Manusia tidak akan pernah merasa puas dengan benda yang mereka peroleh ataupun prestasi yang sudah diraih. Benda-benda yang disediakan atau diciptakan oleh manusia relatif terbatas, karena kemampuan untuk memproduksinya jauh lebih rendah dari pada keinginan manusia yang sifatnya tidak terbatas. Tidak semua keinginan manusia bisa didapatkan, maka mereka harus membuat pilihan, sehingga biaya peluang muncul untuk melakukan pilihan dalam memenuhi kebutuhannya yang tentunya didasarkan pada skala prioritas kebutuhan. Pemilihan yang dibuat akan mengorbankan pilihan yang lain dan akan menimbulkan biaya peluang (opportunity cost). Biaya peluang tidak serta merta berhubungan dengan uang, bisa juga dengan waktu, kesenangan atau lainnya. Dalam ilmu ekonomi dalam kegiatan memproduksi atau mengkonsumsi barang dan jasa, setiap pelaku ekonomi harus membuat pilihan, agar sumber daya yang tersedia dapat digunakan secara efisien dan dapat mewujudkan kesejahteraan yang maksimum kepada individu atau masyarakat.

Opportunity cost adalah menetapkan pilihan utama dengan melepas/mengorbankan pilihan/kesempatan yang dalam pengambilan keputusan. Secara sederhana opportunity cost diartikan sebagai biaya yang harus kita tanggung karena memilih suatu peluang dan mengabaikan (atau tidak memilih) peluang yang lain.

Contoh: ketika kita lulus strata 1, kita dihadapkan pada sebuah pilihan, melanjutkan studi S2 atau kita yang saat itu pula diterima kerja diperusahaan dengan gaji per bulan 10.000.000 dengan konsekuensi tidak bisa kuliah.
Ketika kita memilih melanjutkan S2 maka kita akan kehilangan kesempatan untuk mendapatkan gaji tiap bulan 10.000.000, begitu pula sebaliknya ketika kita mengambil pekerjaan di sebuah perusahaan, kita akan kehilangan kesempatan untuk melanjutkan S2. Kehilangan kesempatan itu yang disebut biaya peluang.
Dalam membuat pilihan, kita perlu menyeimbangkan antara manfaat yang diperoleh dengan biaya yang harus dikeluarkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.