Pengertian Penawaran Pasar  ==> Materi sebelumnya klik Permintaan Pasar

Penawaran menurut Amaliawiati dan Murni (2017:51) adalah banyaknya kesatuan barang yang akan dijual oleh penjual pada bermacam-macam tingkat harga dalam jangka waktu tertentu dan syarat tertentu.
Penawaran pasar adalah jumlah sesuatu barang yang di sediakan oleh semua penjual dalam pasar pada berbagai tingkat harga. Teori penawaran adalah analisis dalam ilmu ekonomi yang menerangkan faktor-faktor yang menentukan penawaran, bagaimana faktor-faktor ini akan menentukan keseimbangan dan perubahan keseimbangan pasar (Sukirno, 2015:99).
Fungsi dan Hukum Penawaran
     Fungsi penawaran (supply function) menurut Amaliawiati dan Murni (2017:51) adalah fungsi yang memperlihatkan keterkaitan antara variabel jumlah barang yang ditawarkan dengan variabel-variabel atau faktor-faktor yang mempengaruhinya. Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi penawaran antara lain:
1.      Harga barang itu sendiri (X1)
2.      Harga barang lain (X2)
3.      Ongkos/biaya produksi

a.       Pajak (X3)
b.      Subsidi (X4)
c.       Harga bahan baku (X5)
d.      Upah tenaga kerja (X6)
e.       Tarif listrik (X7)
f.       Harga BBM (X8)

4.      Perubahan teknologi (X9)
5.      Ramalan (X10)

Dengan demikian fungsi permintaan dapat dinyatakan sebagai berikut:
QS=f(X1,X2, X3, X4, X5, X6, X7, X8, X9, X10)
Dalam kondisi cateris paribus (faktor lain selain harga dianggap tetap) maka fungsi permintaan:                           QS= f (X1)  atau QS= f (price)
Fenomena di perekonomian akan terjadi “jika harga naik maka produsen bercenderungan menambah penjualan terhadap barang tersebut. sebaliknya jika harga turun konsumen cenderung mengurangi penawaran jumlah barang yang dijual. Fenomena tersebut melahirkan hukum penawaran.
Hukum penawaran adalah suatu dalil/rumusan yang menerangkan ciri hubungan antara tingkat harga dan kuantitas barang yang ditawarkan. Semakin tinggi harga, semakin banyak kuantitas yang ditawarkan (Sukirno, 2015:98).

Kurva Penawaran
Daftar penawaran adalah suatu gambaran yang menunjukkan jumlah penawaran pada berbagai tingkat harga. Contoh daftar penawaran terhadap buku tulis:
Berdasarkan daftar penawaran diatas maka dapat dilihat kurva penawaran sebagai berikut:
Penawaran digambarkan oleh kurva ABCDE, kurva penawaran selalu berlereng positif, artinya meningkat dari kiri bawah ke kanan atas, hal ini disebabkan karena hubungan harga dengan kuantitas searah. Pada titik A menggambarkan bahwa ketika harga 5000 jumlah barang yang ditawarkan sebanyak 900.
Kurva penawaran (supply curve) menurut Amaliawiati dan Murni (2017:53) adalah suatu kurva/garis yang memperlihatkan hubungan antara berbagai jumlah barang yang ditawarkan (Qs) terdapat suatu barang pada berbagai tingkat harga (P) barang tersebut).
Penawaran Individual dan Penawaran Pasar
Penawaran individual Amaliawiati dan Murni (2017:53) adalah penawaran secara perorangan terhadap suatu barang pada berbagai tingkat harga. Sedangkan penawaran pasar adalah penjumlahan dari keseluruhan penawaran individual yang ada di pasar pada berbagai tingkat harga.
Faktor-faktor yang Menentukan Penawaran
Faktor-faktor yang menentukan penawaran suatu barang oleh produsen di pasar antara lain (Sukirno, 2015:85):
  • Harga barang itu sendiri, perubahan-perubahan harga produk yang ditawarkan akan berpengaruh terhadap jumlah yang ditawarkan, sebagaimana hukum penawaran yaitu semakin tinggi harga, semakin banyak barang yang ditawarkan.
  • Barang barang lain (substitution/komplementer factor)
  • Biaya produksi (Pajak, subsidi, harga bahan baku, upah tenaga kerja, tarif listrik, harga BBM).
  • Tujuan-tujuan operasi perusahaan tersebut.
  • Tingkat teknologi yang digunakan
Gerakan Sepanjang Kurva Penawaran
Gerakan sepanjang kurva penawaran adalah hubungan antara tingkat harga dengan kuantitas yang ditawarkan mengalami perubahan sepanjang kurva permintaan  (Sukirno, 2015:98). Gerakan sepanjang kurva penawaran karena disebabkan oleh faktor harga. Sebagai contoh kita dapat lihat pada grafik dibawah. Misalkan SS adalah kurva penawaran pasar terhadap buku tulis dan permulaan harga adalah 1000 keadaan ini ditunjukkan titik E. selanjutnya misalkan harga naik menjadi 2000 maka jumlah yang ditawarkan akan menjadi 375 pada posisi titik D. perpindahan ini yang disebut dengan gerakan sepanjang kurva penawaran.
Pergeseran Kurva Penawaran
Pergeseran kurva penawaran adalah perpindahan yang sejajar yang berlaku ke atas kurva penawaran (Sukirno, 2015:99). Perubahan/pergeseran kurva penawaran ini disebabkan oleh perubahan faktor-faktor penawaran yang bukan harga seperti biaya produksi, harga bahan baku, subsidi. Pergeseran kurva penawaran bisa bergeser ke kanan (increased supply) dan ke kiri (decreased supply) (Amaliawiati dan Murni, 2017:57).
1.        Increased supply artinya terjadi pertambahan atau kenaikan jumlah barang yang ditawarkan meskipun pada tingkat harga yang sama. Kenaikan jumlah barang yang ditawarkan karena adanya salah satu faktor bukan harga misalnya subsidi dari pemerintah. Kurva penawaran ini akan bergeser ke arah kanan.
2.        Decreased supply artinya jumlah barang yang ditawarkan berkurang meskipun pada tingkat harga yang sama. Berkurangnya jumlah barang yang ditawarkan karena adanya salah satu faktor bukan harga misalnya subsidi dijabut, harga BBM meningkat, peningkatan tarif pajak. Kurva penawaran akan bergeser ke arah kiri.

Apabila kurva bergeser ke kanan dari titik A menjadi A1 atau dari kurva SS ke kurva S1S1 menunjukkan pertambahan permintaan atau increased supply misal. Apabila kurva bergeser ke kiri dari titik A ke A2 atau dari kurva SS ke kurva S2S2 menunjukkan permintaan berkurang atau decreased supply.

Keseimbangan Pasar dan Pembentukan Harga
Keseimbangan pasar menurut Sukirno, (2015:99) adalah suatu keadaan dimana pada suatu tingkat harga tertentu keinginan pembeli untuk mendapatkan barang adalah sama dengan keinginan penjual dalam menawarkan barangnya.
Keseimbangan pasar menurut Amalia dan Murni (2017:59) adalah suatu kondisi pasar yang menunjukkan pada tingkat harga tertentu jumlah barang yang diminta sama dengan jumlah barang yang ditawarkan. Penentuan keseimbangan pasar (market equilibrium) berguna untuk menganalisis mekanisme penentuan/pembentukan harga keseimbangan (equilibrium price)dan jumlah barang yang diperjual belikan.
Pembentukan harga adalah suatu proses dalam menetepkan harga dan jumlah barang yang disepakati oleh penjual dan pembeli dalam suatu transaksi di pasar. Terbentuknya harga di pasar merupakan hasil interaksi dari kekuatan tarik menarik antara demand dan supply.
Proses pembentukan harga keseimbangan dan kuantitas keseimbangan pasar dapat ditentukan dengan tiga cara yaitu:
1.        Menggunakan contoh angka
              Kelebihan penawaran adalah jumlah yang ditawarkan di pasar adalah melebihi daripada yang diminta para pembeli. Kelebihan permintaan adalah jumlah yang diminta para pembeli melebihi daripada yang ditawarkan penjual. Syarat keseimbangan adalah jumlah yang ditawarkan sama dengan jumlah yang diminta (Sukirno, 2015:91). Berikut disajikan contoh angka:

2.        Menggunakan grafik kurva permintaan dan penawaran

Berdasarkan tabel diatas grafik keseimbangan pasar dapat dibuat berikut:

Titik E adalah titik perpotongan antara kurva permintaan dengan kurva penawaran. Titik ini disebut dengan titik keseimbangan pasar. Pada titik tersebut harga keseimbangan sebesar 300 dengan kuantitas sebesar 60 unit. Apabila harga lebih rendah dari keseimbangan maka terjadi kelebihan permintaan, misalnya harga 200 atau 100. Apabila harga lebih tinggi dari keseimbangan maka terjadi kelebihan penawaran, misalnya harga 400 dan 500.

3.        Menggunakan perhitungan matematis
Syarat keseimbangan pasar ditandai oleh quantity demand sama dengan quantity supply.
Qd = Qs atau c – dP = -m +  nP
Bentuk umum persamaan masing-masing adalah sebagai berikut:
       Persamaan permintaan:      Qd = c – dP
       Persamaan penawaran:      Qs =  -m +  nP
       Dimana:
Ø c adalah suatu angka tetap. Nilainya menunjukkan jumlah barang yang diminta saat tingkat harga nol. c selalu bernilai positif.
Ø d adalah kecondongan kurva permintaan. Nilainya selalu negative karena kurva permintaan menurun dari kiri ke kanan.
Ø m adalah angka tetap. Nilainya menunjukkan jumlah barang yang ditawarkan saat tingkat harga nol. biasanya m bernilai negatif.
Ø n adalah kecondongan kurva penawaran. nilainya selalu positif karena karena kurva penawaran naik dari kiri ke kanan.
Ø Qd adalah kuantitas yang diminta, Qs adalah kuantitas yang ditawarkan dan P adalah tingkat harga.
Contoh perhitungan: misalkan persamaan permintaan karet adalah Qd= 22000-2P dan penawarannya Qs=-3000+3P. Berapakah harga karet dan kuantitas yang diperjual belikan?
       Penyelesaian:
1.    Syarat keseimbangan Qs = Qd
            -3.000+3P=22.000-2P
            5P=25.000
             P=5.000 jadi harga keseimbangan terjadi saat harga sebesar 5.000
2.    Menentukan kuantitas yang diperjualbelikan dengan persamaan permintaan atau persamaan penawaran
Qs = -3.000+3P
Qs = -3.000+3 (5.000)
Qs = 12.000
Qd = 22000-2P
Qd = 22000-2 (5.000)
Qd = 12.000
Perubahan-perubahan Keseimbangan Pasar
Perubahan-perubahan keseimbangan terjadi karena faktor-faktor lain diluar harga. Empat kemungkinan perubahan kurva permintaan dan penawaran yaitu:
1.        Permintaan bertambah (kurva permintaan bergeser ke kanan)
2.        Permintaan berkurang (kurva permintaan bergeser ke kiri)
3.        Penawaran bertambah (kurva penawaran bergeser ke kanan)
4.        Penawaran berkurang (kurva penawaran bergeser ke kiri)
Masing-masing perubahan dapat berubah secara tersendiri (salah satu) atau serentak. Berikut penjelasannya:
1.        Perubahan permintaan atau penawaran
Efek pertambahan permintaan dan penawaran dapat dilihat melalui grafik berikut:
Pergeseran kurva permintaan ke kanan yaitu dari DD menjadi D1D1, menggambarkan berlakunya pertambahan permintaan. Perubahan ini menyebabkan keseimbangan keadaan keseimbangan  pindah dari E ke E1. Kenaikan permintaan barang dari Q menjaadi Q1 menyebabkan kenaikan harga yaitu dari P ke P1. Sebaliknya jika terjadi kekurangan permintaan maka kurva permintaan bergeser ke kiri dan harga akan menjadi turun.
Pergeseran kurva penawaran ke kanan yaitu dari SS menjadi S1S1, menggambarkan berlakunya pertambahan penawaran. Perubahan ini menyebabkan keseimbangan keadaan keseimbangan  pindah dari E ke E1. Pengurangan penawaran barang dari Q1 menjadi Q menyebabkan harga turun yaitu dari P ke P1. Sebaliknya jika terjadi kekurangan penawaran maka kurva penawaran bergeser ke kiri dan harga akan menjadi naik.
2.        Perubahan serentak permintaan dan penawaran
Beberapa kemungkinan perubahan serentak yaitu:
a.       Sama-sama mengalami kenaikan atau penurunan
b.      Berlawanan, misalnya permintaan turun, penawaran naik atau sebaliknya
 
Contoh efek pergeseran permintaan dan penawaran terhadap keseimbangan:
Dalam grafik diatas digambarkan tingkat perubahan permintaan adalah lebih besar dari tingkat perubahan penawaran. Perubahan itu mengakibatkan harga naik dari P ke P1dan jumlah barang bertambah dari Q menjadi Q1. Selain perubahan diatas terdapat juga dua kemungkinan berikut:
  • Apabila pertambahan permintaan sama dengan pertambahan penawaran maka tingkat harga tidak berubah.
  • Apabila pertambahan permintaan kurang dari pertambahan penawaran maka harga akan merosot.
Daftar pustaka
Amaliawiati, L. dan Murni, A. (2017). Ekonomika Mikro Edisi Revisi kedua. Bandung: Refika Aditama
Salvatore, D. (2006). Mikroekonomi Edisi Keempat.  Jakarta: Erlangga.
Sukirno, S. (2015). Mikro Ekonomi Teori Pengantar (Edisi ketiga). Jakarta: PT. Rajawali Pers.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.