Pengertian Elastisitas

Elastisitas adalah suatu ukuran mengenai tingkat kepekaan atau respon  dari dampak perubahan harga terhadap perubahan kuantitas barang/jasa yang diminta atau ditawarkan. Perubahan antara barang satu berbeda dengan barang lainnya tidak sama, perubahan yang terjadi bisa kecil ataupun sangat besar. Elastisitas permintaan dan penawaran merupakan ukuran yang digunakan untuk mengetahui sejauhmana perubahan itu berpengaruh terhadap permintaan dan penawaran.
Pengertian Elastisitas Permintaan


Elastisitas permintaan adalah ukuran yang menunjukkan sampai dimana kuantitas yang diminta akan mengalami perubahan sebagai akibat dari suatu perubahan harga. Apabila perubahan harga kecil, menimbulkan perubahan yang besar terhadap jumlah barang yang diminta maka permintaan barang tersebut sangat responsif terhadap perubahan harga atau permintaannya elastis. Sebaliknya apabila perubahan harga yang besar tetapi permintaan tidak banyak berubah maka dikatakan permintaannya tidak elastis.

Manfat Menaksir Elastisitas

Manfaat dari menaksir elastisitas  permintaan antara lain (Sukirno, 2005:105)
  1. Bagi perusahaan dapat menjadi landasan dalam menyusun kebijakan produksi dan kebijakan penjualannya. Misalnya hasil analisis ternyata elastis maka menaikkan produksi an penawaran merupakan tindakan yang bijaksana karena akan meningkatkan jumlah pendapatan perusahaan.
  2. Bagi pemerintah dapat menjadi alat untuk meramalkan kesuksesan dari kebijakan ekonomi yang akan dilaksanakannya.  Misalnya dengan pengendalian harga pasar melalui kebijakan harga, kebijakan pajak atau subsidi, kebijakan impor, apakah pemerintah harus melakukan impor atau sebaliknya membatasi impor. Ketika permintaan barang impor elastis, maka pengurangan impor tidak akan menaikkan harga.
Faktor Penentu Elastisitas Permintaan
Beberapa faktor yang menyebabkan perbedaan dalam elastisitas permintaan berbagai barang (Sukirno, 2005:112):
  • Tingkat kemampuan barang-barang lain untuk menggantikan barang yang bersangkutan. Apabila barang mempunyai banyak barang pengganti, permintaannya cenderung untuk bersifat elastis. Permintaan terhadap barang yang tidak banyak mempunyai barang pengganti adalah bersifat tidak elastis, karena kalau harga naik para pembeli sukar memperoleh barang pengganti. Sebaliknya kalau harga turun permintaannya tidak banyak bertambah karena tidak banyak tambahan pembeli yang pindah dari membeli barang yang bersaingan dengannya.
  • Persentase pendapatan yang akan dibelanjakan untuk membeli barang tersebut. semakin besar pendapatan yang diperlukan untuk membeli suatu barang, semakin elastis permintaan terhadap barang tersebut.
  • Jangka waktu di dalam mana permintaan itu dianalisis. Semakin lama jangka waktu dimana permintaan itu dianalisis, semakin elastis sifat permintaan suatu barang. Dalam jangka waktu yang singkat permintaan bersifat lebih tidak elastis karena perubahan-perubahan yang baru terjadi di pasar belum diketahui pembeli.
Konsep Elastisitas
Elastisitas permintaan dapat dibedakan menjadi tiga konsep yaitu:
1.        Elastisitas permintaan harga
Elastisitas permintaan harga (Price elasticity of demand) adalah suatu ukuran untuk melihat tingkat kepekaan jumlah barang yang diminta apabila terjadi perubahan harga barang tersebut, dengan kata lain susatu ukuran yang bersifat kuantitatif untuk menunjukkan seberapa besar pengaruh perubahan harga terhadap perubahan jumlah barang yang diminta (Amalia dan Murni, 2017:72).
Elastisitas permintaan harga adalah suatu ukuran yang menggambarkan sampai dimana kuantitas yang diminta akan mengalami perubahan sebagai akibat perubahan harga (Sukirno, 2015:122).
Elastisitas harga permintaan digunakan untuk mengukur besarnya kepekaan jumlah barang yang diminta akibat adanya perubahan harga itu sendiri (Nuraini, 2016:34).
Koefisien elastisitas permintaan adalah suatu angka penunjuk yang menggambarkan sampai berapa besarkah perubahan jumlah barang yang diminta apabila dibandingkan dengan perubahan harga (Sukirno, 2005:106
Untuk melihat tingkat kepekaan jumlah barang yang diminta dapat dilihat dengan nilai koefisien elastisitasnya. Menurut Alfred Marshal, koefisien elastisitas permintaan harga adalah persentase perubahan jumlah barang yang diminta dibagi persentase perubahan harga (Amalia dan Murni, 2017:72).
Rumus untuk menghitung koefisien elastisitas permintaan ada dua cara:
            a.     Point elasticity (Elastisitas titik)
Rumus elastisitas titik:
 
Keterangan:
Ed     = Elastisitas harga permintaan di titik tertentu
ΔQ   = Perubahan jumlah barang yang diminta (Q2-Q1)
Q       = Jumlah barang yang diminta di titik tertentu
ΔP    = Perubahan harga barang (P2-P1)
P        = harga yang terjadi di titik tertentu
 
Ketika kita akan menghitung koefisien elastisitas dari harga 10 menjadi 30 jumlah barang yang diminta dari 1500 menjadi 500 dapat dihitung sebagai berikut:

Arti koefisien 0,33 adalah jika ada perubahan harga atau naik 1% maka jumlah barang yang diminta turun sebesar 0,33%. Koefisien negatif disebabkan karena harga dan jumlah barang yang diminta mengalami perubahan kearah yang berkebalikan. Penurunan harga menaikkan permintaan, manakala kenaikan harga akan menurunkan permintaan.

            b.     Arc elasticity (elastisitas titik tengah)
Rumus elastisitas titik tengah sebagai berikut:
Arti koefisien -1 adalah jika harga naik 1%  jumlah maka jumlah yang diminta naik satu persen. Koefisien negatif disebabkan karena harga dan jumlah barang yang diminta mengalami perubahan kearah yang berkebalikan. Penurunan harga menaikkan permintaan, manakala kenaikan harga akan menurunkan permintaan.
Bentuk-bentuk elastisitas permintaan terhadap harga dapat dikelompokkan menjadi lima bentuk antara lain:
a.         Elastis Ed > 1
Elastis Ed > 1, artinya kecepatan persentase perubahan jumlah barang yang diminta lebih besar dari persentase perubahan harga, atau apabila terjadi perubahan harga sedikit saja (naik atau turun) maka akan diikuti oleh perubahan jumlah barang yang diminta dalam jumlah yang lebih besar (bertambah atau berkurang). Permintaan yang elastis atau peka terhadap harga dapat ditemukan dalam kehidupan sehari-hari biasanya barang-barang mewah seperti mobil, elektronik dll. Selain barang mewah juga baran yang memiliki substitusi tinggi. Jika digambar kurva dapat dilihat sebagai berikut:

b.         Inelastis Ed < 1
Inelastis Ed < 1, artinya kecepatan persentase perubahan jumlah barang yang diminta lebih kecil dari persentase perubahan harga, atau perubahan yang besar dalam harga tidak diikuti oleh perubahan yang cukup berarti dalam kuantitas yang diminta. Elastisitas kurang dari 1 biasanya terjadi pada barang-barang kebutuhan pokok seperti gula, beras dll. Jika digambar kurva dapat dilihat sebagai berikut:

c.         Uniter/Unitary Ed=1
Unitary elastis yaitu apabila angka koefisien elastisitasnya=1, hal ini berarti bahwa prosentase perubahan harga sama dengan prosentase perubahan kuantitas yang diminta. Permintaan yang elastisitas uniter sulit ditemukan dalam kehidupan sehari-hari, kalaupun terjadi sebenarnya hanya kebetulan. Jika digambar kurva dapat dilihat sebagai berikut:
d.         Elastis sempurna Ed=~
Elastis sempurna adalah jumlah barang yang diminta dapat berubah-rubah, pda tingkat harga tertentu (tetap). Nilai koefisien elastisitas permintaan terhadap harga Ed=~ artinya walaupun kuantitas barang yang diminta berubah-rubah besarnya namun harga tetap tidak berubah dan barang yang diminta bersifat perfectly elastic  (elastis sempurna). Kasus permintaan elastis sempurna terjadi bila permintaan suatu barang dapat berubah-ubah walaupun harga barang itu tetap, bisa saja produk tersebut terjadi pada bumbu dapur. Jika digambar kurva dapat dilihat sebagai berikut:
e.         Inelastis sempurna Ed= 0
Inelastis sempurna artinya jumlah permintaan tetap, sementara harga berubah-rubah.  Perubahan harga sebesar apapun, sama sekali tidak berpengaruh terhadap jumlah barang yang diminta. Kasus permintaan ini terjadi bila konsumen dalam membeli barang tidak lagi memperhatikan harga, melainkan memperhatikan kebutuhan. Contohnya garam dapur atau obat-obatan. Jika digambar kurva dapat dilihat sebagai berikut:
Faktor-faktor yang mempengaruhi price elasticity of demand antara lain (Amaliawati & Murni, 2017:79):
a.         Ada tidaknya barang pengganti
    • Semakin tinggi tingkat substitusi suatu barang dengan barang lain, maka semakin elastis permintaan terhadap harga adalah bersifat elastis.
    • Semakin rendah tingkat substitusi suatu barang dengan barang lain, maka elastisitas permintaan terhadap harga semakin bersifat in elastis.
b.         Luas atau sempitnya kemungkinan penggunaan barang yang bersangkutan
    • Semakin banyak kemungkinan penggunaannya untuk bermacam-macam keperluan, maka elastisitas permintaan terhadap harga bersifat elastis.
    • Semakin sempit kemungkinan penggunaannya, elastisitas permintaan terhadap harga bersifat inelastis.
c.         Pentingnya suatu barang bagi kehidupan
    • Semakin penting suatu barang dalam kehidupan manusia, elastisitas permintaan terhadap harga bersifat inelastis.
    • Semakin kurang penting suatu barang, elastisitas permintaan terhadap harga bersifat elastis.
d.        Sifat tahan lama suatu barang
    • Semakin tahan lama, maka elastisitas permintaan bersifat elastis.
    • Semakin tidak tahan lama, maka elastisitas permintaan bersifat inelastis.
e.         Harga barang disbanding dengan pendapatan konsumen
    • Semakin mahal harga barang, elastisitas permintaan semakin elastis.
    • Semakin murah harga barang, elastisitas permintaan semakin inelastis.
f.          Jangka waktu perubahan harga
    • Untuk jangka pendek elastisitas permintaan akan bersifat inelastis.
    • Untuk jangka panjang elastisitas permintaan akan bersifat elastis, karena pembeli punya waktu untuk mencari barang subsitusi.
Setiap terjadi perubahan harga suatu barang akan mempengaruhi penerimaan hasil penjualan atau total revenue dari barang tersebut. Perubahan total revenue sangat dipengaruhi oleh koefisien elastisitas demand(Samuelson, 2009 dalam Amaliawati & Murni, 2017:80).
a.         Untuk kurva permintaan yang elastis penurunan harga akan menyebabkan total revenue bertambah.
Contoh: ketika harga 10, jumlah yang diminta 10 dan ketika harga turun menjadi 5 maka jumlah yang diminta naik menjadi 30.
Berdasarkan perhitungan kondisi ini dalam keadaan elastis Ed=1,5 (dihitung dengan rumus titik tengah), jadi total revenueadalah:
TR  = P x Q
TR1= 10 x 20 = 200
TR2= 30 x 10 = 300
b.         Untuk kurva permintaan yang bersifat in elastis penurunan harga akan menyebabkan total revenue berkurang.
Contoh: ketika harga 10, jumlah yang diminta 10 dan ketika harga turun menjadi 5 maka jumlah yang diminta naik menjadi 15.
Berdasarkan perhitungan kondisi ini dalam keadaan inelastis Ed=0,6 (dihitung dengan rumus titik tengah), jadi total revenueadalah:
TR  = P x Q
TR1= 10 x 20 = 200
TR2= 15 x 10 = 150
2.        Elastisitas permintaan pendapatan
Elastisitas permintaan pendapatan adalah suatu ukuran yang menggambarkan sampai dimana kuantitas yang diminta akan mengalami perubahan sebagai akibat perubahan pendapatan (Sukirno, 2015:122).
Elastisitas permintaan pendapatan adalah suatu ukuran untuk melihat tingkat kepekaan atau respon jumlah barang yang diminta terhadap suatu barang apabila terjadi perubahan pendapatan (Amaliawati & Murni, 2017:81).
Jenis barang untuk membedakan respon pembeli akibat perubahan pendapata adalah sebagai berikut:
    • Barang inferior, merupakan barang yang berkualitas rendah, sehingga bila terjadi kenaikan pendapatan konsumen, mereka akan mengurangi permintaan terhadap barang inferior dan mengganti dengan barang yang lebih baik kualitasnya.
    • Barang esensial, merupakan barang yang sangat penting dan jumlah permintaan tidak akan banyak berubah bila terjadi perubahan pendapatan.
    • Barang normal, merupakan barang yang bila terjadi pertambahan atau kenaikan pendapatan akan menyebabkan permintaan juga akan bertambah.
    • Barang mewah, merupakan barang yang akan dibeli konsumen yang mempunyai pendapatan sangat tinggi dan semua kebutuhan pokoknya sudah terpenuhi.
Elastisitas permintaan terhadap pendapatan adalah persentase perubahan jumlah barang yang diminta dibagi persentase perubahan pendapatan.  Untuk menentukan coefficient price elasticity of demand ada 2 bentuk rumusannya:
a.         Elastisitas titik (point elasticity)
Untuk mengukur elastisitas pada satu titik, rumusan ini hanya menggunakan satu tingkat pendapatan dan satu tingkat kuantitas saja.
Rumus:
Keterangan:
EI = elastisitas pendapatan permintaan di titik terentu
ΔQ = perubahan jumlah barang yang diminta (Q2-Q1)
Q = jumlah barang yang diminta
ΔI = Perubahan pendapatan (I2-I1)
I = Pendapatan yang terjadi pada titik tertentu

Contoh:
Ketika seseorang berpendapatan 1.200.000 kuantitas barang yang diminta (dibeli) sebesar 200 unit dan bila pendapatan naik menjadi 1.400.000 maka kuantitas barang yang diminta menjadi 250 unit. Hitung koefisien pendapatan?

Koefisien elastisitas permintaan terhadap pendapatan sebesar 1,5 mempunyai arti jika pendapatan konsumen naik 1% maka jumlah barang yang diminta akan naik sebesar 1,5%. Sebaliknya jika harga turun 1% maka jumlah barang yang diminta akan turun sebesar 1,5%.

b.         Elastisitas busur atau elastisitas titik tengah (Arc elasticity)
  Untuk mengukur elastisitas titik tengah dapat menggunakan rumus sebagai berikut:

Perhitungan koefisien income  elasticity of demand dapat menentukan jenis barang, dengan ketentuan sebagai berikut:
EI > 1, maka barang tersebut merupakan barang mewah

0<EI<1, maka barang tersebut merupakan barang normal
EI=1, maka barang tersebut merupakan barang kebutuhan pokok
EI < 0, maka barang tersebut merupakan barang inferior
3.        Elastisitas permintaan silang
Elastisitas permintaan silang adalah suatu ukuran yang menggambarkan sampai dimana kuantitas yang diminta akan mengalami perubahan sebagai akibat perubahan harga barang lain (Sukirno, 2015:122).
Elastisitas silang (cross elasticity of demand) adalah suatu ukuran untuk melihat tingkat kepekaan permintaan terhadap suatu barang bila terjadi perubahan harga-harga barang lain. Elastisitas permintaan terhadap harga barang lain adalah persentase perubahan jumlah barang yang diminta dibagi persentase perubahan harga barang lain (Amaliawati & Murni, 2017:84).
Untuk menghitung koefisien elastisitas silang (cross elasticity of demand) menggunakan rumus:
a.         Elastisitas titik (point elasticity)
       Mengukur elastisitas permintaan terhadap perubahan harga barang lain, misalnya permintaan terhadap barang x bila terjadi perubahan barang Y. Rumusan ini menggunakan satu tingkat harga barang lain (Y) dan satu tingkat kuantitas barang yang akan dibeli (x).
b.         Elastisitas busur atau elastisitas titik tengah (arc elasticity)
Mengukur koefisien elastisitas permintaan dengan cara membandingkan persentase nilai titik tengah perubahan permintaan barang x denga persentase nilai titik tengah perubahan harga Y.
Koefisien elastisitas silang dapat menentukan hubungan kedua barang, dengan ketentuan sebagai berikut:
  • EC < 0 (negatif) artinya hubungan kedua barang tersebut merupakan barang pelengkap. Semakin besar koefisien negatifnya artinya semakin erat hubungan pelengkap kedua barang tersebut.
  • EC > 0 (positif) artinya hubungan kedua barang tersebut merupakan barang substitusi. Semakin besar koefisien positif artinya semakin baik hubungan substitusi kedua barang tersebut.

Elastisitas Penawaran 

Price elasticity of supply yaitu suatu ukuran yang bersifat kuantitatif untuk menunjukkan seberapa besar pengaruh perubahan harga terhadap perubahan jumlah barang yang ditawarkan (Amaliawati & Murni, 2017:87).
Koefisien price elasticity of supply  adalah suatu angka yang menunjukkan persentase jumlah barang yang ditawarkan dibagi persentase perubahan harga. Ada dua cara yang digunakan untuk menentukan koefisien elastisitas penawaran yaitu (Amaliawati & Murni, 2017:88):
a. Elastisitas titik (point elasticity), mengukur elastisitas penawaran pada 1 titik. Rumusan ini hanya menerangkan satu tingkat harga dan satu tingkat kuantitas saja.
 
Keterangan:
ES = elastisitas harga penawaran di titik tertentu.
ΔQ = perubahan jumlah barang yang ditawarkan (Q2-Q1)
Q = jumlah barang yang ditawarkan
ΔP = perubahan harga barang (P2-P1)
P = harga yang terjadi pada titik tertentu
 
b. Elastisitas busur (arc elasticity), mengukur koefisien elastisitas penawaran titik tengah antara 2 titik dalam suatu kurva penawaran. 
Nilai koefisien elastisitas penawaran selalu positif, penyebabnya perubahan quantity of supply dengan perubahan priceselalu bersamaan arah.
Bentuk-bentuk Price Elasticity of Supply
1Supply yang elastis, ES > 1, jumlah barang yang ditawarkan bertambah dengan kecepatan yang lebih cepat dari kenaikan harga.
2. Supply yang inelastic, ES < 1, artinya jumlah barang yang ditawarkan bertambah dengan kecepatan yang lebih lambat dari kenaikan harga. 
 
 
       3. Supply unit elastis, ES=1, artinya jumlah barang yang ditawarkan bertambah dengan kecepatan yang sama dengan kenaikan harga.
 
4. Supply yang perfectly elastic, ES = ~ artinya jumlah barang yang ditawarkan dapat berubah, pada tingkat harga tetap.
5. Supply yang perfectly inelastic , ES=0, artinya jumlah barang yang ditawarkan tetap, sementara harga berubah-rubah.
Faktor-faktor yang mempengaruhi Price Elasticity of Supply
Besar kecilnya elastisitas penawaran terhadap perubahan harga sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain (Sukirno, 2005:119):
1.        Perubahan biaya produksi
  • Bila biaya produksi bertambah sangat besar untuk menambah kuantitas supply maka kurva penawaran akan bersifat inelastis.
  • Bila biaya produksi bertambah dalam jumlah kecil untuk menambah kuantitas supply maka kurva penawaran akan bersifat elastis.

2.        Jangka waktu proses produksi

  • Jangka waktu sangat pendek (momentary run), pada waktu ini penjual tidak dapat merubah atau menambah barang yang ditawarkan. Penyebab adalah pada waktu tersebut semua faktor produksi tidak dapat dirubah atau ditambah karena semuanya bersifat fixed.Sehingga dalam jangka waktu momentary runkurva supply bersifat perfectly inelastis.
  • Jangka pendek (short run), pada waktu ini penjual dapat merubah/menambah barang yang ditawarkannya. Penyebabnya pada waktu ini sebagian faktor produksi ada yang dapat diubah artinya bersifat variable dan sebagian lagi tidak bisa ditambah karena bersifat fixed.Sehingga dalam waktu ini bersifat inelastis.
  • Jangka panjang (long run), pada jangka panjang penjual tidak bisa merubah atau menambah barang yang ditawarkannya karena pada waktu tersebut semua faktor produksi dapat dirubah, sehingga kurva bersifat elastis.
Daftar Pustaka

Amaliawiati, L. dan Murni, A. (2017). Ekonomika Mikro Edisi Revisi kedua. Bandung: Refika Aditama.

Nuraini, I. (2016). Pengantar Ekonomi Mikro. Malang: UMM Press

Sukirno, S. (2005). Mikro Ekonomi Teori Pengantar (Edisi ketiga). Jakarta: PT. Rajagrafindo Persada.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.