Pengertian Jurnal

Jurnal adalah alat untuk mencatat transaksi perusahaan yang dilakukan secara kronologis (berdasarkan urut waktu terjadinya) dengan menunjukkan akun yang harus didebet dan dikredit beserta jumlah rupiahnya masing-masing (Jusup, 2011:126).
Jurnal menurut Sujarweni (2016:25) adalah buku harian untuk mencatat semua transaksi secara kronologis yang memuat nama bersama besarannya ke rekening debet maupun kredit.
Dalam jurnal terdapat akun atau rekening sebagai berikut (Sujarweni, 2016:25):
  1. Aktiva adalah kekayaan perusahaan yang meliputi aktiva lancar (kas dan setara kas, piutang, persediaan dll), aktiva tetap (mesin, gedung, tanah), aktiva berwujud (hak paten, francise)
  2. Hutang adalah kewajiban yang harus dibayar olehh perusahaan, hutang meliputi hutang lancar/hutang jangka pendek (hutang yang pelunasannya kurang dari 1 tahun), dan hutang tidak lancar (hutang yang pelunasannya lebih dari 1 tahun).
  3. Modal adalah sejumlah uang maupun barang yang disetorkan pemilik perusahaan yang akan digunakan perusahaan untuk menjalankan usahanya.
  4. Pendapatan adalah penghasilan yang timbul dari kegiatan perusahaan misalnya penjualan, penghasilan jasa, deviden, royalty dan pendapatan sewa.
  5. Beban adalah biaya yang dimanfaatkan untuk menghasilkan pendapatan satu periode.
 Manfaat pemakain jurnal (Jusup, 2011:126) antara lain sebagai berikut:
  1. Jurnal merupakan alat pencatatan yang dapat menggambarkan akun-akun yang terpengaruh oleh suatu transaksi.
  2. Jurnal merupakan alat pencatatan yang memberi gambaran secara kronologis, sehingga memberi gambaran lengkap tentang seluruh transaksi perusahaan berdasarkan urutan-urutan kejadian.
  3. Jurnal dapat dipecah-pecah menjadi beberapa jurnal khusus yang dapat dikerjakan oleh beberapa orang secara bersamaan.
  4. Jurnal menyediakan ruang yang cukup untuk keterangan transaksi, sedangkan pada buku besar terbatas.
  5. Apabila transaksi dicatat langsung ke buku besar dan terjadi kesalahan maka  letak kesalahan tersebut akan sulit ditemukan, sehingga diperlukan jurnal karena  pada jurnal setiap transaksi akan dicatat secara utuh.
Bentuk Jurnal

Bentuk jurnal yang paling sederhana adalah jurnal 2 kolom, kolom dalam hal ini adalah kolom yang tersedia untuk mencatat jumlah rupiah baik di debet dan dikredit (Jusup, 2011:127).

Keterangan kolom-kolom:
  • Kolom 1: untuk mencatat tanggal terjadinya transaksi. Kolom ini terbagi menjadi 2 bagian. Bagian kiri digunakan untuk mencatat tahun dan bulan, sedangkan bagian kanan untuk mencatat tanggal.
  • Kolom 2: untuk mencatat nama akun yang di debet dan nama yang dikredit. Dalam kolom ini dicatat juga keterangan singkat tentang transaksi yang di catat.
  • Kolom 3: untuk mencatat nomor akun yang didebet maupun akun yang dikredit.
  • Kolom 4: untuk mencatat jumlah rupiah yang harus di debetkan ke dalam akun yang namanya telah tertulis pada kolom 2.
  • Kolom 5: untuk mencatat jumlah rupiah yang harus dikreditkan ke dalam akun yang namanya telah tertulis pada kolom 2.
Proses mencatat suatu transaksi di dalam jurnal disebut menjurnal. 

Berikut PPT => Jurnal & Posting

Macam Jurnal

1.         Jurnal Umum
Jurnal umum adalah jurnal yang digunakan untuk mencatat semua transaksi perusahaan berdasarkan urutan waktu kejadian. Jurnal umum bersumber dari bukti transaksi yang diterima/diterbitkan perusahaan (Sujaweni, 2016:27).
2.        Jurnal Khusus
Jurnal khusus dipakai untuk mencatat secara khusus dalam suatu perusahaan yang memiliki hubungan dengan penjualan dan pembelian. Dalam jurnal khusus adalah jurnal pembelian, penjualan, pengeluaran kas dan penerimaan kas (Sujaweni, 2016:27).
Posting
Jurnal yang dibuat untuk transaksi tertentu disebut ayat jurnal. Proses pemindahbukuan ayat-ayat jurnal yang telah dibuat dalam jurnal ke buku besar disebut denganposting (Jusup, 2011: 130).
Posting ke buku besar biasanya dilakukan menggunakan komputer dengan menggunakan mesin pembukuan atau secara otomatis. Apabila posting dilakukan dengan manual, maka cara yang harus ditempuh:
1.  Tanggal dan jumlah yang dicatat dalam jurnal di catat kembali dalam akun yang bersangkutan.
2.   Apabila posting telah dilakukan maka nomor halaman jurnal harus di tuliskan dalam kolom F (folio) di akun.
3.    Langkah berikutnya adalah menuliskan nomor akun yang telah di posting pada kolom ref. di dalam jurnal. Prosedur ini memiliki dua tujuan, yaitu:
a.      Untuk menunjukkan bahwa ayat jurnal tersebut telah diposting
b.      Untuk menunjukkan hubungan antara jurnal dan akun dibuku besar.
Kode Akun
Kode akun menurut Sujarweni (2016:32) adalah suatu kerangka yang menggunakan angka, huruf atau kombinasi keduanya untuk memberikan tanda pada akun-akun yang sudah dirancang.
Nama-nama akun beserta nomor kodenya disusun dalam suatu daftar yang disebut daftar kode akun (bagan akun) atau chart of accounts.
Salah satu contoh pemberian kode akun sebagai berikut:
Penggunaan Jurnal dan Buku Besar
Contoh Jurnal:
  • Tn Adi memiliki perusahaan percetakan Quick, tgl 1 Desember 2017 ingin memperbesar usahanya. Harta kekayaan dialihkan ke perusahaanya berupa: uang tunai Rp 45.000 piutang Rp 15.000, perlengkapan Rp 1.500, mesin cetak 750.000,  gedung 3.000.000
  • Tanggal 5 des 2017 Dibayar iklan pada Jawa Pos sebesar 5.000
  • Tanggal 10 des 2017 Diterima uang dari hasil pesanan percetakan sebesar 50.000
  • Tanggal 15 des 2017 dibeli perlengkapan percetakan sebesar Rp 5.000 secara tunai
  • Tanggal 20 des 2017 diserahkan pesanan percetakan seharga 25.000.
  • Tanggal 25 des 2017 dibayar gaji karyawan 4.000
  • Tanggal 28 des 2017 dibayar listrik 4.000, telp 4.000
  • Tanggal 28 des 2017 Tn Adi mengambil uang dari perusahaan sebanyak 7.000 untuk keperluan pribadi.
Berdasarkan transaksi diatas jurnal dapat dibuat sebagai berikut:
 

Akun Saldo Berjalan

Salah satu bentuk akun yang banyak digunakan dalam praktik akuntansi adalah akun saldo berjalan. Perbedaan bentuk akun ini dengan akun T adalah letak kolom debet dan kredit tidak berlawanan melainkan bersampingan, kolom jumlah rupiah ditambah satu buah yaitu kolom untuk mencatat saldo akun. Hal ini bermanfaat untuk menunjukkan saldo yang ada setiap saat. Contoh:

Neraca Saldo dan Penyusunan Neraca Saldo

Neraca saldo adalah daftar yang berisi saldo-saldo dari seluruh akun yang ada di dalam buku besar pada suatu saat tertentu (Jusup, 2011:90).
Tujuan neraca saldo menurut Jusup (2011:91) antara lain:
  • Untuk menguji kesamaan debet dan kredit di dalam buku besar.
  • Untuk mempermudah penyusunan laporan keuangan.
 Penyusunan neraca saldo dapat dilakukan dengan cara berikut:
  • Jumlahkan kolom debet dan kredit dan kolom kredit semua akun yang terdapat dalam buku besar.
  • Tulislah hasil penjumlahan pada kolom sesuai akun.
  • Hitunglah saldo semua akun
  • Susunlah neraca saldo yang berisi nama semua akun yang terdapat dalam buku besar.
Cara penetapan neraca saldo dimisalkan dengan menggunakan buku besar kas sebagai berikut:

Koreksi Kesalahan

Langkah-langkah untuk menelusuri kembali kesalahan (Jusup, 2011:149) antara lain:
  1. Periksa kebenaran penjumlahan kolom-kolom debet dan kredit neraca saldo dengan cara mengadakan penjumlahan ulang.
  2. Bandingkan nama-nama akun yang tertulis pada kolom akun di neraca saldo dengan akun-akun yang ada di buku besar.
  3. Periksalah kebenaran penjumlahan sisi debet dan kredit akun-akun dibuku besar dan periksa pula perhitungan saldonya.
  4. Bandingkan semua angka yang ada dibuku besar dengan angka yang tercantum dalam jurnal dan beri tanda dalam buku besar dan jurnalnya.
  5. Periksa kesamaan jumlah debet dan kredit.
 Prosedur untuk melakukan koreksi kesalahan bisa bermacam-macam tergantung pada jenis kesalahan. Apabila kesalahan menulis nama akun atau salah menulis jumlah dalam jurnal dan ditemukan sebelum dibukukan ke buku besar maka caranya dengan memberi garis lurus diatas jurnal yang salah kemudian diatasnya ditulis jurnal yang benar (bisa juga dengan menggunakan tinta merah).
Bila kesalahan sudah terlanjur ke buku besar maka dapat menggunakan jurnal koreksi.
Contoh misalnya pada 2 januari 2018 membeli perlengkapan kantor sebesar 2 juta.

Kesalahan menjurnal misalnya
                 Peralatan        Rp 2.0000.000
                           Kas                    Rp. 2.000.0000
Jurnal koreksi 
                Perlengkapan        Rp. 2.000.00
                           Peralatan              Rp. 2.000.000

Daftar Pustaka
Jusup, A. H. (2011). Dasar-dasar Akuntansi. Yogyakarta: STIE YKPN

Sujarweni, V. W. (2016). Pengantar Akuntansi. Yogyakarta: Pustaka Baru Press

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.