Penggolongan Akun
Akun digolongkan menjadi 2 yaitu akun riil dan akun nominal. Akun riil (akun permanen) terdiri atas akun aset, kewajiban dan modal yang dilaporkan pada neraca. Saldo akhir akun riil akan menjadi saldo awal untuk periode akuntansi berikutnya. Sebaliknya akun nominal (akun sementara) berupa akun-akun pendapatan,  beban dan prive yang hanya berlaku satu periode akuntansi.  Oleh karena itu saldo akhir periode akun-akun pendapatan dan beban yang terdapat dalam buku besar harus dipindahkan ke-akun modal agar pada awal periode berikutnya akun ini bersaldo nol (Jusup, 2011:290).
=> Penjelasan penggolongan akun dapat dilihat pada link berikut: Sistem Pembukuan Berpasangan.

Pengertian Jurnal Penutup
Jurnal penutup adalah jurnal yang digunakan untuk menutup semua akun nominal  (pendapatan dan beban) pada akhir periode, dilakukan dengan cara menjurnal akun-akun tersebut pada lawan saldo nominalnya (Sujarweni, 2016:62).
Ayat jurnal penutup adalah ayat jurnal yang digunakan untuk menghilangkan saldo aku sementara agar dapat digunakan untuk menghilangkan saldo akun sementara agar dapat digunakan untuk transaksi akuntansi periode berikutnya (Sujarweni, 2016:62).
 Tujuan Jurnal Penutup
Tujuan dan fungsi jurnal penutup antara lain (Sujarweni, 2016:64):

    • Memisahkan transaksi pada akun pendapatan dan beban agar tidak bercampur dengan jumlah nominal dari pendapatan dan beban tahun mendatang.
    • Mampu menyediakan neraca awal periode berikutnya saat setelah dilakukan jurnal penutupan.
    • Mempermudah apabila laporan keuangan tersebut diperiksa, karena dengan membuat jurnal penutup maka terjadi pemisahan akun nominal diperiode sebelumnya dengan periode akuntansi selanjutnya.
    • Untuk menyajikan informasi keuangan perusahaan yang sebenarnya setelah dilakukan penutupan buku (jurnal penutup). Informasi keuangan tersebut terdiri atas harta, kewajiban dan ekuitas.
Tujuan jurnal penutup menurut Jusup (2011:291) antara lain:
  1. Untuk menutup saldo yang terdapat dalam semua akun sementara. Menutup dalam hal ini adalah mengurangi saldo akun hingga menjadi nol. Sehingga saldo akun-akun sementara dapat dipisahkan antara periode saat ini dengan periode akuntansi selanjutnya.
  2. Agar saldo akun modal menunjukkan jumlah yang sesuai dengan keadaan pada akhir periode yaitu saldo setelah memperhitungkan laba atau rugi dan pengambilan prive pada periode yang bersangkutan.
Macam-macam Jurnal Penutup
Beberapa jurnal penutup yang harus dibuat antara lain (Sujarweni, 2016:64):
              1.       Saldo pendapatan
                     Pendapatan                           xxx
                             Ikhtisar laba rugi                 xxx
             2.      Saldo beban
                      Ikhtisar laba rugi                 xxx     
                             Beban                                     xxx
             3.      Ikhtisar laba rugi
·      Jika perusahaan laba
Ikhtisar laba rugi                 xxx
            Modal/Laba ditahan           xxx
·      Jika perusahan rugi
Modal/laba ditahan                        xxx
            Ikhtisar laba rugi                               xxx
       4.      Akun dividen atau prive
                       Modal/laba ditahan                        xxx     
                                          Dividen/prive                                 xxx
Ikhtisar laba rugi (income summary) adalah akun sementara yang hanya digunakan pada proses penutupan. Ikhtisar laba rugi akan di debit dan di kredit untuk jumlah  yang berbeda-beda. Pada akhir proses penutupan, ikhtisar laba rugi tidak memiliki saldo, karena ikhtisar laba rugi ini memiliki efek membersihkan saldo akun pendapatan dan beban. Akun ini sering disebut akun kliring, ikhtisar pendapatan dan beban, ikhtisar keuntungan dan kerugian dan ikhtisar laba dan beban (Warrren et al, 2017:170).
Neraca Saldo Penutup
Neraca saldo setelah penutupan adalah neraca saldo yang dibuat setelah akun nominal atau akun sementara ditutup atau saldonya di nolkan. Isi dari neraca saldo penutupan adalah akun-akun riil (aktiva, hutang dan modal) yaitu akun yang saldonya terbawa dari periode ke periode akuntansi berikutnya (Sujarweni, 2016:65).
Jurnal Pembalik (Penyesuaian kembali)
Jurnal pembalik atau jurnal penyesuaian kembali adalah jurnal yang biasanya dibuat pada awal periode, dibuat kebalikan dari jurnal penyesuaian sebelumnya. Jurnal ini bersifat opsional artinya boleh dibuat atau tidak (Sujarweni, 2016:66).Jurnal penyesuaian kembali bukan merupakan keharusan. Tujuan jurnal ini hanya untuk menyederhanakan pembuatan jurnal yang bersangkutang pada tahun berikutnya. 
Jurnal penyesuaian yang perlu dibalik adalah:
1.       Pendapatan yang masih harus diterima
2.      Beban dibayar dimuka (jika diakui sebagai beban)
3.      Beban yang masih harus dibayar
4.      Penghasilan di terima dimuka (jika diakui sebagai pendapatan).
  Contoh: pada tanggal 31 desember 2017, perusahaan Adi mempunyai hutang karyawan sebesar 1.500.000. tanggal 31 desember akan membuat jurnal penyesuaian. Berikut jurnal penyesuaian di akhir periode:

Beban gaji pegawai                   Rp. 1.500.000
     Utang gaji pegawai                          Rp. 1.500.000
Saat pembayaran gaji, ketika pembayaran gaji senilai 4 juta rupiah dan pembukuan tidak dilakukan penyesuaian kembali maka jurnalnya:
Beban gaji pegawai                   Rp. 2.500.000
Utang gaji pegawai                   Rp. 1.500.000
     Kas                                                                  Rp. 4.000.000
 Penyesuaian kembali dilakukan pada awal periode. Ketika penyesuaian kembali dilakukan maka jurnal penyesuaian kembali sebagai berikut:
Utang gaji pegawai                   Rp. 1.500.000
     Beban gaji pegawai                          Rp. 1.500.00
Saat pembayaran gaji, ketika pembayaran gaji senilai 4 juta dan sudah dilakukan penyesuaian kembali maka jurnalnya:
Beban gaji                 Rp. 4.000.000
            Kas                                          Rp. 4.000.000
Jurnal Koreksi
Jurnal koreksi atau jurnal pembetulan adalah jurnal yang dipergunakan untuk melakukan pembetulan jurnal yang salah dibuat sebelumnya, kesalahan itu bisa karena salah mencatat nominal (rupiah) atau salah mencatat akun. Tujuan dibuat jurnal koreksi untuk menjadi jurnal yang seharusnya dan membatalkan jurnal sebelumnya (Sujarweni, 2016:70).
Fungsi Jurnal Koreksi
1.       Menetralkan kesalahan
2.      Mencatat transaksi seperti yang seharusnya
  
Siklus Akuntansi
Siklus akuntansi (accounting cycle) adalah proses akuntansi yang dimulai dengan menganalisis dan menjurnal transaksi-transaksi dan diakhiri dengan menyiapkan neraca saldo  setelah penutupan. Langkah-langkah dalam siklus akuntansi antara lain (Warrren et al, 2017:170):
1.         Menganalisis dan mencatat transaksi-transaksi ke dalam jurnal.
2.        Mem-posting transaksi tersebut ke buku besar.
3.        Menyiapkan neraca saldo yang belum disesuaikan.
4.        Menyiapkan dan menganalisis data penyesuaian.
5.        Menyiapkan kertas kerja akhir periode (opsional).
6.        Membuat ayat jurnal penyesuaian dan posting ke buku besar.
7.        Menyiapkan neraca saldo di sesuaikan.
8.       Menyiapkan laporan keuangan.
9.        Membuat ayat jurnal penutup dan posting ke buku besar.
10.    Menyiapkan neraca saldo setelah penutupan.
Contoh Jurnal Penutup
Berikut neraca lajur (kertas kerja) perusahaan jasa:

dari neraca lajur diatas maka jurnal penutup dapat dibuat sebagai berikut:

Neraca saldo setelah penutupan sebagai berikut:

Daftar Pustaka

Jusup, A. H. (2011). Dasar-dasar Akuntansi. Yogyakarta: STIE YKPN
Reeve, james M. Warren, Carl S. Duchac, Jonathan E. Wahyuni, Ersa Tri. Jusuf, Amir Abadi. (2017). Pengantar Akuntansi 1 Adaptasi Indonesia Edisi Keempat. Jakarta: Salemba Empat.
Sujarweni, V. W. (2016). Pengantar Akuntansi. Yogyakarta: Pustaka Baru Press

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.