Pengertian Bisnis
Bisnis berasal dari bahasa Inggris yang berarti Perusahaan, Urusan atau Usaha. Misalnya The Grocery Business artinya perusahaan sayur mayur, It is not your Business,yang artinya ini bukan urusanmu, This store is going out of business, artinya toko ini akan menghentikan usahanya (Alma, 2017:20).
Hughes dan Kapoor menyatakan: Business is the organized efford of individuals to produce and sell for a profit, the goods and services that satisfy society’s needs. The general term business refers to all such efforts within a society or within an industry. Maksudnya bisnis ialah suatu kegiatan usaha individu yang terorganisasi untuk  menghasilkan dan menjual barang dan jasa guna mendapatkan keuntungan dalam memenuhi kebutuhan masyarakat. Orang yang berusaha menggunakan uang dan waktunya dengan menanggung resiko, dalam menjalankan kegiatan bisnis disebut entrepreneur.
Brown dan Petrello (1976) menyatakan bahwa “Business is an institution which produces goods and services demanded by people. Artinya bisnis ialah suatu lembaga yang menghasilkan barang dan jasa yang dibutuhkan oleh masyarakat.
Pandangan Bisnis dari sisi Agama Islam
Ajaran Islam dalam tentang pekerjaan bisnis antara lain:
1.         Hadist Riwayat Al-Bazzar
Rasulullah Saw saat ditanya oleh para sahabat, “Pekerjaan apakah yang yang paling baik ya Rasulullah?” Rasulullah menjawab, “Seseorang bekerja dengan tangannya sendiri dan setiap jual beli yang bersih” (HR Al-Bazzar).
2.        Hadist Riwayat Tirmizi dan Hakim
Rasulullah bersabda: “Pedagang yang jujur lagi terpecaya adalah bersama-sama para Nabi, orang shadiqiin dan para syuhada” (HR Tirmizi dan Hakim). Apabila orang berbisnis jujur ia akan mendapat keuntungan dari segala penjuru yang tidak ia duga dari mana datangnya, dan apabila tidak jujur maka tunggulah kehancurannya.
3.        Hadist Riwayat Thabrani dari Abdillah bin Amrin r.a.
Hadist ini menjelaskan bahwa: “Orang-orang yang menyuap, dan orang-orang yang menerima suap, kedua-duanya masuk neraka.” (Thabrani dari Abdillah bin Amrin r.a.)
Faktor-Faktor Kontinuitas Bisnis
Faktor-faktor yang mempengaruhi kontinuitas bisnis menurut Alma (2017:16) antara lain:

1.    Likuiditas, yaitu kemampuan bisnis membayar utang-utang pada saat jatuh tempo.
2.   Solvabilitas, yaitu berusaha agar moda sendiri bisnis lebih besar dari utangnya.
3. Solidaritas, yaitu kemampuan bisnis untuk memperoleh kepercayaan dari  masyarakat. Kepercayaan meliputi: moral pengelola bisnis, tepat dalam berjanji, dan dipercaya dalam bidang keuangan.
4.   Rentabilitas, yaitu bisnis mampu memperoleh keuntungan yang layak, tidak merugi.
5. Crediet Waardigheid, artinya bisnis dipercaya sehingga layak memperoleh kredit/pinjaman.
 
Sejarah Perkembangan Bisnis
Pada masa dulu, kegiatan bisnis dilakukan pada tingkat keluarga secara tertutup. Keluarga pada saat itu menanam tanaman guna memenuhi kebutuhan bahan makanan, membuat pakaian sendiri, membuat rumah sendiri dengan bantuan tetangga dan sebagainya. Setelah itu muncul revolusi industri yang membawa perubahan drastisdan sangat penting. Adanya mesin uap menimbulkan perubahan pada pertanian yang dulunya menggunakan bajak dengan kerbau atau sapi sekarang diganti dengan traktor dan buldozer, kemudian tenaga kerja menerima upah, sehingga penghasilan keluarga bertambah dan dapat membeli barang lain. Akhirnya ekonomi bertumbuh pesat sehingga banyak pabrik-pabrik, perdagangan besar, perusahaan jasa dsb yang sekarang menggunakan tegnology dan sistem manajemen yang lebih efisien. Sekarang zaman globalisasi, persaingan bisnis semakin ketat (Alma, 2017:22). 

Tujuan Bisnis
Tujuan utama dari bisnis adalah untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan (needs and wants)manusia. Tujuan lain bisnis adalah memperoleh keuntungan, sehingga mereka berani memikul resiko menanam modal dalam kegiatan bisnis (Alma, 2017:23).
Persaingan bisnis yang sehat akan memberikan beberapa keuntungan menurut Alma (2017:23-24) antara lain:
1.         Harga bagi konsumen bisa lebih rendah, karena produsen berusaha bekerja efisien dan menurunkan harga jual.
2.        Bisnis berusaha meningkatkan pelayanan bagi konsumen.
3.        Bisnis berusaha menciptakan barang baru dan dengan mutu yang baik.
4.        Menghilangkan bisnis yang tidak mampu bekerja secara efisien dan yang memboroskan sumber daya.
Di Negara kita tidak dibenarkan bisnis mencari keuntungan yang sebesar-besarnya tanpa memperhatikan kepentingan masyarakat. Misalnya menimbun barang, sehingga barang naik baru dijual. Laba sangat penting bagi bisnis maupun pemerintah yaitu (Alma (2017:24):
1.         Laba menjadi tujuan dari kegiatan bisnis, agar dapat menjaga kelangsungan bisnisnya.
2.        Laba adalah sebagai intensif atau pendorong untuk bekerja lebih efisien.
3.        Laba yang dicapai merupakan ukuran standar perbandingan dengan bisnis lainnya.
4.   Laba akan merupakan penghasilan bagi pemerintah, karena makin meningkat laba bisnis, maka meningkat pula penghasilan pemerintah melalui sistem perpajakan.
Klasifikasi Bisnis
Macam-macam kegiatan bisnis menurut Alma (2017:24-25) antara lain:
1.         Usaha Pertanian
Macam-macam usaha pertanian seperti usaha peternakan, usaha perkebunan, pertanian, sawah, sayuran, buah-buahan, perikanan dsb.
2.        Produksi Bahan Mentah
Usaha bahan mentah misalnya bergerak dalam bidang kehutanan, pertambangan, juga perikanan air tawar mamupun ikan laut. Usaha menghasilkan bahan mentah ini sangat penting bagi industri lainnya.
3.        Pabrik/Manufaktur
Usaha pabrik mengolah bahan mentah menjadi bahan baku sampai menjadi hasil jadi.
4.        Kontruksi
Usaha kontruksi bergerak dalam usaha pembangunan, seperti pembangunan jalan-jalan, bangunan rumah, gedung pertokoan, rumah sakit, sekolah, bangunan perkantoran, pabrik dsb.
5.        Usaha Perdagangan Besar dan Kecil
Usaha perdagangan besar dan kecil sangat menunjang inti kegiatan sistem distribusi, yang menghubungkan antara produsen dengan konsumen.
6.        Transportasi dan Komunikasi
Usaha ini sangat membantu kelancaran kegiatan bisnis. Kegiatan transportasi membantu mengangkut bahan baku dan barang jadi dari produsen ke perdagangan besar, ke perdagangan kecil dan ke konsumen. Begitu pula dengan usaha komunikasi, seperti telepon, telegraph, radio, tv, pos, internet sangat memudahkan kegiatan transaksi bisnis secara cepat dan efisien.
7.        Usaha Financial, Asuransi, dan Real Estate
Usaha ini memberi kemudahan kepada kegiatan bisnis. Tanpa dunia perbankan maka kegiatan bisnis secara modern tidak mungkin berkembang, karena perbankan memberi kemungkinan untuk mendapat kredit, dan memberi fasilitas memudahkan terjadinya transaksi. Demikian pula dengan asuransi membantu mengatasi resiko yang mungkin di hadapi oleh bisnis. Real estate membantu membangun perumahan dengan perencanaan pengaturan lingkungan yang sehat kemudian dijual secara cicilan kepada masyarakat.
8.       Usaha Jasa
Usaha jasa yang disediakan dalam bentuk reparasi, tukang cukur, salon kecantikan, guru, dosen, pengacara, dokter, bioskop, kegiatan olah raga, kerohanian dsb.
9.        Usaha yang dilakukan oleh Pemerintah
Pemerintah merupakan pembeli terbesar dari barang dan jasa dan merupakan bisnis yang menyerap banyak tenaga kerja. Disamping itu pemerintah sangat membantu dalam mengatur kegiatan bisnis dan menjaga kestabilan perekonomian, dengan mengeluarkan berbagai peraturan seperti penentuan lokasi perusahaan/pabrik, mengatur hak cipta, hak patent, melarang barang-barang berbahaya diperdagangkan bebas, mengeluarkan izin-izin perdagangan dan sebagainya.
Fungsi Dasar Bisnis
Steinhoff dalam bukunya The Word of Business (1979:17) yang dikutip oleh Alma (2017:26) menyatakan bahwa untuk menyediakan barang dan jasa bagi kebutuhan masyarakat, diperlukan terlebih dahulu bahan mentahnya, kemudian diproses dalam pabrik menjadi hasil produksi, sehingga fungsi dasar bisnis yang dikemukakan oleh Alma (2017:26) antara lain:
1.         Acruiring raw materials (mencari bahan mentah)
2.        Manufacturing raw materials into products (merubah bahan mentah menjadi produk)
3.        Distributing product to consumers(menyalurkan barang ke tangan konsumen).
Ada pandangan yang lebih ekstrim yang menyatakan bahwa bisnis dibagi atas dua bagian (Alma, 2017:26) yaitu:
1.  Production, berhubungan dengan mencari bahan baku dan memproses bahan mentah menjadi hasil jadi.
2.   Marketing, mendistribusikan atau memindahkan barang dari satu tempat ke tempat lain, yang menimbulkan kegunaan waktu, tempat dan pemilikan (time utility, place, dan possession utility).
Tantangan Bisnis

1.    Tantangan Produktifitas
Usaha dalam meningkatkan produktivitas diakukan dengan cara:
a.  Memperbaharui mesin-mesin dengan mesin modern, canggih, agar hasil produksinya tidak ketinggalan zaman dan efisien dalam melakukan produksi.
b. Kembangkan kegiatan Research and Development. Sediakan dana untuk bisa mengembangkan design, mutu dan pasar baru dari produk yang dihasilkan.
c. Di Negara maju banyak di coba pemakain robot, untuk mempercepat dan mempermudah pekerjaan.
d. Kembangkan Manajemen Personalia agar karyawan dapat di motivasi dalam meningkatkan  produksi dan moralnya baik.
e.      Libatkan karyawan dalam pengambilan keputusan.
2.   Tantangan Kualitas
Konsumen merasa tidak senang membeli produk yang cepat rusak dan seringkali diperbaiki. Konsumenpun tidak senang dengan perusahaan jasa yang tidak mau memperbaiki servisnya. Meningkatkan mutu berarti membuat sesuatu menjadi lebih baik dan tingkat efisien pun menjadi lebih baik pula. Perbaikan kualitas ini tidak hanya produk saja, namun juga mencakup seluruh bagian dan tingkatan dalam perusahaan.
3.   Tantangan Pasar Global
Persaingan global semakin meningkat, sehingga produktivitas dan kualitas harus ditingkatkan agar dapat menghadapi persaingan global.
4.   Demographic and cultural challenge
Pertambahan penduduk dan struktur usia penduduk saat ini dan masa yang akan datang  harus diperhitungkan karena anak muda sekarang banyak yang mengadopsi budaya asing, sehingga perusahaan harus cermat dalam menghasilkan produk yang sesuai dengan kebutuhan zaman.
5.    The Environmental Challenge
Tantangan lingkungan menyangkut masalah polusi, air, udara suara yang mempunyai efek terhadap penyakit. Banyak dana yang harus dikeluarkan perusahaan untuk mencegah tersebut.
6.   The Social Responsibility and Ethics Challenge
Dunia bisnis dihadapkan pada tanggung jawab sosial, yaitu menjaga kelestarian lingkungan, produk yang dihasilkan harus bermanfaat bagi konsumen, pelaku bisnis menjaga etika baik kepada karyawan, konsumen, saingan, dan stakeholder lainnya.
7.    The Technology Challenge
      Teknology adalah hasil perkembangan ilmu pengetahuan, yang membuat proses produksi makin lama makin canggih, sehingga banyak biaya untuk melakukan riset. 
Daftar Pustaka
Alma, B. (2017). Pengantar Bisnis. Bandung: Alfabeta

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.