Pengertian akun adalah suatu formulir yang digunakan sebagai tempat untuk mencatat secara rinci transaksi keuangan dari setiap jenis aktiva, hutang, modal pendapatan, beban perusahaan (Sujarweni, 2016:28).
Akun adalah suatu alat untuk mencatat transaksi-transaksi keuangan yang bersangkutan dengan aset, kewajiban, modal, pendapatan dan beban (Jusup, 2011:70).
 Tujuan Akun
Tujuan pemakaian akun adalah untuk mencatat data yang akan menjadi dasar penyusunan laporan-laporan keuangan. Akun memberikan informasi tentang operasi-operasi perusahaan dari hari ke hari, misalnya akun piutang perusahaan, kewajiban, harga beli dan sebagainya. Kumpulan akun disebut buku besar (ledger) (Jusup, 2011:70).
 Penggolongan Akun
Akun dibagi menjadi dua, yaitu:
1.         Akun neraca/akun riil
Akun neraca adalah akun-akun yang pada akhir periode akan dilaporkan di dalam neraca, seperti akun aset (harta), akun kewajiban (utang), dan akun modal (Jusup, 2016:70).
a.         Harta/aktiva/aset (assets)
Harta adalah setiap sumber daya yang dimiliki oleh perusahaan dan berguna pada waktu sekarang dan waktu yang akan datang, diharapkan akan mendapat manfaat ekonomi di masa depan (Sujarweni, 2016:28).
Aset adalah sumber daya yang dimiliki oleh entitas bisnis. Sumber daya dapat tersebut dapat berupa benda yang mempunyai wujud fisik, seperti kas dan perlengkapan, atau benda yang tidak berwujud tetapi memiliki nilai seperti hak paten, hak cipta, dan merek dagang (Warrren et al, 2017:58).
Berdasarkan tingkat likuiditasnya aktiva dibedakan menjadi (Sujarweni, 2016:28-29):
  • Aktiva lancar (Current assets), digunakan untuk menyatakan kas/bank dan sumber-sumber lain yang dapat dicairkan menjadi kas/bank, dijual maupun dipakai habis dalam kurun waktu 1 tahun. Contoh: uang kas, kas dibank, surat-surat berharga, piutang wesel atau wesel tagih, piutang usaha/dagang, persediaan barang, beban dibayar dimuka, pendapatan yang masih harus diterima.
  • Investasi (penyertaan) atau investasi jangka panjang, bentuk penyertaan ini untuk menguasai perusahaan lain. Contoh: investasi berupa saham, investasi dalam obligasi (surat hutang), dan surat berharga lainnya, investasi dalam bentuk aktiva lainnya (tanah dengan rencana penggunaan dimasa yang akan datang).
  • Aktiva tetap (fixed assets), aktiva berwujud yang digunakan untuk melakukan operasional perusahaan dan punya masa manfaat lebih dari 1 tahun dan mengalami penyusutan kecuali tanah. Contoh: tanah, bangunan, mesin dsb.
  • Aktiva tidak berwujud (Intangible assets), aktiva ini berupa hak-hak istimewa dalam menghasilkan pendapatan. Contoh: hak paten, hak cipta, hak merek, waralaba (frinchise).
  • Aktiva lain-lain (other assets), aktiva yang tidak dapat digolongkan ke dalam aktiva lancar, penyertaan, harta tetap, dan harta tak berwujud. Contoh: aktiva tetap yang tidak digunakan, beban yang ditangguhkan, piutang kepada pemegang saham.
b.        Kewajiban/utang/liabilities
Kewajiban merupakan hutang perusahaan yang wajib dibayar kepada pihak lain yang memberi pinjaman dalam jangka waktu tertentu (Sujarweni, 2016:29).
Kewajiban digolongkan dengan urutan berdasarkan jangka waktu pelunasan terdiri dari (Sujarweni, 2016:29):
  • Kewajiban lancar (utang jangka pendek), adalah hutang yang pelunasannya kurang dari 1 tahun. Contoh: hutang wesel/bayar, utang dagang/usaha, beban yang masih harus dibayar, pendapatan yang diterima dimuka, persekot pendapatan.
  • Kewajiban jangka panjang, hutang yang pelunasannya lebih dari 1 tahun. Contoh: utang obligasi, utang hipotek, kredit investasi.
  • Kewajiban lain-lain, adalah kewajiban yang tidak digolongkan ke dalam utang lancar atau hutang jangka panjang. Contoh: hutang kepada perusahaan afiliasi, uang jaminan jangka panjang.
c.         Modal/capital/ekuitas
Modal pemilik adalah hak pemilik terhadap aset perusahaan setelah seluruh liabilitas dibayarkan. Akun prive atau penarikan pemilik (drawing)menunjukkan jumlah penarikan yang dilakukan pemilik untuk kepentingan pribadi (Warrren et al, 2017:58)..
Modal adalah hak milik atas aktiva perusahaan yang dikurangi dengan semua kewajiban. Contoh: modal pribadi, modal saham, laba ditahan, modal simpanan (untuk koperasi atau modal anggota)(Sujarweni, 2016:30).
2.        Akun laba rugi/akun nominal
Akun laba rugi adalah akun yang pada akhir periode akan dilaporkan dalam laporan laba rugi, meliputi pendapatan dan beban (Jusup, 2011:70).
Pendapatan (incomen, revenue), yaitu peningkatan jumlah aktiva atau penurunan jumlah kewajiban, yang berasal dari penjualan barang atau jasa pada satu periode akuntansi (Sujarweni,  2011:31). Pendapatan menurut Warren et al (2017:58) adalah kenaikan dalam aset dan ekuitas pemilik sebagai hasil dari menjual barang atau jasa ke pelanggan. Pendapatan di kelompokkan menjadi 2 yaitu:

  • Pendapatan usaha (operating income) adalah pendapatan yang diperoleh dari hasil usaha pokok atau utama perusahaan. Contoh: pendapatan jasa/usaha, penjualan barang dagangan/hasil produksi.
  • Pendapatan diluar usaha/pendapatan lain-lain, yaitu pendapatan yang diperoleh dari hasil bukan usaha pokok/utama perusahaan. Contoh: pendapatan bunga, pendapatan sewa, penjualan aset tetap.

Beban (expense), beban menurut Warren et al (2017:58)  merupakan hasil dari penggunaan aset atau jasa dalam proses menghasilkan pendapatan. Perlu dibedakan antara biaya (cost) dengan beban (expense). Biaya adalah pengorbanan ekonomis  yang diperlukan untuk mendapatkan barang/jasa. Beban adalah biaya yang dimanfaatkan untuk menghasilkan pendapatan satu periode. Beban dikelompokkan menjadi 2 yaitu (Sujarweni, 2016:31):

  • Beban usaha/operasional (operating expense) adalah biaya yang digunakan untuk mendapatkan pendapatan utama. Contoh: beban gaji, beban listrik, beban penyusutan.
  • Beban diluar usaha (non operating expenses) adalah biaya yang digunakan untuk mendapatkan pendapatan selain utama. Contoh: rugi penjualan aktiva tetap, beban bunga.
Bentuk Akun (Buku Besar):
1.       T – Account
Buku besar bentuk T adalah buku besar yang paling sederhana. Disebut bentuk T karena buku besar ini memiliki bentuk menyerupai huruf T. Dalam buku besar bentuk T ini, sebelah kiri menunjukkan sisi debet yang ditulis Debet atau “D” saja dan sebelah kanan menunjukkan sisi kredit yang ditulis Kredit atau “K” saja. Nama dan nomor akun ditulis sederet dengan tulisan Debet dan Kredit. Jadi buku besar bentuk T hanya memuat 4 kolom yang berisi 2 kolom keterangan dan tanggal, serta 2 kolom nominal (debet dan kredit).
Kelebihan buku besar bentuk T ini adalah prosedur pembuatannya yang simpel dan mudah. Sehingga bentuk T ini banyak digunakan oleh perusahaan kecil. Namun ada 2 kekurangan dari buku besar bentuk T. Yaitu tidak memuat kolom nomor referensi yang berhubungan dengan jurnal dan tidak memuat kolom saldo per transaksi atau per tangga. Jika ingin mengetahui jumlah saldo buku besar atau akun tertentu, maka harus menghitung manual. Atau menunggu akhir bulan (periode) ketika dilakukan penjumlahan sisi debet dan kreditnya untuk penghitungan saldo buku besar. Hal itu dikarenakan tidak adanya kolom saldo pada buku besar bentuk T.
 
 
2.       2 – Column Account
Buku besar bentuk skontro disebut juga buku besar 2 kolom. Arti dari kata skontro adalah sebelah-menyebelah. Menurut pengertian tersebut, buku besar skontro adalah buku besar yang berisi kolom bagian debet dan kolom bagian kredit yang letaknya sebelah-menyebelah dalam 1 lajur.
Secara keseluruhan buku besar skontro terdiri dari 8 kolom yang terbagi menjadi 4 kolom bagian debet dan 4 kolom bagian kredit. Masing-masing bagian tersebut berisi Tanggal, Uraian, Nomor Referensi, dan kolom nominal. Seluruh kolom-kolom tersebut berada dalam 1 lajur sehingga sebelah-menyebelah seperti pengertian di atas. Untuk nama dan nomor akun ditulis pada bagian atas kolom-kolom tersebut.

3.       3 – Column Account 
Buku besar 3 kolom adalah nama lain dari buku besar bentuk Staffel. Disebut buku besar 3 kolom karena dalam 1 buku besar memuat 3 kelompok bagian penting yang memuat nilai nominal debet, nilai nominal kredit dan saldo. Dengan adanya kolom saldo, maka perusahaan akan mudah mengetahui jumlah atau perubahan saldo akun dari tiap-tiap transaksi keuangan yang terjadi. Sehingga tidak pelu menunggu akhir periode seperti pada buku besar bentuk T maupun bentuk skontro. Dengan keuntungan tersebut, buku besar bentuk staffel inilah yang cukup banyak dipakai oleh perusahaan-perusahaan yang membutuhkan update saldo beserta uraian atau penjelasan dari transaksi-transaksi yang terjadi.
Buku besar bentuk staffel terdiri dari 6 kolom yang berisi kolom Tanggal, Uraian (penjelasan transaksi), Nomor Referensi, Debet (nominal bernilai debet), Kredit (nominal bernilai kredit), dan Saldo. Nama dan nomor akun buku besar ditulis di atas kolom-kolom tersebut.

4.       4 – Column Account

Buku besar bentuk saldo rangkap ini adalah bentuk buku besar yang paling ideal karena memuat rincian yang paling spesifik di antara bentuk-bentuk buku besar lainnya. Sehingga buku besar ini lebih mudah untuk dipahami. Buku besar ini banyak dipakai perusahaan-perusahaan besar yang membutuhkan rincian data secara spesifik dan detail. Biasanya hal itu karena banyaknya akun serta transaksi keuangan yang terjadi di perusahaan tersebut.
Nama lain dari buku besar saldo rangkap ini adalah buku besar 4 kolom. Disebut 4 kolom karena memuat 4 bagian penting dari buku besar yaitu nilai nominal debet, nilai nominal kredit, saldo debet dan saldo kredit. Total pemakaian kolom pada buku besar ini adalah 7 kolom yang memuat tanggal, uraian, nomor referensi, nilai nominal debet, nilai nominal kredit, saldo debet, dan saldo kredit. Adanya 2 kolom saldo untuk debet dan kredit tersebut difungsikan untuk mempermudah mengetahui saldo akun yang bersangkutan apakah bernilai saldo debet ataukah saldo kredit. Dan 2 kolom saldo itulah yang membedakannya dengan buku besar bentuk staffel. Selebihnya, tidak ada bagian yang berbeda antara buku besar bentuk staffel dan saldo rangkap.

 

Kode Akun
Kode akun menurut Sujarweni (2016:32) adalah suatu kerangka yang menggunakan angka, huruf atau kombinasi keduanya untuk memberikan tanda pada akun-akun yang sudah dirancang. Ada beberapa model akun:
  • Kode numeral atau kode angka yang biasanya diurutkan.
  • Kode angka blok, akun buku besar dikelompokkan menjadi beberapa golongan dan setiap golongan disediakan suatu blok angka yang beruntun untuk pemberian kode.
  • Kode angka desimal, pemberian kode akun dengan menggunakan sepuluh unit angka dari 0-9. Masing-masing angka /digit menunjukkan kelompok, golongan dan jenis akun.
  • Kode Mnemonik, kode ini menggunakan huruf-huruf terentu.
  • Kode kombinasi huruf dan angka


Daftar Pustaka

Jusup, A. H. (2011). Dasar-dasar Akuntansi. Yogyakarta: STIE YKPN
Reeve, james M. Warren, Carl S. Duchac, Jonathan E. Wahyuni, Ersa Tri. Jusuf, Amir Abadi. (2017). Pengantar Akuntansi 1 Adaptasi Indonesia Edisi Keempat. Jakarta: Salemba Empat. 

Sujarweni, V. W. (2016). Pengantar Akuntansi. Yogyakarta: Pustaka Baru Press

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.