Penjelasan sebelumnya Perhitungan Biaya Berdasarkan Fungsi
Sistem Perhitungan ABC

Sistem perhitungan biaya berdasarkan aktivitas (activity based costing-ABC) merupakan proses dua tahap yaitu dengan cara menelusuri biaya pada aktivitas, kemudian pada produk. Asumsi yang mendasari adalah aktivitas menggunakan sumber daya dan produk yang pada gilirannya menggunakan aktivitas. Sistem ABC menekankan penelusuran langsung dan penelusuran penggerak (menekankan hubungan sebab-akibat), sedangkan sistem biaya tradisional cenderung intensif lokasi (sangat mengabaikan hubungan sebab-akibat) (Hansen dan Mowen, 2009:175).
Perhitungan biaya berdasarkan aktivitas (Activity Based Costing-ABC) adalah metode perhitungan biaya yang dirancang untuk menyediakan informasi biaya bagi manajer untuk keputusan strategis dan keputusan lainnya sebagai pelengkap, bukan sebagai pengganti dari sistem biaya yang dipakai perusahaan. Banyak perusahaan yang menggunakan ABC memiliki dua sistem biaya, yaitu sistem biaya untuk pengambilan keputusan dan untuk menjalankan aktivitas (Garrison dkk., 2013:312).
Activity based cost system adalah sistem informasi biaya berbasis aktivitas yang di desain untuk memotivasi personel dalam melakukan pengurangan biaya dalam jangka panjang melalui pengelolaan aktivitas (Mulyadi, 2003:53).
Aktivitas adalah kegiatan apapun yang mengakibatkan konsumsi bahan baku overhead. Pul biaya aktivitas (activity cost pool) adalah sebuah wadah dimana biaya diakumulasikan dan berkaitan dengan sebuah pengukuran aktivitas tunggal dalam sistem ABC. Ukuran aktivitas (activity measure) adalah basis alokasi dalam sebuah sistem perhitungan biaya berdasarkan aktivitas. Pemicu biaya (cost driver) juga merupakan ukuran aktivitas karena harus “menggerakkan-memicu” biaya yang dialokasikan (Garrison dkk., 2013:314).
Ada dua jenis ukuran aktivitas yaitu: penggerak transaksi (transaction driver) dan penggerak durasi (duration driver). Penggerak transaksi adalah hitungan sederhana tentang berapa kali suatu aktivitas terjadi seperti jumlah tagihan yang dikirimkan ke pelanggan. Penggerak durasi adalah mengukur waktu yang diperlukan untuk melakukan suatu aktivitas seperti waktu yang digunakan untuk menyiapkan tagihan. Penggerak durasi merupakan ukuran yang lebih akurat dibanding dengan transaksi, tetapi diperlukan usaha untuk mencatatnya, sehingga penggerak transaksi lebih banyak digunakan (Garrison dkk., 2013:315).
Atribut aktivitas (activity attribute) adalah informasi keuangan dan non keuangan yang mendeskripsikan aktivitas individual. Atribut digunakan bergantung pada tujuannya. Contoh atribut aktivitas yang berhubungan dengan tujuan perhitungan biaya meliputi berbagai sumber daya yang digunakan, jumlah (persentase) waktu yang dihabiskan oleh pekerja untuk suatu aktivitas, objek biaya yang menggunakan output aktivitas (alasan untuk melakukan aktivitas), ukuran dari output  aktivitas (penggerak aktivitas), dan nama aktivitas.
Pertanyaan-pertanyaan untuk wawancara dapat digunakan untuk mengidentifikasi aktivitas dan atribut aktivitas yang diperlukan untuk tujuan perhitungan biaya. Informasi dari pertanyaan menjadi dasar untuk menyusun kamus aktivitas dan menyediakan data yang berguna untuk pembebanan biaya sumber daya pada aktivitas individual. Berikut contoh daftar pertanyaan:
1)      Berapa banyak karyawan dalam departemen anda?
2)     Gambarkanlah apa yang mereka lakukan?
3)     Sumber daya apa yang digunakan untuk setiap aktivitas?
4)     Apakah output  dari setiap aktivitas?
Berdasarkan jawaban survey, kamus aktivitas disiapkan. Kamus aktivitas menyebutkan aktivitas (biasanya menggunakan kata kerja tindakan dan objek yang menerima tindakan, mendeskripsikan tugas-tugas yang menyebabkan aktivitas, mengklasifikasikan aktivitas sebagai aktivitas primer atau sekunder, mendaftar pengguna (objek biaya), dan mengidentifikasi ukuran output aktivitas (penggerak aktivitas). Aktivitas primer (primary activity) adalah aktivitas yang digunakan oleh produk dan pelanggan. Aktivitas sekunder (secondary activity) adalah aktivitas yang digunakan oleh aktivitas primer lainnya atau sekunder. Pada akhirnya aktivitas sekunder akan digunakan oleh aktivitas primer. Contoh aktivitas pengawasan digunakan oleh aktivitas primer: memproses transaksi, menyiapkan laporan dan menjawab telepon. Berikut gambaran kamus aktivitas:
Tabel 1. Kamus Aktivitas: Departemen Kartu Kredit SpringBanc

Nama aktivitas
Deskripsi
Jenis Aktivitas
Objek Biaya
Penggerak
Mengawasi karyawan
Menjadwalkan, mengoordinasi dan mengevaluasi kinerja
Sekunder
Aktivitas dalam departemen
Jumlah waktu tenaga kerja untuk setiap aktivitas
Memproses transaksi
Memisahkan, mencatat dan memverifikasi
Primer
Kartu kredit
Jumlah transaksi
Menyiapkan laporan
Meninjau, mencetak, mengepak dan mengirim
Primer
Kartu kredit
Jumlah laporan
Menjawab telepon
Menjawab, melihat data, meninjau basis data, dan menelpon kembali
Primer
Kartu kredit
Jumlah panggilan telepon
Menyediakan ATM
Menggunakan rekening, menarik uang tunai
Primer
Kartu kredit, rekening giro,dan tabungan
Jumlah transaksi ATM

Sejarah Singkat ABC System

Pada tahap awal perkembangannya, sistem ABC dimanfaatkan untuk memperbaiki kecermatan perhitungan biaya produk dalam perusahaan manufaktur yang menghasilkan banyak produk. Masalah yang dihadapi adalah pembebanan biaya overhead pabrik ke berbagai produk yang dihasilkan perusahaan. Akuntansi biaya tradisional hanya menggunakan volume related drivers untuk membebankan biaya overhead pabrik ke produk, sehingga biaya produk yang dihasilkan tidak akurat. Sistem ABC menawarkan pembebanan lebih bervariasi misalnya batch related drivers, product sustaining drivers, dan facility sustaining drivers. Dengan berbagai drivers yang sesuai dengan jenis produk yang dihasilkan akuntansi biaya dapat menghasilkan informasi biaya produk yang akurat, sehingga memungkinkan manajemen mengambil keputusan tentang harga jual dan melakukan analisis profitabilitasnya.
Pada tahap perkembangan, ABC system tidak lagi sekedar metode penentuan biaya produk yang akurat, namun dimanfaatkan sebagai sistem informasi biaya untuk memotivasi personal dalam melaksanakan improvement terhadap proses yang digunakan oleh perusahaan untuk menghasilkan produk dan jasa bagi customer. ABC system juga dimanfaatkan sebagai sistem untuk mengevaluasi kinerja personel dalam melakukan improvement terhadap proses. Lebih lanjut, ABC system tidak hanya dimanfaatkan oleh perusahaan manufaktur untuk menghitung kos produk secara akurat, namun telah meluas pemanfaatannya ke perusahaan non manufaktur untuk menghitung kos produk/jasa secara akurat.
Sistem ABC dilandasi oleh keyakinan dasar bahwa 1) biaya ada penyebabnya (cost is caused) dan penyebab biaya adalah aktivitas. 2) Penyebab terjadinya biaya (the causes of cost can be managed) adalah aktivitas yang dapat dikelola. Pengelolaan aktivitas ditujukan untuk mengerahkan dan mengarahkan seluruh aktivitas organisasi ke penyediaan produk/jasa bagi kepentingan pemuas kebutuhan customer.
Pembebanan Biaya pada Aktivitas
Aktivitas menggunakan sumber daya, seperti tenaga kerja, bahan, energy, dan modal. Biaya sumber daya pada aktivitas perlu dibebankan dengan menggunakan penelusuran langsung dan penggerak. Untuk sumber daya tenaga kerja, matrik distribusi kerja sering digunakan. Matrik distribusi kerja secara sederhana mengidentifikasi jumlah tenaga kerja yang digunakan setiap aktivitas dan diperoleh dari proses wawancara (atau survei tertulis).
Waktu yang dihabiskan pada setiap aktivitas merupakan dasar untuk pembebanan biaya tenaga kerja pada aktivitas. Jika waktunya 100 persen, maka tenaga kerja adalah sepenuhnya pada aktivitas dan metode pembebanan adalah penelusuran langsung.  Jika sumber daya dibagi beberapa aktivitas, maka pembebanan dilakukan melalui penelusuran penggerak yang disebut penggerak sumber daya. Penggerak sumber daya (resource driver) adalah faktor yang mengukur pemakaian sumber daya oleh aktivitas. Setelah penggerak sumber daya diidentifikasi, biaya sumber daya  dapat dibebankan pada aktivitas. Contoh manajer departemen kartu kredit SprinBanc memperlihatkan penggunaan tenaga kerja sebagai berikut:

Tabel 2. Data Penggunaan Tenaga Kerja

Aktivitas
Persentase Waktu Setiap Aktivitas
Pengawas
Staf Adm.
Mengawasi karyawan
100%
Memproses transaksi
40%
Menyiapkan laporan
30%
Menjawab pertanyaan
30%
Sebagai contoh anggaplah gaji supervisor adalah 50.000 dan setiap staf administrasi dibayar 30.000 (150.000 untuk 5 orang staf). Berikut jumlah biaya tenaga kerja yang dibebankan pada setiap aktivitas.
a.      Mengawasi karyawan                     50.000
b.      Memproses transaksi                     60.000 (0,4×150.000)
c.       Menyiapkan laporan                       45.000 (0,3×150.000)
d.      Menjawab pertanyaan                    45.000 (0,3×150.000)
Tenaga kerja bukan satu-satunya sumber daya yang digunakan oleh aktivitas. Aktivitas juga menggunakan bahan baku, modal dan energi. Wawancara sebagai contoh menyatakan aktivitas dalam divisi kartu kredit menggunakan modal seperti komputer, telepon dan meja, sedangkan bahan bakunya adalah kertas. Aktivitas ATM menggunakan mesin ATM (modal) dan energi. Biaya-biaya dari sumber daya juga harus dibebankan pada bermacam-macam aktivitas dengan cara yang sama seperti pada tenaga kerja (penelusuran langsung dan penggerak). Dari hasil wawancara penggunaan per komputer dalam buku besar 1.200 per tahun. Tambahan komputer akan dibebankan pada aktivitas pengawasan sebesar 1.200. staf administrasi 6.000 (5×1.200). 70% (4.200) penggunaan pada proses transaksi, 20% (1.200) untuk menyiapkan laporan, 10% (600) untuk menjawab pertanyaan. Berikut data biaya aktivitas kartu kredit dengan asumsi semua sumber telah dibebankan.
Tabel 3. Biaya Aktivitas Tahap Pertama

Mengawasi karyawan
75.000
Memproses transaksi
100.000
Menyiapkan laporan
79.500
Menjawab pertanyaan
69.900
Menyediakan ATM
250.000
Pembebanan biaya aktivitas pada aktivitas lain
Pada tahap selanjutnya, biaya aktivitas sekunder dibebankan pada aktivitas-aktivitas yang menggunakan output-nya.  Sebagai contoh mengawasi karyawan adalah aktivitas sekunder. Ukuran output adalah jumlah waktu karyawan yang digunakan setiap aktivitas, berdasarkan matriks distribusi kerja yang telah disiapkan, dapat diketahui bahwa tiga aktivitas departemen (aktivitas primer) menggunakan tenaga kerja staf administrasi dalam proporsi, 40%, 30%, dan 30%. Oleh sebab itu biaya aktivitas pengawasan akan dibebankan pada setiap aktivitas primer dengan menggunakan rasio ini (yang sekarang berfungsi sebagai penggerak aktivitas). Berikut hasil perhitungannya:
           Tabel 4. Biaya Aktivitas: Tahap Lanjutan

Memproses transaksi
130.000
Menyiapkan laporan
102.000
Menjawab telepon
92.400
Menyediakan ATM
250.000
100.000+(0,4×75.000)
79.500+(0,3×75.000)
69.900+(0,3×75.000)
Pembebanan Biaya Produk
Untuk pembebanan biaya, jumlah dari setiap aktivitas yang digunakan setiap produk juga perlu diketahui. Dalam memenuhi tujuan ini, akan diasumsikan bahwa kapasitas praktis aktivitas sebanding dengan jumlah penggunaan aktivitas oleh semua produk. Pada contoh kartu kredit, data aktual yang telah dikumpulkan sebagai berikut:

                                    Tabel 5. Data Aktual
 
Keterangan
Kartu Klasik
Kartu Emas
Kartu Platinum
Jumlah
Jumlah Kartu
5.000
3.000
2.000
10.000
Transaksi yang di proses
600.000
300.000
100.000
1.000.000
Jumlah laporan
60.000
36.000
24.000
120.000
Jumlah panggilan masuk
10.000
12.000
8.000
30.000
Jumlah transaksi ATM
15.000
3.000
2.000
20.000
Jumlah transaksi ATM untuk kartu adalah 10% dari jumlah transaksi semua sumber daya. Jadi, jumlah transaksi ATM adalah 200.000 (10×20.000). Dengan menggunakan data diatas, tarif aktivitas dapat dihitung:
   Memproses transaksi 130.000/1.000.000=0,13 per transaksi
   Menyiapkan laporan 102.000/120.000=0,85 per laporan
   Menjawab pertanyaan 92.400/30.000=3,08 per panggilan masuk
   Menyediakan ATM 250.000/200.000=1,25 per transaksi
Dengan menggunakan tarif ini, biaya dibebankan sebagai berikut:
            Tabel 6. Pembebanan Biaya: Tahap Akhir
Kartu Klasik
Kartu Emas
Kartu Platinum
Memproses data
0,13 x 600.000
78.000
0,13 x 300.000
39.000
0,13 x 100.000
13.000
Menyiapkan laporan
0,85 x 60.000
51.000
0,85 x 36.000
30.600
0,85 x 24.000
20.400
Menjawab pertanyaan
3,08 x 10.000
30.800
3,08 x 12.000
36.960
3,08 x 8.000
24.640
Menyediakan ATM
1,25 x 15.000
18.750
1,25 x 3.000
3.750
1,25 x 2.000
2.500
Jumlah biaya
178.550
110.310
60.540
Unit
5.000
3.000
2.000
Biaya per unit
35,71
36,77
30,27
Perincian Klasifikasi Aktivitas
Untuk tujuan perhitungan biaya produk, aktivitas dapat diklasifikasikan dalam empat kategori umum, yaitu tingkat unit, tingkat batch, tingkat produk, dan tingkat fasilitas. Pengklasifikasian ini akan memudahkan perhitungan biaya produk karena biaya aktivitas yang berkaitan dengan tingkat yang berbeda akan merespon jenis penggerak biaya yang berbeda.
Aktivitas tingkat unit adalah aktivitas yang dilakukan setiap kali sebuah unit diproduksi. Sebagai contoh, permesinan dan perakitan adalah aktivitas yang dikerjakan setiap kali sebuah unit diproduksi.
Aktivitas tingkat batch adalah aktivitas yang dilakukan suatu batch produk yang diproduksi. Biaya aktivitas tingkat batch bervariasi dengan jumlah batch, tetapi tetap terhadap jumlah unit di setiap batch. Penyetelan, pemeriksaan (kecuali jika setiap unit diperiksa), penjadwalan produksi dan penanganan bahan adalah contoh-contoh dari aktivitas tingkat batch.
Aktivitas tingkat produk adalah aktivitas yang dilakukan bila diperlukan untuk mendukung berbagai produk yang diproduksi perusahaan. Aktivitas ini menggunakan input yang mengembangkan produk atau memungkinkan produk diproduksi atau dijual. Aktivitas ini dan biayanya cenderung meningkat sejalan dengan peningkatan jenis produk yang berbeda. Contohnya perubahan teknik, pengembangan prosedur pengujian produk, pemasaran produk, rekayasa teknik produk dan pengiriman.
Aktivitas tingkat fasilitas adalah aktivitas yang menopang proses umum produksi suatu pabrik. Aktivitas tersebut bermanfaat bagi organisasi pada beberapa tingkat, tetapi tidak bermanfaat bagi setiap produk secara spesifik. Contoh-contohnya meliputi manajemen pabrik, tata letak, dukungan untuk program masyarakat, keamanan, pajak property dan penyusutan pabrik.
Tingkat unit, tingkat batch, dan tingkat produk mengandung aktivitas yang berkaitan dengan produk. Permintaan atas aktivitas ini dapat diukur oleh setiap produk dan dapat dibagi lebih lanjut berdasarkan rasio konsumsi. Aktivitas dengan rasio konsumsi yang sama dapat menggunakan penggerak aktivitas yang sama untuk membebankan biaya. Pengelompokkan ini menciptakan suatu kumpulan aktivitas yang homogen, yaitu kumpulan aktivitas yang berada pada tingkat yang sama dan menggunakan penggerak aktivitas yang sama.
Aktivitas tingkat fasilitas memiliki suatu masalah dengan filosofi ABC, yaitu mengenai penelusuran biaya pada produk. Aktivitas tingkat fasilitas (dan biayanya) adalah suatu produk umum yang bervariasi dan tidak mungkin mengidentifikasi bagaimana setiap produk menggunakan aktivitas tersebut. jadi sistem ABC murni tidak akan membebankan biaya-biaya tersebut pada produk. Biaya-biaya ini akan diperlakukan sebagai biaya periode. Pada prakteknya perusahaan yang mengadopsi sistem ABC biasanya menerapkan pendekatan perhitungan biaya penuh (full costing) dan mengalokasikan biaya tingkat tingkat fasilitas ini pada setiap produk. Penggerak biaya tingkat unit, tingkat batch, atau tingkat produk sering digunakan untuk alokasi. Untuk tujuan praktis dapat dikatakan bahwa pembebanan biaya-biaya ini bisa jadi tidak mendistorsi biaya produk secara signifikan karena biaya-biaya tersebut cenderung relatif kecil dibandingkan dengan jumlah biaya yang ditelusuri secara memadai pada setiap produk.
Akan tetapi, terdapat pengecualian dalam observasi mengenai biaya tingkat fasilitas dan penggerak aktivitas. Jika suatu perusahaan membentuk fasilitas produksi untuk seluruh lini produk, maka dapat di argumentasikan bahwa penggerak berdasarkan ruangan mengukur penggunaan biaya tingkat fasilitas. Hal ini terjadi karena ruangan dalam suatu pabrik diperuntukkan bagi produksi suatu produk atau sub perakitan. Pada kasus ini luas ruangan yang digunakan dapat dilihat sebagai penggerak aktivitas untuk biaya tingkat fasilitas. Pembebanan biaya tingkat fasilitas berdasarkan penggerak ruangan dapat memotivasi manajer untuk mengurangi biaya tingkat fasilitas.
 
Mengurangi Ukuran dan Kerumitan dari Sistem ABC
Tahap perhitungan sistem ABC sebagai berikut:
1.         Mengidentifikasi aktivitas dengan menghubungkan dengan aktivitas individual, selanjutnya diklasifikasikan sebagai aktivitas primer dan sekunder.
2.        Biaya dari aktivitas sekunder dibebankan ulang pada aktivitas primer
3.        Biaya aktivitas primer dibebankan pada produk atau pelanggan.
Pembebanan biaya pada produk dan pelanggan (tahap akhir) membutuhkan penggunaan tarif aktivitas. Suatu organisasi dapat memiliki ratusan aktivitas berbeda sehingga terdapat ratusan tarif aktivitas. Tarif yang lebih sedikit bisa juga mengurangi kerumitan dari sistem perhitungan biaya berdasarkan aktivitas sehingga meningkatkan kemungkinan penerimaan oleh manajemen. Salah satu alasan yang sering diberikan untuk menolak implementasi sistem ABC adalah asumsi kerumitan dari sistem tersebut.
a.       Mengurangi Jumlah Tarif dengan Menggunakan Rasio Konsumsi
Salah satu cara yang sangat langsung untuk mengurangi jumlah tarif adalah mengumpulkan semua aktivitas yang memiliki rasio konsumsi yang sama dalam satu kelompok biaya (cost pool). Sebagai contoh, misalkan pabrik BelRing menggunakan tujuh aktivitas, dua diantaranya adalah menguji produk dengan biaya 44.000 dan pengepak produk dengan biaya 36.000. Ada 2 model telepon yang diproduksi. Data aktivitas dari kedua aktivitas ini adalah sebagai berikut:
 
Aktivitas
Penggerak
Model Standar
Model Deluks
Menguji produk
Jam pengujian
4.000
6.000
Mengepak produk
Jam pengepakan
7.200
10.800
                Diketahui:
               a.      4,40 per jam pengujian (44.000/10.000)
               b.      2,00 per perintah pengepakan (36.000/18.000).
               Jadi biaya yang dibebankan pada model standar:
               = (4,40×4.000)+(2,00×7.200)
               = 32.000
              Biaya yang dibebankan pada model deluks:
               = (4,40×7.200)+(2,00×10.800)
               = 48.000

Perhatikan bahwa berbagai rasio konsumsinya sama untuk tiap aktivitas: 0,40 dan 0,60 (Model Standar menggunakan 40 persen dari tiap aktivitas, sedangkan model Deluks menggunakan 60 persen). Kedua aktivitas tersebut dapat digabungkan dalam satu kelompok (pool) dengan jumlah biaya 80.000.
Penggerak apa pun dapat digunakan untuk menghitung tarif kelompok (pool rate). Contohnya jika jam pengujian digunakan,  maka tarif aktivitasnya adalah 8,00 per jam pengujian (80.000/10.000).
Jumlah yang dibebankan pada model standar:
= (8,00x 4.000)
= 32.000
Jumlah yang dibebankan pada model Deluks:
= (8,0×6.000)
=48.000
Keduanya merupakan jumlah yang sama tepat jika menggunakan dua tarif yang terpisah. Jadi langkah pertama untuk mengurangi kerumitan sistem ABC adalah menggabungkan semua aktivitas yang memiliki tarif yang sama dalam satu kelompok biaya (cost pool).
b.       Mengurangi Jumlah Tarif melalui Aproksimasi ABC
Salah satu cara mengurangi jumlah tarif adalah dengan hanya menggunakan aktivitas yang paling mahal dan menggunakan penggeraknya untuk membebankan biaya pada produk. Dengan cara ini sebagian besar biaya akan dibebankan pada berbagai produk secara akurat. Biaya-biaya dari kebanyakan aktivitas yang biayanya tinggi dibebankan dengan menggunakan berbagai penggerak sebab dan akibat (cause and effect), sedangkan berbagai biaya aktivitas yang tidak mahal dibebankan secara lebih arbitrer. Pendekatan ini sederhana, mudah dipahami dan sering mengarah pada perkiraan pembebanan (aproksimasai) ABC yang cukup bagus.
Untuk mengilustrasikan sifat dari pendekatan aproksimasi ini, serangkaian data dari pabrik BelRing di Denver akan digunakan. Pabrik di Denver tersebut menghasilkan dua jenis telepon seluler, yaitu standar dan deluks. Data ABC dapat disajikan sebagai berikut:
Tabel 7. Data ABC pabrik BelRing di Denver
Aktivitas
Biaya Aktivitas
Penggerak
Rasio Konsumsi yang diharapkan
Jumlaha
Standar
Deluks
1. Penyetelan Batch
200.000
ΣPenyetelan
1.000
0,25
0,75
2. Permesinan
250.000
Jam mesin
100.000
0,50
0,50
3. Pengujian
80.000
Jam pengujian
10.000
0,30
0,70
4. Pembelian bahan
350.000
Pesanan pembelian
3.500
0,20
0,80
5. Pembongkaran bahan
60.000
Pesanan penerimaan
3.000
0,35
0,65
6. Pemindahan bahan
60.000
ΣPerpindahan
1.500
0,40
0,60
Σbiaya aktivitas
1.000.000
Jumlah (a) adalah aktivitas yang diperkirakan akan digunakan untuk setiap produk
  • Pembebanan biaya tingkat unit (keseluruhan pabrik) menggunakan jam mesin sebagai  penggerak tunggal tingkat unit:
Standar  = 0,5×1.000.000
                = 500.000
Deluks    = 0,5×1.000.000
                = 500.000
  • Pembebanan biaya berdasarkan aktivitas
Pembebanan ini menggunakan setiap biaya aktivitas dan berbagai rasio/tarif yang terkait dengan penggunaannya. Pembebanan biaya berdasarkan aktivitas untuk standar sebesar 314.000 dan untuk deluks sebesar 686.000.
Contoh penggunaan rasio penyetelan untuk batch 0,25 x 200.000=50.000. ulangi perhitungan ini untuk setiap aktivitas sehingga jumlahnya menghasilkan 323.000 dibebankan pada telepon seluler standar.
Aktivitas 1,2, dan 4 menghasilkan 80% dari jumlah biaya aktivitas. Pembebanan biaya dengan menggunakan kelompok biaya dan penggerak aktivitas terkait atas ketiga aktivitas yang tidak mahal di alokasikan pada ketiga aktivitas yang biayanya lebih tinggi dalam proporsi biaya aslinya.
Pembebanan biaya ABC diperkirakan dengan cukup baik melalui sistem yang disederhanakan dengan hanya menggunakan tiga penggerak. Berikut Aproksimasi pembebanan ABC:

Tabel 8. Aproksimasi Pembebanan ABC
Aktivitas
Biaya Aktivitas
Penggerak
Rasio Konsumsi yang diharapkan
Jumlah
Standar
Deluks
1. Penyetelan Batch
250.000
ΣPenyetelan
1.000
0,25
0,75
2. Permesinan
312.500
Jam mesin
100.000
0,50
0,50
3. Pembelian bahan
437.500
Pesanan pembelian
3.500
0,20
0,80
Σbiaya aktivitas
1.000.000
Sistem pembebanan ABC dapat diperoleh sebagai berikut:
1)      Biaya standar    = 306.250
2)     Biaya Deluks     = 693.750
 
Biaya aktivitas asli ditambah dengan bagian dari sisa aktivitas yang lebih murah. Contohnya kelompok biaya untuk penyetelah batch:
= 200.000+ {(200.000/800.000)x200.000}
= 250.000
Beban dibebankan pada setiap produk dengan menggunakan rasio setiap kelompok. Biaya dibebankan pada telepon seluler standar untuk aktivitas penyetelan:
= 0,25×250.000
= 62.500, ulangi perhitungan ini untuk dua aktivitas lainnya sehingga menghasilkan jumlah 306.250.
Untuk telepon seluler standar, kesalahannya sebesar 2,5 persen {(314.000-306.250)/314.000} dengan menggunakan pembebanan ABC sebagai benchmark.
Perbandingan dengan Perhitungan Biaya Berdasarkan Fungsi
Pada sistem berdasarkan fungsi, pemakaian overhead oleh produk diasumsikan untuk dijelaskan hanya dengan penggerak aktivitas berdasarkan unit. Pada sistem berdasarkan fungsi yang lebih canggih, biaya overhead diklasifikasikan sebagai biaya tetap atau variabel dengan penggerak berdasarkan unit. Sistem perhitungan biaya berdasarkan aktivitas memperbaiki keakuratan perhitungan harga pokok produk dengan mengakui bahwa biaya overhead banyak yang tetap, ternyata bervariasi secara proporsional dengan perubahan selain volume produksi. Dengan memahami penyebab meningkat atau menurunnya biaya tersebut, biaya tersebut dapat ditelusuri di setiap produk. hubungan sebab akibat ini memungkinkan manajer untuk memperbiki keakuratan perhitungan harga pokok produk yang dapat memperbaiki pengambilan keputusan secara signifikan. Pengetahuan tentang prilaku yang mendasari biaya-biaya tersebut akan memungkinkan manajer untuk menggunakan lebih banyak pengendalian atas berbagai aktivitas yang menimbulkan biaya-biaya tersebut. akan tetapi peningkatan keakuratan ini bisa juga meningkatkan kerumitan.

Manfaat Sistem ABC 

Manfaat penggunaan sistem ABC antara lain (Mulyadi, 2003:94):
  1. Menyediakan informasi berlimpah tentang aktivitas yang digunakan oleh perusahaan untuk menghasilkan produk dan jasa bagi customer. Informasi ini berupa informasi keuangan dan nonkeuangan.
  2. Menyediakan fasilitas untuk menyusun dengan cepat anggaran berbasis aktivitas (activity based budget).
  3. Menyediakan informasi biaya untuk memantau implementasi rencana pengurangan biaya.
  4. Menyediakan secara akurat dan multidimensi biaya produk dan jasa yang dihasilkan oleh perusahaan.
Daftar pustaka
Garrison, Ray H., Noreen, W. Eric, dan Peter C. Brewer. (2013). Akuntansi Manajerial. Jakarta: Salemba Empat.
Hansen, Don R. dan Maryanne, M. Mowen. (2009). Akuntansi Manajerial Buku I. Edisi 8. Terjemahan oleh Denny Arnos Kwary. Jakarta: Salemba Empat.
Mulyadi. (2003). Activity Based Cost System  Sistem Informasi Biaya untuk Pengurangan Biaya. Yogyakarta: UPP AMP YKPN Yogyakarta. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.