Permasalahan Ekonomi       

Pokok masalah ekonomi muncul karena adanya kesenjangan/ketidaksesuaian antara kebutuhan dan alat pemuas. Secara umum kebutuhan sangat banyak dan alat pemuas (barang dan jasa) terbatas adanya. Kesenjangan bersumber dari kelangkaan (scarcity)sumber daya yang tersedia. Sumber daya terdiri dari sumber daya alam (natural resources), sumber daya manusia (human resources), dan sumber daya modal (capital resources). Masalah ekonomi yang sangat mendasar dalam kehidupan manusia ada 3 yaitu: what to produce, how to produce, for whom to produce (Amaliawiati dan Murni, 2017:6-7).
Masalah kelangkaan/kekurangan berlaku sebagai akibat dari ketidakseimbangan antara kebutuhan manusia dengan faktor-faktor produksi yang tersedia dalam masyarakat dimana barang dan jasa yang dapat dihasilkan oleh faktor-faktor produksi yang tersedia jauh lebih rendah dari pada yang dibutuhkan masyarakat sehingga masyarakat perlu membuat pilihan (Sukirno, 2015:5).
Faktor produksi (sumber-sumber daya) adalah benda-benda yang disediakan oleh alam atau diciptakan oleh manusia yang dapat digunakan untuk memproduksi barang dan jasa. Faktor produksi yang tersedia dalam perekonomian dibedakan menjadi empat jenis (Sukirno, 2015:6-7) yaitu:
1.  Tanah dan sumber alam, faktor produksi ini meliputi tanah, tambang, hasil hutan, dan sumber alam yang dijadikan modal seperti air bendungan untuk irigasi atau pembangkit tenaga listrik.
2.  Tenaga kerja, faktor produksi ini dibedakan menjadi tiga golongan yaitu:
  • Tenaga kerja kasar yaitu tenaga kerja yang tidak berpendidikan atau rendah pendidikannya dan tidak memiliki keahlian dalam suatu bidang pekerjaan.
  • Tenaga kerja terampil, yaitu tenaga kerja yang memiliki keahlian dari pelatihan atau pengalaman kerja seperti montir, tukang kayu, ahli reparasi.
  • Tenaga kerja terdidik, yaitu tenaga kerja yang memiliki pendidikan cukup tinggi dan ahli dalam bidang tertentu seperti dokter, akuntan, insinyur dsb.
3. Modal, yaitu benda yang diciptakan oleh manusia dan digunakan untuk memproduksi barang-barang dan jasa-jasa yang mereka butuhkan. Contohnya: bangunan pabrik dan pertokoan, mesin, alat pengangkutan dsb.
4. Keahlian keusahawanan, yaitu keahlian dan kemampuan pengusaha untuk mendirikan dan mengembangkan berbagai kegiatan usaha. Keahlian keusahawanan meliputi kemahirannya mengorganisasi berbagai sumber atau faktor produksi secara efektif dan efisien sehingga usahanya berhasil dan berkembang serta dapat menyediakan barang dan jasa untuk masyarakat.
Dalam ilmu ekonomi kegiatan manusia dapat dikelompokkan tiga yaitu (Amaliawiati dan Murni, 2017:7):
  1. Produksi, merupakan kegiatan manusia yang dapat menaikkan atau menciptakan nilai guna suatu barang.
  2. Konsumsi, merupakan kegiatan manusia yang dapat mengurangi atau menghabiskan nilai guna dari suatu barang.
  3. Pertukaran/distribusi
klik untuk mendapatkan Format PPT

Manusia dan jenis-jenis barang

Kebutuhan masyarakat adalah keinginan masyarakat untuk memperoleh barang dan jasa.  Keinginan untuk memperoleh barang dan jasa dapat dibedakan kepada dua bentuk yaitu: keinginan yang disertai oleh kemampuan untuk membeli atau disebut dengan (permintaan efektif) dan keinginan yang tidak disertai oleh kemampuan untuk membeli (Sukirno, 2015:5).
Barang-barang adalah benda-benda yang diwujudkan oleh manusia atau alam yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan manusia. Jasa-jasa adalah berbagai bentuk pelayanan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang dihasilkan oleh alam atau oleh kegiatan produksi oleh faktor-faktor produksi. Terdapat banyak cara untuk menggolongkan jenis-jenis barang dalam perekonomian. Pertama barang dibedakan antara barang ekonomi dan barang cuma-cuma. Barang ekonomi adalah barang yang memerlukan usaha untuk memperolehnya (contoh: beras). Sedangkan barang cuma-cuma adalah barang yang dapat dinikmati tanpa melakukan kegiatan  memproduksi seperti udara, oksigen, sinar matahari, air hujan dsb. Barang ekonomi dapat pula dibedakan menjadi barang konsumsi (contoh: makanan, pakaian dan sepeda motor) dan barang modal (contoh: mesin, peralatan, bengkel, bangunan). Barang ekonomi juga dapat dibedakan antara barang akhir (contoh:roti, kursi, mobil) dan barang setengah jadi (contoh tepung gandum, karet, minyak kelapa sawit) (Sukirno, 2015:5).
Dalam teori ekonomi terdapat dua cara penggolongan lain (Sukirno, 2015:5) yaitu:
1.    Berdasarkan kepentingan barang tersebut dalam kehidupan manusia, barang dibedakan menjadi:
a.      Barang inferior (contoh ikan asin dan ubi kayu)
b.      Barang esensial (contoh: beras, gula dan kopi)
c.       Barang normal (contoh: baju dan buku)
d.      Barang mewah (mobil dan emas)
2.   Berdasarkan cara penggunaannya, barang dibedakan menjadi:
a.      Barang pribadi (contoh: makanan, pakaian dan mobil)
b.      Barang publik (contoh: jalan raya, lampu lalu lintas dan mercusuar)
Pengertian Ilmu Ekonomi
Ilmu ekonomi merupakan suatu bidang studi mulai berkembang semenjak bagian kedua abad ke 18 (tahun 1776), yaitu setelah Adam Smith seorang pemikir dan ahli ekonomi Inggris menerbitkan bukunya yang berjudul: “An Inquiry into the Nature and Causes of the Wealth of Nations. Adam Smith dapat dianggap sebagai “bapak ilmu ekonomi” (Sukirno, 2015:3).
Ilmu ekonomi adalah ilmu yang mempelajari upaya-upaya pengalokasian sumber daya yang tersedia (bersifat scarcity) untuk mencapai kepuasan atau kemakmuran masyarakat (Amaliawiati dan Murni, 2017:11).
Ilmu ekonomi menurut Wibowo dan Supriadi (2013:13) adalah sebagai ilmu yang mempelajari perilaku manusia dalam menggunakan sumber daya yang langka, untuk memproduksi barang dan jasa yang dibutuhkan manusia. Ruang lingkup ekonomi meliputi satu bidang perilaku manusia berkaitan dengan konsumsi, produksi dan distribusi.
Secara terminologi kata ekonomi berasal dari Yunani yaitu oikos berarti keluarga, nomos berarti peraturan, aturan, hukum dan secara garis besar diartikan sebagai aturan rumah tangga atau manajemen rumah tangga. Rumah tangga meliputi rumah tangga perseroan (keluarga), badan usaha, atau perusahaan rumah tangga pemerintah dsb.
Ilmu ekonomi menurut P.A. Samuelson salah seorang ahli ekonomi yang menerima Nobel untuk ilmu ekonomi tahun 1970 yang dikutip oleh Wibowo dan Supriadi (2013:15) adalah:
Ilmu ekonomi adalah studi mengenai individu dan masyarakat membuat pilihan, dengan atau tanpa penggunaan uang, dengan menggunakan sumber daya alam yang terbatas, tetapi dapat digunakan dalam berbagai cara untuk menghasilkan berbagai jenis barang dan jasa dan mendistribusikannya untuk kebutuhan konsumsi sekarang dan pada masa yang akan datang pada berbagai individu dan golongan masyarakat.”
Ilmu ekonomi muncul disebabkan karena adanya perbedaan antara kebutuhan manusia yang tidak terbatas atau yang beraneka ragam dan jumlahnya banyak, sedangkan barang-barang dan jasa-jasa yang tersedia untuk memenuhi kebutuhan manusia sebagai alat pemuas sangat terbatas, sehingga dalam memanfaatkan sumber daya perlu adanya ilmu memilih.
Tujuan mempelajari Ilmu Ekonomi

Menurut Case and Fair (2017) dalam Amaliawiati dan Murni (2017:4) ada 4 alasan mengapa mempelajari ilmu ekonomi, yaitu:
1.    To learn a way of thingking (untuk mempelajari cara berpikir)
Beberapa konsep yang diperkenalkan dalam ilmu ekonomi dan paling fundamental untuk membentuk pola piker manusia, antara lain konsep: opportunity cost (menetapkan pilihan utama dengan mengorbankan pilihan yang lain dalam mengambil keputusan), marginalism and sunk costs (perhitungan biaya-biaya marginal dan biaya yang hilang dan tidak dapat dihindari), efficient markets (pasar yang efisien: merupakan pasar yang peluang labanya sangat tinggi tetapi terjadi hanya dalam waktu yang sangat singkat).
2.   To understand society (untuk memahami masyarakat)
Kejadian dan keputusan ekonomi berpengaruh pada karakter kehidupan masyarakat. Mempelajari ilmu ekonom dapat membantu kita memahami perubahan-perubahan keadaan ekonomi terkini, tingkat kesejahteraan material, perkembangan produk-produk yang tersedia dan yang dibutuhkan masyarakat, gambaran sistem perekonomian suatu negara dsb.
3.   To understand global affairs (untuk memahami urusan global)
Semua negara merupakan bagian dari ekonomi dunia. Keterkaitan antar negara  dalam bentuk perdagangan, investasi dsb perlu dipahami untuk menganalisis perkembangan ekspor/impor dan perkembangan ekonomi (konsumsi, produksi dan investasi) secara global agar negara mempunyai daya saing secara internasional.
4.   To be an informed voter (menjadi pemilih informasi)
Pengetahuan ilmu ekonomi sangat diperlukan untuk memberikan informasi kepada pihak yang melakukan kebijakan-kebijakan dan mengambil keputusan. Misalnya kebijakan mengatasi defisit APBN (data-data ekonomi yang diperlukan seperti laju inflasi, pertumbuhan ekonomi, perkembangan pengeluaran pemerintah, nilai pendapatan/produk nasional, perkembangan investasi, tabungan dan daya beli masyarakat). 
Jenis-jenis Analisis Ekonomi
Analisis ekonomi dapat dibedakan menjadi tiga golongan yaitu:
1.    Ekonomi Deskriptif (Descriptive Economics)
Ekonomi deskriptif menurut Nuraini (2016:2) merupakan studi yang berusaha untuk menggambarkan atau mediskripsikan dan menguraikan fakta-fakta ekonomi (bekerjanya lembaga-lembaga atau unit-unit ekonomi).
Ekonomi deskriptif mengumpulkan keterangan-keterangan faktual yang relevan mengenai sesuatu masalah (Reksoprayitno, 1992:1). Ilmu ekonomi deskriptif ini menjelaskan keadaan ekonomi suatu daerah/negara pada waktu tertentu. Contoh krisis moneter di Indonesia tahun 1998, jumlah pengangguran dan tenaga kerja di berbagai daerah di Indonesia pada tahun tertentu.
2.   Teori Ekonomi atau Ekonomi Murni
Teori menurut Nuraini (2016:2) adalah seperangkat hipotesis atau konsep yang telah teruji kebenarannya. Ekonomi Teori menurut Niamas adalah pandangan yang menggambarkan kegiatan ekonomi yang memiliki sifat hubungan yang nyata dan menggambarkan ramalan suatu peristiwa yang kemungkinan akan terjadi di masa depan jika terdapat suatu kondisi yang dapat berpengaruh menuju perubahan.
Teori ekonomi dipecah kedalam dua kelompok yaitu:
a.      Ekonomi mikro
Ekonomi Mikro menurut Nuraini (2016:8) mempelajari aktivitas-aktivitas unit-unit ekonomi seperti individu, baik individu seorang, individu rumah tangga, individu perusahaan maupun individu industri,
b.      Ekonomi makro
Ekonomi makro Nuraini (2016:8) memfokuskan kajiannya kepada perekonomian secara keseluruhan (agregat), seperti konsumsi masyarakat, produksi total masyarakat dan tingkat harga umum.
3.   Ekonomi Terapan (Applied Science) atau teori kebijakan ekonomi
Ekonomi terapan merupakan cabang ilmu ekonomi yang tugasnya menelaah kebijakan-kebijakan ekonomi yang perlu dilaksanakan oleh suatu pemerintahan dalam mengatasi masalah-masalah ekonomi. Bentuk kebijakan yang bagaimana yang akan ditempuh dan dampak apa yang akan muncul dari suatu kebijakan serta alternatif-alternatif apa yang harus diambil, semua merupakan kajian dari ekonomi terapan.
Secara umum kebijakan ekonomi yang diambil oleh pemerintah mempunyai tujuan untuk:
a.    Menciptakan kesempatan kerja yang penuh
b.   Menciptakan pertumbuhan ekonomi yang tinggi
c.    Menciptakan stabilitas harga-harga
d.   Menciptakan distribusi pendapatan yang merata
Ilmu Ekonomi sebagai Ilmu Pengetahuan Sosial
Ilmu ekonomi dikategorikan ilmu sosial karena ilmu yang mempelajari prilaku manusia, baik secara individu maupun secara berkelompok yang berkaitan dengan kejadian-kejadian yang dihadapi mereka dengan lingkungan sosialnya (Amaliawiati dan Murni, 2017:12).
Dalam mengkaji ilmu sosial perlu memisahkan pandangan-pandangan tentang:
1.    Pernyataan positif (berdasarkan fakta)
Ilmu ekonomi positif adalah menggambarkan fakta, kejadian ekonomi atau perilaku dalam kegiatan perekonomian (Amaliawiati dan Murni, 2017:12).
Pernyataan positif mengandung arti “bagaimanakah senyatanya”. Pernyataan positif banyak digunakan oleh para ahli ekonomi terutama pada ilmu ekonomi deskriptif dan teori ekonomi (Nuraini, 2016:3-4).
Contoh:
  • Hubungan antara pajak dengan konsumsi dan daya beli masyarakat
  • Jika produksi beras turun, harga beras naik, sebaliknya produksi beras naik, harga akan turun
2.   Pernyataan formatif (berdasarkan penilaian)
Ilmu ekonomi normatif adalah melibatkan ajaran etika dan pertimbangan nilai, jadi menyangkut apa yang diyakini dan bagaimana sebaiknya. Dengan demikian berkaitan dengan filosofi, budaya dan agama (Amaliawiati dan Murni, 2017:12).
Pernyataan normatif adalah pernyataan yang mengandung arti “bagaimana seharusnya”. Pernyataan normatif sebenarnya dipengaruhi oleh faktor-faktor yang kadang-kadang tidak bersifat rasional, seperti budaya, tradisi atau filsafat. Pernyataan normatif banyak dijumpai pada ilmu ekonomi  yang bersifat terapan (Nuraini, 2016:4).
Contohnya:
Apakah usaha meningkatkan kesejahteraan masyarakat dapat dilakukan dengan mempercepat pertambahan pendapatan nasional?
Kebijakan apa seharusnya diambil pemerintah untuk mengatasi pengangguran?
Sifat-sifat Teori Ekonomi
Setiap teori mempunyai 4 unsur yaitu:
1.    Variabel-variabel
Variabel adalah karakteristik yang menunjukkan variasi atau sesuatu yang nilainya dapat berubah-ubah (Supranto, 2009:18). Dalam membahas variabel perlu dibedakan dua variabel berikut: endogen dan eksogen. Variabel endogen atau variabel dependen adalah tipe variabel yang dijelaskan atau dipengaruhi oleh variabel independen, variabel ini dinamakan pula dengan variabel yang diduga sebagai akibat atau variabel konsekuensi. Variabel eksogen atau variabel independen adalah tipe variabel yang menjelaskan atau mempengaruhi variabel lain, variabel ini dinamakan pula dengan variabel  yang diduga sebagai sebab atau variabel yang mendahului (Indriantoro dan Supomo, 2016:63).
Variabel adalah unsur penting dalam setiap teori. Contoh peranan variabel dalam teori harga. Teori tersebut hakikatnya bertujuan untuk menjelaskan bagaimana harga barang ditentukan. Dalam teori harga antara lain dijelaskan sifat permintaan dari para pembeli dan ini dikenal sebagai hukum permintaan. Hukum ini mengatakan: kalau harga suatu barang berubah maka jumlah permintaan terhadap barang itu juga akan berubah. Dalam teori permintaan ini terdapat dua variabel yaitu: harga dan jumlah barang yang diminta (Sukirno, 2015:12).
2.   Asumsi
Membuat asumsi atau pemisalan-pemisalan merupakan salah satu syarat penting dalam membuat teori dalam ilmu sosial. Tanpa asumsi sangat sukar untuk menjelaskan sifat-sifat hubungan yang sangat kompleks. Sehingga diperlukan gambaran yang lebih sederhana. Biasanya yang diterangkan ialah faktor terpenting yang mempengaruhinya. Ini berarti teori harus membuat penyederhanaan keatas kejadian yang sebenarnya dalam masyarakat. Penyederhanaan itu dilakukan dengan membuat pemisalan. Pemisalan dikenal sebagai ceteris paribus yang berasal dari bahasa latin artinya “hal-hal lain tidak mengalami perubahan” (Sukirno, 2015:12).
3.   Hipotesis
Hipotesis adalah suatu pernyataan mengenai bagaimana variabel-variabel yang dibicarakan berkaitan satu sama lain. Sifat hubungan itu dapat dibedakan kepada dua golongan yaitu hubungan langsung dan hubungan berbalik. Hubungan langsung adalah keadaan dimana perubahan nilai-nilai variabel  yang dibicarakan bergerak kearah yang bersamaan. Contoh ketika pendapatan bertambah maka konsumsi akan bertambah. Hubungan terbalik yaitu apabila nilai-nilai variabel yang dibicarakan berubah ke arah yang bertentangan. Contoh ketika kenaikan harga, maka akan menyebabkan permintaan menurun (Sukirno, 2015:13-14).
4.   Membuat ramalan
Teori ekonomi memberikan dua sumbangan penting di dalam menganalisis kegiatan ekonomi dalam masyarakat. Yang pertama menerangkan mengapa peristiwa-peristiwa tertentu berlaku dan apa yang menjadi penyebabnya sehingga bentuk peristiwanya seperti itu.  Dengan mempelajari teori-teori ekonomi antara lain dapat diterangkan mengapa harga-harga meningkat, mengapa kelebihan atau kekurangan penawaran, apa penyebab pengangguran dsb. Dengan mempelajari teori yang tersedia dapatlah diketahui bagaimana suatu perekonomian berfungsi. Yang kedua teori dapat meramalkan keadaan yang berlaku. Peramalan itu dapat digunakan sebagai landasan dalam merumuskan langkah-langkah untuk memperbaiki keadaan dalam perekonomian (Sukirno, 2015:13-14). 
Alat-alat Analisis dalam Ilmu EKonomi
Alat analisis dalam ilmu ekonomi antara lain (Sukirno, 2015:14-19)
1.    Grafik dan Kurva
Grafik mempunyai dua sumbu: sumbu datar (horizontal) dan sumbu tegak (vertikal). Pertemuan diantara sumbu tersebut dinamakan “origin” atau titik asal dan nilainya 0. Tiap sumbu menjelaskan nilai suatu variabel. Pada titik 0 nilai variabel adalah nol dan makin jauh dari titik nol nilainya menjadi bertambah tinggi.
Pada tabel 1 ditunjukkan gambaran yang lebih spesifik mengenai bagaimana harga berkaitan dengan besarnya permintaan baju.

Keadaan yang ditunjukkan oleh A menggambarkan bahwa apabila harga baju 50 maka barang yang diminta sebanyak 300 helai. Sedangkan keadan B ketika harga sebesar 40 maka barang yang diminta sebanyak 400 helai dan seterusnya.

Titik A, B, C, D, E dirangkai menjadi kurva. Kurva ini yang menggambarkan hubungan fungsional diantara harga baju dan jumlah permintaannya. Kurva tersebut dinamakan kurva permintaan baju, bentuknya seperti ditunjukkan oleh kurva DD. Kurva permintaan menurun dari kiri atas ke kanan bawah, artinya sifat hubungan antara kedua variabel itu terbalik, yaitu kenaikan nilai suatu variabel (harga) menimbulkan penurunannya nilai variabel lainnya. Hubungan antar variabel tersebut bersifat hubungan langsung.
Kurva penawaran yaitu kurva yang menunjukkan hubungan diantara harga dan jumlah barang yang ditawarkan penjual. Contoh kurva SS dibawah: ketika harga tinggi maka jumlah yang ditawarkan juga tinggi, ketika harga rendah jumlah yang ditawarkan rendah. 

2.    Ilmu Statistik

Ilmu statistik memegang dua peranan penting berikut:
1)        Menyediakan berbagai jenis angka indeks
Angka indeks adalah angka yang menunjukkan perubahan rata-rata sekumpulan data tertentu dari waktu ke waktu. Dua angka indeks yang terpenting dalam kegiatan ekonomi adalah:
Ø  Indeks harga, menunjukkan besarnya perubahan rata-rata harga sekumpulan barang dari waktu ke waktu lainnya.
Ø  Indeks produksi, menunjukkan perubahan tingkat produksi.
2)       Menguji dan menyelidiki kebenaran pandangan dalam teori-teori ekonomi.
Ilmu statistik menguji kebenaran dari teori-teori ekonomi. Apabila teori benar maka ilmu statistik dapat menyatakan dengan lebih spesifik (angka-angka) sifat hubungan antara variabel-variabel. Untuk mengetahui hubungan antara variabel dapat menggunakan analisis regresi.
Pengertian Ilmu Ekonomi Mikro
Ilmu ekonomi mikro mempelajari aktivitas-aktivitas unit-unit ekonomi seperti individu, baik individu seorang individu rumah tangga, individu perusahaan, maupun individu industri. Dalam ekonomi mikro, harga memainkan peranan yang relatif penting, oleh karena itu ilmu ekonomi mikro sering disebut sebagai teori harga (price theory) (Nuraini, 2016:8).
Ilmu ekonomi mikro (mikroekonomi) adalah cabang dari ilmu ekonomi yang mempelajari perilaku konsumen dan perusahaan serta penentuan harga pasar dan kuantitas faktor input, barang dan jasa yang diperjualbelikan (Wibowo dan Supriadi, 2013:75).
Mikroekonomi adalah salah satu bidang studi dalam ilmu ekonomi yang melihat dan menganalisis tentang kegiatan ekonomi yang berlaku dengan cara melihat bagian-bagian kecil dari keseluruhan kegiatan dalam perekonomian (Sukirno, 2005:21).
Kebalikan ekonomi  mikro adalah ekonomi makro yang membahas aktivitas ekonomi secara keseluruhan, terutama mengenai pertumbuhan ekonomi, inflasi, pengangguran, berbagai kebijakan perekonomian yang berhubungan, serta dampak atas beragam tindakan pemerintah (misalnya perubahan tingkat pajak).
Tujuan ekonomi mikro adalah menganalisis pasar beserta mekanismenya yang membentuk harga relatif pada produk dan jasa, dan alokasi dari sumber terbatas di antara banyak penggunaan alternatif.
Lingkup Pembahasan Ekonomi Mikro
Ilmu ekonomi mikro secara umum menurut Amaliawiati dan Murni (2017:17) membahas berbagai konsep ekonomi tentang:
1.    Teori perilaku pasar.
Sasaran teori ini adalah untuk mengetahui bagaimana terbentuknya keseimbangan pasar. Di pasar terdapat pembeli dan penjual yang saling berinteraksi untuk mencari kesepakatan harga dan jumlah barang yang diperjualbelikan. Ketika kesepakatan itu terjadi maka terbentuklah  keseimbangan pasar (market equilibrium). Untuk sampai pada keseimbangan pasar terlebih dahulu kita akan membahas mengenai teori permintaan dan teori penawaran.
2.   Teori perilaku konsumen
Sasaran teori ini adalah untuk mengetahui bagaimana terbentuknya keseimbangan konsumen dalam berkonsumsi. Pada dasarnya seorang konsumen dalam berkonsumsi selalu mencapai kepuasan maksimum. Ketika konsumen mencapai tingkat kepuasan maksimum dikatakan terjadi keseimbangan konsumen (consumen equilibrium). Keseimbangan konsumen dapat terjadi ketika pengorbanan yang dilakukan persis sama dengan manfaat yang dirasakannya. Oleh sebab itu maka terlebih dahulu kita membahas tentang teori utilitas, indifference curve dan budget line.
3.   Teori produksi
Sasaran teori ini adalah untuk mengetahui bagaimana terbentuknya efisiensi dalam kegiatan produksi. Efisiensi optimal dapat terjadi bila produsen dapat memaksimumkan biaya untuk menghasilkan sejumlah output tertentu atau meminimumkan biaya untuk menghasilkan sejumlah output tertentu. Analisis tentang teori produksi banyak berkaitan dengan struktur biaya, konsep isocost dan isoquant curve.
4.   Teori perusahaan
Sasaran teori ini adalah untuk mengetahui bagaimana tingkah laku perusahaan dalam mencapai keseimbangan. Perusahaan dikatakan dalam keadaan equilibrium apabila perusahaan dapat menjalankan kegiatan operasionalnya. Keseimbangan perusahaan dapat terjadi ketika perusahaan berada dalam keadaan untung, rugi dan pulang poko (BEP). Untuk analisis ini perlu dipelajari dulu tentang struktur pasar dan struktur revenue yang dimiliki perusahaan.
Daftar Pustaka
Amaliawiati, L. dan Murni, A. (2017). Ekonomika Mikro Edisi Revisi kedua. Bandung: Refika Aditama
Indriantoro, Nur & Supomo, Bambang. (2016). Metodologi Penelitian Bisnis untuk Akuntansi & Manajemen, (Edisi Pertama). Yogyakarta: BPFE.
Nuraini, I. (2016). Pengantar Ekonomi Mikro. Malang: UMM Press
Sukirno, S. (2015). Mikro Ekonomi Teori Pengantar (Edisi ketiga). Jakarta: PT. Rajawali Pers.
Supranto, J. (2009). Statistik: Teori dan Aplikasi Jilid 1, (Edisi Ketujuh). Jakarta: Penerbit Erlangga.
Wibowo, S., & Supriadi, D. (2013). Ekonomi Mikro Islam. Bandung: Pustaka Setia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.