Pengertian Permintaan Pasar

Permintaan menurut Amaliawiati dan Murni (2017:41) adalah banyaknya kesatuan barang yang akan dibeli oleh pembeli pada bermacam-macam tingkat harga dalam jangka waktu tertentu dan syarat tertentu. Permintaan dapat dikatakan juga keinginan (desire)untuk mendapatkan barang dan jasa yang diikuti kemampuan beli (purchasing power).
Permintaan pasar adalah jumlah sesuatu barang yang diminta semua pembeli dalam pasar pada berbagai tingkat harga. Teori permintaan adalah analisis dalam ilmu ekonomi yang menerangkan faktor-faktor yang menentukan permintaan, bagaimana faktor-faktor ini mempengaruhi keseimbangan pasar (Sukirno, 2015:99).
Fungsi dan Hukum Permintaan
Fungsi permintaan (demand function) menurut Amaliawiati dan Murni (2017:42) adalah fungsi yang memperlihatkan keterkaitan antara variabel jumlah permintaan dengan variabel-variabel atau faktor-faktor yang mempengaruhinya. Contoh permintaan terhadap mobil antara lain:
  • Harga barang itu sendiri (X1)
  • Harga barang lain yang terkait (X2)
  • Pendapatan (X3)
  • Cita rasa (X4)
  • Jumlah penduduk (X5)
  • Ramalan (X6)
Dengan demikian fungsi permintaan dapat dinyatakan sebagai berikut:
QD=f(X1,X2, X3, X4, X5, X6)
Dalam kondisi cateris paribus (faktor lain selain harga dianggap tetap) maka fungsi permintaan: QD= f (X1)  atau QD= f (price)
 Fenomena di perekonomian akan terjadi “jika harga naik maka konsumen cenderung mengurangi pembelian terhadap barang tersebut. sebaliknya jika harga turun konsumen cenderung menambah pembelian jumlah barang tersebut. Fenomena tersebut melahirkan hukum permintaan.
Hukum permintaan adalah suatu dalil/rumusan yang menerangkan ciri hubungan antara tingkat harga  dan kuantitas barang yang ditawarkan. Semakin tinggi harga, semakin sedikit kuantitas yang diminta (Sukirno, 2015:98).
Hukum permintaan (law of demand) menurut Salvatore (2007:17) adalah hubungan terbalik antara harga dan jumlah yang tercermin dalam kemiringan negative dari kurva permintaan.
 
 Kurva Permintaan
Daftar permintaan adalah suatu tabel yangn memberi gambaran dalam angka-angka tentang hubungan harga dengan jumlah barang yang diminta masyarakat. Contoh permintaan terhadap buku tulis:

Permintaan Terhadap Buku Tulis pada Berbagai Tingkat Harga





Berdasarkan daftar permintan diatas maka dapat dilihat kurva permintaan sebagai berikut:

Kurva permintaan adalah suatu kurva yang menggambarkan sifat hubungan antara harga suatu barang tertentu dengan jumlah barang yang tersebut yang diminta para pembeli. Kurva permintaan berbagai jenis barang pada umumnya menurun dari kiri atas ke kanan bawah, karena sifat hubungan antara harga dan jumlah barang yang diminta terbalik.

Kurva permintaan selalu berlereng negative, artinya menurun dari kiri atas ke kanan bawah, hal ini disebabkan karena hubungan variabel price dengan quantity berlawanan arah, dimana P bertambah (positif) maka Q berkurang (negatif) atau sebaliknya (Amaliawiati dan Murni, 2017:44).
Permintaan Individu dan Permintaan Pasar
Permintaan individual (individual demand) menurut Amaliawiati dan Murni (2017:44) adalah permintaan secara perorangan terhadap suatu barang pada berbagai tingkat harga. Sedangkan permintaan pasar adalah (market demand) adalah penjumlahan dari keseluruhan permintaan individual yang ada di pasar pada berbagai tingkat harga.
Bentuk kurva individual tidak selalu menurun dari kiri atas ke kanan bawah, tetapi ada yang naik dari kiri bawah  ke kanan atas. Hal ini disebabkan karena:
  1. Kasus Giffen: kasus ini terjadi akibat adanyaincome effect negative. Biasanya bila terjadi kenaikan harga menyebabkan real income turun. Dampak turunnya real income terhadap permintaan ada yang negatif dan positif. Income effect negative dapat diartikan ketika harga naik, real income turun tetapi permintaan terhadap beberapa jenis barang bertambah banyak. Kasus ini biasanya untuk pembelian barang inferior misalnya singkong.
  2. Kasus spekulasi: ketika harga naik, permintaan bertambah banyak, hal ini disebabkan karena ada unsur spekulasi. Misalnya harga beras naik, tetapi permintaan meningkat, hal ini karena dimisalkan ada banjir sehingga persediaan beras sedikit. Permintaan yang meningkat itu hanya dipengaruhi oleh spekulasi karena diperkirakan beras akan naik lagi pada hari-hari mendatang.
  3. Kasus barang prestise: bagi orang tertentu prestise sangat mempengaruhi  keinginan untuk membeli suatu barang, meskipun barang itu bisa saja bagi orang lain tidak diperlukan. Misal barang antik, lukisan dsb.

Faktor-faktor yang Menentukan Permintaan

Faktor-faktor yang menentukan permintaan terhadap suatu barang antara lain (Sukirno, 2015:76):
1.        Harga barang itu sendiri
Dalam analisis ekonomi dianggap bahwa permintaan suatu barang terutama dipengaruhi oleh tingkat harganya. Oleh sebab itu teori permintaan yang terutama dianalisis adalah hubungan antara jumlah permintaan suatu barang dengan harga barang tersebut, dengan diasumsikan bahwa faktor-faktor lain tidak mengalami perubahan atau cateris paribus. Tetapi tidaklah berarti bahwa kita mengabaikan faktor-faktor yang dianggap tetap tersebut. setelah menganalisis hubungan jumlah permintaan dan tingkat harga maka selanjutnya boleh mengasumsikan harga tetap dan menganalisis faktor lain misalnya cita rasa/pendapatan lain.
2.        Harga barang lain yang berkaitan erat dengan barang tersebut
Hubungan antara suatu barang dengan berbagai jenis barang lainnya dapat dibedakan menjadi tiga golongan, yaitu:
  • Barang pengganti, suatu barang yang dapat menggantikan fungsi barang lain. Misalnya kopi dengan teh, beras dengan singkong.
  • Barang pelegkap, suatu barang yang selalu digunakan bersama dengan barang lainnya, misalnya gula dengan kopi.
  • Barang netral, merupakan barang yang tidak memiliki hubungan yang rapat. Perubahan terhadap salah satu barang tidak akan mempengaruhi barang lainnya.
3.        Pendapatan rumah tangga dan pendapatan rata-rata masyarakat
Pendapatan pembeli merupakan faktor yang sangat penting dalam menentukan corak permintaan terhadap berbagai barang. Perubahan pendapatan menimbulkan perubahan permintaan terhadap jenis barang. Berbagai barang dapat dibedakan menjadi:
  • Barang inferior, yaitu barang yang banyak diminta oleh orang-orang yang berpendapatan rendah. misalnya ubi kayu.
  • Barang esensial, yaitu barang yang sangat penting dalam kehidupan masyarakat sehari-hari seperti makanan (beras, kopi, gula) dan pakaian.
  • Barang normal, yaitu barang yang mengalami kenaikan dalam permintaan akibat dari kenaikan pendapatan, permintan ini dengan cara menambah jumlah barang atau menukar barang dengan mutu yang lebih baik. Misalnya sepatu, pakaian dan berbagai jenis makanan.
  • Barang mewah, yaitu barang yang dibeli orang apabila pendapatan mereka sudah relatif tinggi. Contohnya mobil, perhiasan dsb.
4.        Corak distribusi pendapatan dalam masyarakat
Distribusi pendapatan bisa melalui tarif pajak. Meningkatkan tarif pajak kemudian hasilnya di distribusikan ke masyarakat.
5.        Citra rasa masyarakat
6.        Jumlah penduduk
7.        Ramalan mengenai keadan dimasa yang akan datang 
Gerakan Sepanjang Kurva Permintaan
Hubungan antara tingkat harga dengan kuantitas yang diminta mengalami perubahan sepanjang kurva permintaan. Perubahan ini berlaku sebagai akibat perubahan harga (Sukirno, 2015:98).  Misalkan DD adalah kurva permintaan pasar terhadap buku tulis dan permulaan harga adalah 3000 keadaan ini ditunjukkan titik R. selanjutnya misalkan harga turun menjadi 2000 maka permintaan akan menjadi 900 pada posisi titik S. 

Perubahan/Pergeseran Kurva Permintaan

Perpindahan yang sejajar yang berlaku keatas kurva permintaan. Perubahan ini disebabkan oleh faktor bukan harga yang mempengaruhi permintaan (Sukirno, 2015:99).  Perubahan atau pergeseran kurva permintaan bisa bergeser ke kanan (increased demand)dan ke kiri (decreased demand) (Amaliawiati dan Murni, 2017:49).
1.        Increased demand artinya pertambahan atau kenaikan jumlah pembelian/jumlah barang yang diminta meskipun tingkat harga sama. Kenaikan jumlah barang yang diminta karena adanya salah satu faktor bukan harga misalnya pendapatan naik, jumlah penduduk bertambah, selera masyarakat terhadap barang tersebut meningkat dsb.
2.        Decreased demand artinya jumlah pembelian /jumlah barang yang diminta berkurang meskipun pada tingkat harga yang sama. Berkurangnya jumlah barang yang diminta karena adanya salah satu faktor bukan harga misalnya pendapatan turun, jumlah penduduk menurun, selera masyarakat terhadap barang tersebut menurun dsb.
Apabila kurva bergeser ke kanan dari titik A menjadi A1 atau dari kurva DD ke kurva D1D1 menunjukkan pertambahan permintaan atau increased demand misal. Apabila kurva bergeser ke kiri dari titik A ke A2 atau dari kurva DD ke kurva D2D2 menunjukkan permintaan berkurang atau decreased demand.

Penawaran dan Keseimbangan pasar (Lanjutan klik)

Daftar pustaka
Amaliawiati, L. dan Murni, A. (2017). Ekonomika Mikro Edisi Revisi kedua. Bandung: Refika Aditama
Salvatore. (2006). Mikroekonomi Edisi Keempat.  Jakarta: Erlangga.
Sukirno, S. (2015). Mikro Ekonomi Teori Pengantar (Edisi ketiga). Jakarta: PT. Rajawali Pers.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.