Pada dasarnya sistem akuntansi perusahaan dibagi menjadi dua bagian besar, yaitu sistem akuntansi keuangan dan sistem akuntansi manajemen. Sistem akuntansi keuangan merupakan sistem yang dirancang untuk menghasilkan laporan keuangan pada pihak-pihak diluar pengelola perusahaan, seperti pemegang saham, kreditur, pajak dan lain-lain. Laporan keuangan harus berdasarkan aturan tertentu seperti yang ditetapkan PSAK, dan apabila perusahaan itu merupakan perusahaan publik maka laporan keuangan harus disusun berdasarkan peraturan Bapepam L/K (IAI, 2015).
Sistem informasi manajemen merupakan suatu sistem akuntansi yang dirancang perusahaan untuk memberikan informasi kepada pihak-pihak pengelola perusahaan, agar mereka dapat menjalankan kegiatan mereka dengan baik, sistem ini tidak perlu mengikuti aturan main tertentu selama informasi tersebut berguna bagi manajer (IAI, 2015).
Sistem informasi akuntansi manajemen adalah proses yang di deskripsikan oleh aktivitas-aktivitas seperti pengumpulan, pengukuran, penyimpanan, analisis, pelaporan dan pengelolaan informasi. Informasi mengenai peristiwa ekonomi di proses untuk menghasilkan keluaran (output) yang memenuhi tujuan-tujuan manajemen (Hansen, 2009:4).
Sistem akuntansi keuangan dan sistem akuntansi manajemen tidak dapat dihasilkan dari satu sistem saja karena keduanya sangat berbeda. Tiga alasan kedua sistem ini tidak dapat disatukan (IAI, 2015):
1.    Sistem akuntansi keuangan dirancang untuk menghasilkan laporan keuangan perusahaan secara keseluruhan.
2.   Waktu pelaporan sistem akuntansi keuangan terlalu lama
3.   Sistem akuntansi keuangan melaporkan sesuatu yang sudah terjadi
4.   Penyusunan laporan keuangan menggunakan asumsi yang berbeda.
Sistem akuntansi manajemen mempunyai tiga tujuan antara lain (Hansen, 2009:4):
1.    Menyediakan informasi untuk perhitungan biaya jasa, produk atau objek lainnya yang ditentukan oleh manajemen.
2.   Menyediakan informasi untk perencanaan, pengendalian, pengevaluasian dan perbaikan berkelanjutan.
3.   Menyediakan informasi untuk pengambilan keputusan.
Proses manajemen mendeskripsikan fungsi-fungsi yang dilaksanakan oleh para manajer dan pekerja yang diperdayakan. Pemberdayaan karyawan (employee empoverment)adalah pemberian wewenang kepada orang-orang operasional untuk merencanakan, mengendalikan, dan membuat keputusan tanpa otorisasi yang eksplisit dari pihak manajemen tingkat menengah atau yang lebih tinggi (Hansen, 2009:6).
Sistem akuntansi manajemen menghasilkan informasi untuk pengguna internal, seperti manajer, eksekutif, dan pekerja. Secara spesifik, akuntansi manajemen mengidentifikasi, mengumpulkan, mengukur, mengklasifikasi, dan melaporkan informasi yang bermanfaat bagi pengguna internal dalam merencanakan, mengendalikan, dan membuat keputusan. Dalam menghasilkan suatu informasi, sistem akuntansi manajemen meliputi serangkaian proses manajemen, antara lain (Hansen, 2009:7):
1.    Perencanaan adalah formulasi terperinci dari kegiatan untuk mencapai tujuan akhir tertentu. Perencanaan memerlukan penetapan tujuan dan pengidentifikasian metode untuk mencapai tujuan tersebut. misalnya tujuan dari perusahaan adalah menaikkan profitabilitas dengan meningktkan kualitas produknya secara keseluruhan.
2.   Pengendalian adalah aktivitas manajerial untuk memonitor implementasi rencana dan melakukan perbaikan sesuai kebutuhan. Pengendalian biasanya dicapai dengan umpan balik. Umpan balik (feed back)  adalah informasi yang dapat digunakan untuk mengevaluasi atau memperbaiki langkah-langkah yang dilakukan dalam mengimplementasikan suatu rencana. Berdasarkan balikan tersebut, manajer atau pekerja dapat memutuskan untuk membiarkan pelaksanaan tersebut berlangsung, mengambil tindakan perbaikan tertentu agar langkah yang diambil sesuai dengan rencana awalnya, atau melakukan perencanaan ulang di tengah proses implementasi. Balikan adalah tahap penting dari fungsi pengendalian. Balikan dapat berupa informasi keuangan dan non keuangan.
3.   Pengambilan keputusan adalah proses pemilihan di antara berbagai alternatif. Peran utama dari sistem informasi akuntansi manajemen adalah menyediakan informasi yang memudahkan manajer dalam proses pengambilan keputusan.
Perbedaan akuntansi manajemen dengan akuntansi keuangan:
Perbedaan
Akuntansi manajemen
Akuntansi keuangan
Pengguna utama
Pengguna internal perusahaan
Pengguna eksternal terdiri dari: pemegang saham, kreditor, investor dan  pemerintah.
Pembatasan pada masukan dan proses
Tidak bergantung pada prinsip-prinsip akuntansi secara umum (PABU). Tidak ada lembaga yang mengatur format, isi dab aturan dalam memilih masukan, proses dan penyusunan laporan keuangan. Manajer bebas memilih informasi apapun yang mereka inginkan asalkan dapat dibenarkan atas dasar analisis biaya manfaat.
SEC, PCAOB, dan FASB menetapkan prosedur akuntansi yang harus diikuti untuk pelaporan keuangan. Masukan dan proses harus jelas dan terbatas.
Jenis informasi
Informasi berupa informasi keuangan dan non keuangan, bersifat subjektif
Informasi bersifat objektif dan dapat diverifikasi.
Fungsi informasi
Untuk pelaksanaan aktivitas manajerial, perencanaan, pengendalian dan pengambilan keputusan
Alat pertanggungjawaban pihak manajemen kepada pemilik atas sumber daya yang dikelolanya.
Orientasi waktu
Orientasi waktu historis, sekarang dan masa masa depan.
Orientasi waktu historis.
Periode Pelaporan
Tidak terikat waktu, sesuai kebutuhan manajemen
Tahunan, bulanan, semester.
Tingkat agregasi
Menyediakan ukuran dan laporan internal yang digunakan untuk mengevaluasi kinerja berbagai entitas lini produk, departemen, dan manajer.
Fokus pada kinerja perusahaan secara keseluruhan dan memberikan sudut pandang yang lebih agregat.
Audit
Bukan objek audit
Wajib diaudit oleh KAP independen khusus perusahaan publik.
Akurasi data dan informasi
Tidak menghendaki akurasi penuh, tetapi kecepatan penyedian dan penyampaian informasi menjadi pertimbangan utama.
Akurasi menjadi salah satu karakteristik laporan keuangan yang berkualitas.
Kerincian data dan informasi
Informasi rinci per jenis biaya, per divisi dan per periode akuntansi
Informasi yang disajikan bersifat agregat dan komprehensif mewakili organisasi
Keluasan
Sangat luas dan multidisiplin ilmu, meliputi aspek-aspek ekonomi manajerial, rekayasa industri, ilmu manajemen, psikologi sosial dan berbagai bidang lainnya.
Ilmu ekonomi (lebih independen)
Tahap Sistem Akuntansi Perusahaan
Menurut Kaplan dan Cooper (1999), pengembangan sistem akuntansi perusahaan dapat dilakukan dalam empat tahap, yaitu :
1.         Tahap pertama-Tahap belum sempurna, tahap ini biasanya terjadi pada perusahaan-perusahaan yang baru mengembangkan sistem akuntansinya. Biasanya sistem akuntansi yang pertama kali dikembangkan adalah sistem akuntansi keuangan. Tahap ini dikatakan belum sempurna, karena sebagai perusahaan yang baru membuat sistem akuntansi, maka masih banyak kesalahan yang dibuat dalam menyusun laporan keuangan tersebut. Hal ini misalnya menyebabkan banyaknya penyesuaian di akhir tahun ataupun waktu laporan keuangan tersebut diperiksa oleh auditor eksternal.
2.        Tahap kedua-Penekanan pada sistem informasi keuangan. Pada tahap ini perusahaan sudah memiliki sistem informasi akuntansi keuangan yang baik, dan dapat menghasilkan laporan keuangan pada pihak eksternal sesuai dengan peraturan yang berlaku. Namun demikian, perusahaan belum memiliki sistem informasi akuntansi manajemen, sehingga informasi akuntansi manajemen dihasilkan dari sistem informasi akuntansi keuangan. Dalam tahap ini, perusahaan akan memiliki sistem informasi akuntansi manajemen yang kurang memadai, karena memaksakan mengambil informasi akuntansi manajemen dari sistem informasi keuangan yang memiliki karakteristik yang berbeda.
3.        Tahap ketiga – Pemisahan antara sistem akuntansi keuangan dan sistem akuntansi manajemen. Dalam tahap ini, perusahaan memiliki sistem yang terpisah antara akuntansi keuangan dan akuntansi manajemen.
4.        Tahap keempat – Tahap integrasi. Dalam tahap ini sistem akuntansi keuangan dan sistem akuntansi manajemen disatukan dalam sistem informasi perusahaan yang terintegrasi, seperti dalam konsep Enterprise Resource Planning (ERP). Dalam konsep ini walaupun terintegrasi, sistem akuntansi keuangan dan akuntansi manajemen tetap memiliki modul yang berbeda.

Daftar Pustaka
Hansen, Don R. dan Maryanne, M. Mowen. (2009). Akuntansi Manajerial Buku I. Edisi 8. Terjemahan oleh Denny Arnos Kwary. Jakarta: Salemba Empat.

Ikatan Akuntan Indonesia. (2015). Modul Chartered Accountat Akuntansi Manajemen Lanjutan. Jakarta: IAI.








Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.