Perilaku Biaya
Perilaku biaya (cost behavior) adalah istilah umum untuk mendeskripsikan apakah biaya berubah seiring dengan perubahan keluaran. Biaya tetap (fixed cost) adalah biaya yang jumlahnya tetap sama ketika keluaran berubah (Hanson dan Mowen, 2009:98). Contoh biaya tetap adalah biaya sewa gedung, sewa mesin dalam satu tahun.
Biaya variabel (variable cost) adalah biaya yang dalam jumlah keseluruhan bervariasi secara proporsional terhadap perubahan keluaran (biaya variabel naik ketika keluaran naik dan akan turun ketika keluaran turun) (Hanson dan Mowen, 2009:100). Contoh biaya listrik, air.
Biaya campuran adalah biaya yang memiliki komponen tetap dan variabel. Misalnya agen penjualan sering dibayar dengan gaji yang ditambah dengan komisi penjualan (Hanson dan Mowen, 2009:103). Gaji merupakan komponen biaya tetap dan bonus merupakan biaya variabel yang besarnya berdasarkan omzet penjualan.
Hal-hal yang perlu dipertimbangkan dalam menilai perilaku biaya, antara lain  (Hanson dan Mowen, 2009:103-106):
1.    Batasan waktu
Rentang waktu berperan penting dalam penentuan prilaku biaya karena biaya dapat berubah dari tetap menjadi variabel. Hal ini tergantung pada apakah keputusan yang diambil mencakup jangka pendek atau jangka panjang. Contoh misalnya tenaga kerja langsung, ketika perusahaan dapat memperkerjakan dan memberhentikan karyawan dengan cepat maka tenaga kerja langsung merupakan biaya variabel, namun jika perusahaan tidak dapat memberhentikan karyawan karena kontrak, tingkat tenaga kerja dapat disesuaikan jika kontrak dirundingkan kembali maka dalam kasus tersebut tenaga kerja langsung sebagai biaya tetap.
2.   Sumber daya dan ukuran keluaran (penggerak)
Sumber daya dapat meliputi bahan baku, energi atau bahan bakar, tenaga kerja, dan modal. Ukuran keluaran (penggerak) aktivitas merupakan faktor-faktor penyebab yang dapat diamati yang mengukur jumlah sumber daya yang digunakan objek biaya. Penggerak aktivitas adalah perubahan dalam biaya aktivitas dengan mengukur perubahan dalam penggunaan aktivitas. Penggerak untuk penanganan bahan baku bisa berupa jumlah perpindahan, penggerak untuk pengapalan barang bisa berupa unit yang terjual.
Penggerak aktivitas dibagi menjadi dua kategori umum, yaitu:
1)   Penggerak produksi (tingkat unit), menjelaskan perubahan dalam biaya ketika unit yang diproduksi berubah. Contoh penggerak produksi antara lain: jumlah bahan baku langsung, jam-kilowatt yang digunakan untuk menjalankan mesin produksi, jumlah jam tenaga kerja langsung.
2)    Penggerak tingkat non unit, menjelaskan perubahan dalam biaya ketika faktor-faktor lain (selain unit) berubah. Contoh penyetelan (set up), ketika perusahaan menghentikan proses produksi untuk mengatur produksi lain maka muncul biaya penyetelan. Contoh lain seperti penyusutan pabrik, gaji manajer pabrik, dan biaya menjalankan departemen pembelian.
Dalam sistem biaya fungsi, perilaku biaya diasumsikan hanya oleh penggerak tingkat unit. Sistem berdasarkan aktivitas menggunakan penggerak unit dan non unit. Oleh karena itu sistem ABC menghasilkan pandangan yang lebih kaya terhadap perilaku biaya dari pada sistem fungsi.
Aktivitas, Penggunaan Sumber Daya, dan Perilaku Biaya
 Kapasitas adalah kemampuan aktual atau potensial untuk melakukan sesuatu. Banyaknya kapasitas tergantung pada tingkat kinerja yang diminta. Biasanya dapat diasumsikan bahwa kapasitas yang diperlukan berhubungan dengan tingkat dimana aktivitas dikerjakan secara efisien. Tingkat yang efisien atas kinerja aktivitas ini disebut kapasitas praktis (practical capacity). Kadang-kadang terjadi kelebihan kapasitas. Untuk mengetahui kelebihan kapasitas yang mempengaruhi perilaku biaya penting untuk mengetahui sumber daya fleksibel dan sumber daya terikat (Hanson dan Mowen, 2009:106-107).
Sumber daya fleksibel yaitu sumber daya yang dipasok saat digunakan atau dibutuhkan. Jumlah sumber daya yang dipasok sama dengan jumlah yang diminta. Jumlah sumber daya naik ketika permintaan untuk sumber daya tersebut naik,  oleh karena itu biaya sumber daya fleksibel merupakan biaya variable. Contoh : bahan baku langsung (Hanson dan Mowen, 2009:107).
Sumber daya terikat (commited resources) yaitu sumber daya yang dipasok sebelum penggunaan; mereka didapat dengan menggunakan kontrak eksplisit atau implisit untuk memperoleh sejumlah sumber daya tertentu, tanpa memandang apakah sumber daya yang tersedia digunakan secara penuh atau tidak. Banyak sumber daya yang dibeli sebelum kebutuhan aktual sumber daya tersebut muncul. Contoh banyak organisasi memperoleh dengan membayar tunai dimuka atau pembayaran tunai periodik. Pembebanan tahunan yang berhubungan dengan mutiperiode tidak tergantung pada penggunaan aktual sumber daya. Pembebanan-pembebanan tersebut dapat didefinisikan sebagai biaya tetap terikat (committed fixed cost) (Hanson dan Mowen, 2009:107).
Contoh sumber daya terikat terkait organisasi yang memperoleh sumber daya di depan melalui kontrak implisit. Implisit adalah organisasi akan mempertahankan jumlah karyawan meskipun terdapat penurunan kuantitas aktivitas yang digunakan sementara. Jumlah beban sumber daya ini tidak berubah dalam jangka pendek meskipun kuantitas yang digunakan beravriasi dan biaya sumber daya kategori ini dapat diperlakukan secara hati-hati sebagai beban tetap. Sumber daya terikat untuk jangka yang lebih pendek ini disebut sebagai biaya tetap diskresi (discreationary fixed cost).
Dalam pembahasan perilaku biaya perilaku biaya diasumsikan bahwa biaya bersifat kontinyu, padahal dalam kenyataannya fungsi biaya tidaklah kontinyu yang dikenal dengan fungsi biaya bertahap. Biaya bertahap menampilkan tingkat biaya yang konstan untuk rentang output tertentu dan pada titik tertentu naik ke tingkat biaya yang lebih tinggi dimana biaya tersebut tidak berubah untuk rentang output yang sama. Lebar dari tiap tahap menunjukkan rentang output yang mengharuskan diperolehnya sumber daya tersebut, sedangkan penilaian rentang juga bersifat subjektif. Rentang yang sempit akan menjadi biaya variabel, sedangkan rentang yang lebar merupakan biaya tetap.
Metode untuk Memisahkan Biaya Campuran ke dalam Komponen Tetap dan Variabel
Biaya-biaya yang termasuk dalam biaya campuran perlu dipisahkan ke dalam komponen-komponen tetap dan variabel. Ada tiga metode yang digunakan secara luas untuk memisahkan biaya campuran menjadi komponen tetap dan variabel., yaitu metode tinggi rendah, metode scatterplot, dan metode kuadrat terkecil. Masing-masing metode menggunakan asumsi hubungan linear (Hanson dan Mowen, 2009:113).
1.         Metode Tinggi Rendah
Metode tinggi rendah adalah suatu metode untuk menentukan persamaan suatu garis lurus dengan terlebih dahulu memilih dua titik (titik tinggi dan rendah) yang akan digunakan untuk menghitung parameter pemintas dan kemiringan. Titik tinggi di definisikan sebagai titik dengan tingkat output atau aktivitas tertinggi. Titik rendah di definisikan sebagai titik dengan tingkat output atau aktivitas terendah.
Persamaan untuk penentuan biaya variabel per unit dan biaya tetap adalah sebagai berikut:
Biaya variabel per unit = perubahan biaya (biaya tinggi-biaya rendah)/ perubahan keluaran (keluaran tinggi-keluaran rendah)
Biaya tetap = biaya total titik tinggi – (biaya variabel per unit x output tinggi)
Atau
Biaya tetap = biaya total titik rendah (biaya variabel per unit x output rendah)
Metode tinggi rendah bersifat objektif dan sederhana. Objektif dalam artian apabila dua orang yang menggunakan metode tinggi rendah pada suatu data tertentu akan menghasilkan jawaban yang sama, akan tetapi hubungan akan salah diperkirakan jika titik tinggi dan rendah tidak mewakili hubungan biaya yang sebenarya (outlier).
Contoh: untuk ready heaters, titik tinggi adalah 500 jam penyetelan dengan biaya $ 3.750 . Titik rendah adalah 100 jam penyetelan dengan biaya $ 1.000. Tentukan berapa nilai tetap dan variabel?
            Biaya variabel pe unit=(3.750-1.000)/(500-100)
                                                = 2.750/400=6.875
            Biaya tetap=3.750-(6.875×500)
                                    =312,5
Rumus jumlah biaya= 312,5+(6.875xwaktu penyetelan)
Jika jumlah waktu penyetelan pada bulan juni 350 jam, maka jumlah biaya sebesar $ 2.718,75 (312,50+2.406,25).
2.        Metode Scatterplot
Metode scatterplot adalah suatu metode penentuan persamaan suatu garis dengan menggambarkan data dalam suatu grafik. Metode scatterplot menyangkut pemeriksaan grafik scatter (suatu plot yang menunjukkan jumlah biaya campuran pada berbagai tingkat aktivitas yang berbeda) dan pemilihan dua titik yang tampaknya terbaik untuk mewakili hubungan antara biaya dengan aktivitas. Karena kedua titik tersebut menentukan sebuah garis, kedua titik tersebut dapat digunakan untuk menentukan titik potong dan kemiringan garis dari kedua titik tersebut. titik tersebut memberikan perkiraan komponen biaya tetap dan kemiringan memberikan estimasi biaya variabel per unit aktivitas. Metode scatterplot  adalah suatu cara yang baik untuk mengidentifikasi nonlinearitas, outlier, dan pergeseran dalam hubungan biaya. Kelemahannya pada subjektivitas.
3.        Metode Kuadrat Terkecil
Metode kuadrat terkecil menggunakan semua titik data (kecuali outlier) pada grafik scatter dan menghasilkan suatu garis yang paling sesuai dengan semua titik. Garis yang paling sesuai adalah garis yang terdekat dengan semua titik yang diukur melalui penjumlahan kuadrat deviasi titik-titik tersebut dari garis. Metode kuadrat terkecil menghasilkan garis yang paling sesuai dengan titik-titik data sehingga lebih direkomendasikan daripada metode tinggi rendah dan scatterplot.
4.        Penggunaan Program Regresi
Langkah pertama dalam penggunaan computer untuk menghitung koefisien regresi adalah memasukkan data. Selanjutkan jalankan regresi, dalam Excel (versi 7) fungsi regresi terdapat dalam menu “tools”, kemudian pilih “add in” dan tambahkan “data analysis” klik dan pilih “regression”. Ketika layar regression muncul, kita dapat memberitahu letak variabel terikat dan bebas. Tempatkan kursor di awal kotak variabel bebas, blok nilai variabel bebas, kemudian pindahkan ke kotak variabel terikat. Terakhir beri perintah pada komputer di mana meletakkan keluaran
Biaya tetap adalah konstan yang dalam hal ini senilai 125. Biaya variabel adalah koefisien x, yaitu 6,75. Rumus biaya untuk biaya penyetelan dapat dibuat.
Biaya penyetelan = 125 + ( 6,75 x waktu penyetelan).
Rumus biaya regresi adalah garis yang paling sesuai, rumus ini seharusnya menghasilkan prediksi biaya penyetelan yang lebih baik. Untuk 350 jam penyetelan, biaya penyetelan diperkirakan oleh garis kuadrat terkecil adalah 2.487,50 ( 125+(6,75×350) dengan komponen tetap 125 ditambah komponen variabel 2.362,5.
Keandalan Rumus Biaya
Kegunaan utama keandalan rumus biaya yaitu terletak pada kemampuannya menginformasikan seberapa jauh rumus biaya yang diperkirakan dapat diandalkan (Hanson dan Mowen, 2009:127).
1.         R Kuadrat – Koefisien Determinasi
Koefisien determinasi atau R kuadrat adalah persentase variabilitas variabel terikat yang dijelaskan oleh suatu variabel bebas. Persentase ini merupakan ukuran goodness of fit. Semakin tinggi persentase variabilitas biaya yang dijelaskan, semakin baik garisnya. Karena koefisien determinasi tersebut merupakan persentase variabilitas yang dijelaskan, nilainya berkisar antara 0-1.
Tidak ada batasan yang jelas untuk koefisien determinasi yang baik dan buruk. Yang pasti, semakin dekat R kuadrat ke-1, semakin baik garisnya.
2.        Koefisien Korelasi
Ukuran alternatif untuk goodness of fitadalah koefisien korelasi, yaitu akar dari koefisien determinasi. Karena akar dapat bernilai negatif, nilai koefisien korelasinya dapat berkisar antara -1 dan +1. Jika koefisien korelasinya positif, maka kedua variabelnya bergerak menuju arah yang sama dan terdapat korelasi positif. Korelasi positif sempurna akan menghasilkan nilai 1 untuk koefisien korelasi. Di lain pihak, jika koefisien korelasinya negatif, maka kedua variabel bergerak menuju arah yang dapat diprediksi, tetapi berlawanan arah. Korelasi negatif sempurna akan menghasilakan koefisien korelasi sebesar -1. Nilai koefisien yang mendekati nol mengidentifikasi tidak adanya korelasi
3.        Regresi Berganda
Regresi berganda (multiple regresssion)adalah kuadrat terkecil yang digunakan untuk membuat suatu persamaan yang melibatkan dua atau lebih variabel penjelas.
Penilaian Manajerial
Pertimbangan manajerial merupakan hal yang sangat penting dalam menentukan perilaku biaya.  Manajer menggunakan pengalaman dan pengetahuan mereka mengenai hubungan biaya dengan tingkat aktivitas untuk mengidentifikasi outlier, memahami pergeseran struktural dan menyesuaikan parameter yang disebabkan oleh perubahan kondisi dan antisipasi (Hanson dan Mowen, 2009:131).
Daftar pustaka
Hansen, Don R. dan Maryanne, M. Mowen. (2009). Akuntansi Manajerial Buku I. Edisi 8. Terjemahan oleh Denny Arnos Kwary. Jakarta: Salemba Empat. 
 
 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.