Analisis ekonomi dapat dibedakan menjadi 3 golongan, yaitu:

1.    Ekonomi Deskriptif (Descriptive Economics)
Ekonomi deskriptif menurut Nuraini (2016:2) merupakan studi yang berusaha untuk menggambarkan atau mediskripsikan dan menguraikan fakta-fakta ekonomi (bekerjanya lembaga-lembaga atau unit-unit ekonomi).
Ekonomi desktriptif menurut Sukirno (2005:9) adalah analisis ekonomi yang menggambarkan keadaan yang sebenarnya wujud dalam perekonomian. Ilmu ekonomi merupakan ilmu sosial. Dalam ilmu sosial tidaklah mudah untuk mengetahui wujud perekonomian karena dalam masyarakat kenyataan yang wujud sangat berkaitan satu sama lain sehingga sukar untuk digambarkan. misalnya untuk mengetahui pengaruh kenaikan harga kepada kenaikan produksi pangan. hal ini susah karena produksi pangan bukan saja dipengaruhi oleh harganya tetapi oleh banyak faktor lain seperti iklim. harga barang lain dan keadaan ekonomi. 
Ekonomi deskriptif mengumpulkan keterangan-keterangan faktual yang relevan mengenai sesuatu masalah (Reksoprayitno, 1992:1). Ilmu ekonomi deskriptif ini menjelaskan keadaan ekonomi suatu daerah/negara pada waktu tertentu. Contoh krisis moneter di Indonesia tahun 1998, jumlah pengangguran dan tenaga kerja di berbagai daerah di Indonesia pada tahun tertentu. 
2.   Teori Ekonomi atau Ekonomi Murni
Teori menurut Nuraini (2016:2) adalah seperangkat hipotesis atau konsep yang telah teruji kebenarannya. Ekonomi Teori menurut Niamas adalah pandangan yang menggambarkan kegiatan ekonomi yang memiliki sifat hubungan yang nyata dan menggambarkan ramalan suatu peristiwa yang kemungkinan akan terjadi di masa depan jika terdapat suatu kondisi yang dapat berpengaruh menuju perubahan.
Ekonomi murni menurut Sukirno (2005:9) adalah pandangan-pandangan yang menggambarkan sifat hubungan yang wujud dalam kegiatan ekonomi dan ramalan tentang peristiwa yang terjadi apabila suatu keadaan yang mempengaruhi mengalami perubahan. Pernyataan tentang ekonomi murni menurut ahli-ahli ekonomi adalah sebagai berikut: “Teori tanpa kenyataan tidak ada gunanya, tetapi mengetahui kenyataan saja tanpa teori tidak akan berarti sama sekali.”.
Teori ekonomi dipecah kedalam dua kelompok yaitu ekonomi mikro dan ekonomi makro yang akan menjelaskan bekerjanya sistem-sistem perekonomian. Ekonomi Mikro menurut Nuraini (2016:8) mempelajari aktivitas-aktivitas unit-unit ekonomi seperti individu, baik individu seorang, individu rumah tangga, individu perusahaan maupun individu industri, sedangkan ilmu ekonomi makro memfokuskan kajiannya kepada perekonomian secara keseluruhan (agregat), seperti konsumsi masyarakat, produksi total masyarakat dan tingkat harga umum.
3.   Ekonomi Terapan (Applied Science)
Cabang ekonomi terapan merupakan cabang ilmu ekonomi yang tugasnya menelaah kebijakan-kebijakan ekonomi yang perlu dilaksanakan oleh suatu pemerintahan dalam mengatasi masalah-masalah ekonomi. Bentuk kebijakan yang bagaimana yang akan ditempuh dan dampak apa yang akan muncul dari suatu kebijakan serta alternatif-alternatif apa yang harus diambil, semua merupakan kajian dari ekonomi terapan.  Secara umum kebijakan ekonomi yang diambil oleh pemerintah mempunyai tujuan untuk:
a.    Menciptakan kesempatan kerja yang penuh
b.   Menciptakan pertumbuhan ekonomi yang tinggi
c.    Menciptakan stabilitas harga-harga
d.   Menciptakan distribusi pendapatan yang merata

Daftar Pustaka

Nuraini, I. (2016). Pengantar Ekonomi Mikro. Malang: UMM Press

Reksoprayitno, S. (1992). Ekonomi Makro: Pengantar Analisis Pendapatan Nasional. Yogyakarta: Liberty Yogyakarta.

Sukirno, S. (2005). MikroEkonomi Teori Pengantar (Edisi ketiga). Jakarta: RajaGrafindo Persada.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.