dan Diskriminasi Harga
           Syarat-syarat diskriminasi harga (Sukirno, 2005:282):
  • Barang tidak dapat dipindahkan dari satu pasar ke pasar lain.
  • Sifat barang dan jasa itu memungkinkan dilakukan diskriminasi harga
  • Sifat permintaan dan elastisitas permintaan di masing-masing pasar haruslah berubah.
  • Kebijakan diskriminasi harga tidak memerlukan biaya yang melebihi tamabahan keuntungan yang diperoleh tersebut.
  • Produsen dapat mengeksploiter beberapa sikap tidak rasional konsumen.                      
      Beberapa contoh kebijakan diskriminasi harga adalah sebagai berikut (Sukirno, 2005:283):
  • Kebijakan diskriminasi harga oleh perusahaan monopoli pemerintah, misalnya penetapan tarif listrik subsidi dan non subsidi.
  • Kebijakan diskriminasi harga oleh jasa-jasa profesional, misalnya dilakukan oleh jasa dokter, ahli hukum dan guru privat dalam menentukan tarif antara orang kaya dan orang kurang mampu.
  • Kebijakan diskriminasi harga di pasar internasional, penetapan harga yang berbeda untuk pasar dalam negeri dan luar negeri. Biasanya pasar luar negeri lebih rendah untuk dapat bersaing dengan perusahaan lainnya.
Kebaikan dan Keburukan perusahaan monopoli

    Beberapa kebaikan perusahaan monopoli antara lain:
  • Apabila menikmati skala ekonomi, biaya produksi lebih murah daripada pasar persaingan sempurna dan tingkat produksi lebih besar.
  • Mutu barang semakin meningkat dan harganya semakin murah apabila perusahaan terus-menerus melakukan pengembangan inovasi.
  • Kesejahtearaan masyarakat dapat ditingkatkan apabila monopoli dapat terus menghasilkan barang yang lebih murah dan lebih bermutu.
     Beberapa kebaikan perusahaan monopoli antara lain:

  • Harga barang lebih mahal dan tingkat produksi lebih rendah di pasar persaingan sempurna.
  • Barang yang dihasilkan tidak banyak mengalami perubahan.
  • Kesejahteraan masyarakat lebih buruk daripada yang diwujudkan oleh pasar persaingan sempurna.
  • Monopoli cenderung memperburuk distribusi pendapatan dalam masyarakat.


Daftar Pustaka

Amaliawiati, L. dan Murni, A. (2017). Ekonomika Mikro Edisi Revisi kedua. Bandung: Refika Aditama

Nuraini, I. (2016). Pengantar Ekonomi Mikro. Malang: UMM Press

Sukirno, S. (2005). Mikro Ekonomi Teori Pengantar (Edisi ketiga). Jakarta: PT. Rajagrafindo Persada.

Wibowo, S., & Supriadi, D. (2013). Ekonomi Mikro Islam. Bandung: Pustaka Setia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.